KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 

Kritik itu Membangun untuk Perubahan (4)

 
OPINI

Kritik itu Membangun untuk Perubahan (4)
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 31-Des-2009, 13:56:46 WIB

KabarIndonesia - Anda pernah dengar kritikan? Anda pasti pernah di kritik. Setiap orang selalu dikritik, tidak peduli siapa saja dari presiden hingga rakyat jelata sering di kritik oleh orang lain.

Bagaimana dengan para pengamat kita, baik pengamat politik dan pengamat ekonomi, mereka dikritik karena terlalu banyak bicara tetapi tidak ada aksi, No Action Talk Only (NATO).

Presiden B.J. Habibie berkata, “NATO itu bukan singkatan dari No Action Talk Only tetapi No Ampau Thanks Only, artinya setelah berbicara di seminar tidak pernah dibayar,” ujar Habibie beberapa saat yang lalu di gedung BPPT.

Presiden Soeharto mundur karena dikritik tidak becus mengurus Negara akibat krisis ekonomi dan moneter “KRISMON” pada tanggal 21 Mei 1998. Presiden Abdurrachman Wahid/ Gus Dur dikritik karena bila ada apa-apa selalu seenaknya berbicara, ”Gitu saja kok repot.”

Gus Dur akhirnya terkena batunya, pada saat di ujung tanduk kekuasaannya, beliau dikritik oleh para demonstran, “Gus Dur mundur, gitu saja kok repot.”

Perdana Menteri Singapura mengkritik B.J. Habibie.  Katanya, “Kalau Habibie jadi Wakil Presiden, maka ia akan ditolak pasar apalagi kalau sampai jadi Presiden, maka Indonesia akan terpecah-belah.”

It’s oke …I show you, baik akan saya tunjukkan pada kamu,” ujar Habibie dengan nada geram. B.J. Habibie balas mengkritik PM Singapura, Lee Kuan Yew dengan sebutan untuk Negara Singapura ”Red Dot In The Map, Negara kecil hanya sebuah titik merah saja di peta kok bertingkah.”

Menurut Habibie lebih lanjut saat  ia menjadi Presiden dan berhasil menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari Rp 15.000 per dolar menjadi Rp 7.000 per dolar, PM Singapura menyurati beliau, “Habibie Anda sukses dan berhasil, maaf saya keliru memprediksi Anda.”

Habibie juga sering dikritik bila pidato dan berbicara terlalu lama seperti pada saat Hut THC, The Habibie Center kemarin tanggal 10-11 November 2009, beliau dikritik oleh moderator hingga dua kali.

Penulis lebih senang melihat orang yang mengkritik para pejabat daripada orang itu selalu menjilat/cari muka, ABS (Asal Bapak Senang). Pimpinan/ Manager suatu perusahaan berkata, ”Kritiklah aku nanti kamu akan saya jitak/ pecat.” (*) 

SELAMAT MENGKRITIK DAN DIKRITIK

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia