KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Kritik itu Membangun untuk Perubahan (4)

 
OPINI

Kritik itu Membangun untuk Perubahan (4)
Oleh : Rachmad Yuliadi Nasir | 31-Des-2009, 13:56:46 WIB

KabarIndonesia - Anda pernah dengar kritikan? Anda pasti pernah di kritik. Setiap orang selalu dikritik, tidak peduli siapa saja dari presiden hingga rakyat jelata sering di kritik oleh orang lain.

Bagaimana dengan para pengamat kita, baik pengamat politik dan pengamat ekonomi, mereka dikritik karena terlalu banyak bicara tetapi tidak ada aksi, No Action Talk Only (NATO).

Presiden B.J. Habibie berkata, “NATO itu bukan singkatan dari No Action Talk Only tetapi No Ampau Thanks Only, artinya setelah berbicara di seminar tidak pernah dibayar,” ujar Habibie beberapa saat yang lalu di gedung BPPT.

Presiden Soeharto mundur karena dikritik tidak becus mengurus Negara akibat krisis ekonomi dan moneter “KRISMON” pada tanggal 21 Mei 1998. Presiden Abdurrachman Wahid/ Gus Dur dikritik karena bila ada apa-apa selalu seenaknya berbicara, ”Gitu saja kok repot.”

Gus Dur akhirnya terkena batunya, pada saat di ujung tanduk kekuasaannya, beliau dikritik oleh para demonstran, “Gus Dur mundur, gitu saja kok repot.”

Perdana Menteri Singapura mengkritik B.J. Habibie.  Katanya, “Kalau Habibie jadi Wakil Presiden, maka ia akan ditolak pasar apalagi kalau sampai jadi Presiden, maka Indonesia akan terpecah-belah.”

It’s oke …I show you, baik akan saya tunjukkan pada kamu,” ujar Habibie dengan nada geram. B.J. Habibie balas mengkritik PM Singapura, Lee Kuan Yew dengan sebutan untuk Negara Singapura ”Red Dot In The Map, Negara kecil hanya sebuah titik merah saja di peta kok bertingkah.”

Menurut Habibie lebih lanjut saat  ia menjadi Presiden dan berhasil menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dolar dari Rp 15.000 per dolar menjadi Rp 7.000 per dolar, PM Singapura menyurati beliau, “Habibie Anda sukses dan berhasil, maaf saya keliru memprediksi Anda.”

Habibie juga sering dikritik bila pidato dan berbicara terlalu lama seperti pada saat Hut THC, The Habibie Center kemarin tanggal 10-11 November 2009, beliau dikritik oleh moderator hingga dua kali.

Penulis lebih senang melihat orang yang mengkritik para pejabat daripada orang itu selalu menjilat/cari muka, ABS (Asal Bapak Senang). Pimpinan/ Manager suatu perusahaan berkata, ”Kritiklah aku nanti kamu akan saya jitak/ pecat.” (*) 

SELAMAT MENGKRITIK DAN DIKRITIK

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia