KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Kondisi Perpolitikan yang Masih Memanas, Mengancam Moralitas Bangsa Indonesia
Oleh : Arwan Syahputra | 28-Apr-2019, 13:45:42 WIB

KabarIndonesia - Lhokseumawe, Fokus dan tujuan perpolitikan dalam skema kntestasi Politik 2019 sepertinya lari dari rel politik sesungguhnya, Pasalnya pada nuansa pemilihan Presiden/Wakil presiden dari pra dan pasca 17 April silam telah menghembuskan nafas panas dalam demokrasi, sehingga merangsang lahirnya perbedaan persepsi yang menuai kontroversi.

Pilpres 2019 ini memang menampilkan buramnya demokrasi sesungguhnya, buktinya masih ada beberapa TPS di daerah akan melaksanakan pemilihan ulang karena adanya kertas suara terindikasi kecurangan yang sudah tergolong. Tak hanya itu, secara kasat mata saja, bagian dari Kedua pihak, masih saja mempertontonkan pertikaian persoalan Menang atau tidaknya, yang dinilai dapat menciderai Falsafah bernegara, yaitu Pancasila tentang Persatuan Indonesia.

Pelaksanaan pemilu yang idealnya tercantum dalam UUD 1945 pasal 22e:
(1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. dan lebih jelasnya lagi tertuang dalam UU No.7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum. Yang menjadi buram saat adanya intervensi dan indikasi tercurangi pada pada pemilihan umum kemarin.

Baru-baru ini lagi, dari pihak TKN mengundang BPN untuk melihat Sistem Survey internal mereka terkait perolehan suara, dan begitu juga BPN, kedepannya mengundang TKN terkait hal yang sama. 
Apa maksudnya? Tak lain dan tak bukan hanya ingin memperkenalkan kehebatan masing-masing perihal proses penghitungan suara internal. Keduanya pada saat ini, masih aktif dan masifnya memainkan "ego sektoral" dan mengesampingkan kualitas bangsa yang berkultural.

KPU RI sendiri akan mengumumkan hasil rekapitulasi hasil Pemilu pada 22 Mei mendatang, jikapun ada terbukti kejanggalan, maka ada prosedur hukum yang bisa ditempuh melalui gugatan ke Mahkamah konsitusi. Dengan demikian, siapapun yang diamanatkan terpilih secara resmi nantinya maka itulah yang menjadi fokus rakyat untuk perubahan 5 tahun mendatang dan tidak perlu saling mencibir apalagi mendiskreditkan antar bangsa. Karena moralitas bangsa Indonesia itu ada dalam perbedaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan (Bhineka Tunggal Ika)

Ir.Soerkarno seorang proklamator Indonesia (Presiden pertama Indonesia 1901-1970) pernah mengatakan: "Pemilihan umum jangan menjadi tempat pertempuran, perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan bangsa Indonesia. Yang memberikan makna, bahwa tidak perlu membuang energi saling agresif melalui cibiran masing-masing, karena satu satunya kapal yang membawa Indonesia merdeka adalah persatuan , jangan sampai moral kita terancam, hanya sebatas ambisi kekuasaan, karena Presiden RI ke depan, Hanya Tuhan menentukan dan rakyatlah yang memperjuangkan. (Penulis seorang pemerhati Demokrasi Indonesia).(*)


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia