KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

LOMBA TULIS: Pemberdayaan Jurnalisme Warga Sebagai Sarana Pembinaan Masyarakat
Oleh : Troeno Marayoga | 09-Des-2010, 15:08:54 WIB

Kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hak asasi manusia yang telah diakui secara global, sebagaimana dinyatakan dalam Declaration of Human Rights (Deklarasi Hak Asasi Manusia) yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 10 Desember 1948. Pasal 19 deklarasi tersebut menyatakan, "Everyone has the right to freedom of opinion and expression. This right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive, and impart information and ideas through any media and regardless of frontiers." (Terjemahan bebasnya: "Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi. Hak ini mencakup kebebasan untuk memiliki pendapat tanpa gangguan, dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi dan ide-ide melalui media apa pun tanpa memandang batas-batas wilayah.")

Sebagai anggota PBB, Indonesia tentu mendukung deklarasi tersebut. Kebebasan berpendapat dan berekspresi dinyatakan dalam pasal 28E dan pasal 28F UUD 1945: "Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia."

Dalam perkembangannya, kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia tidak selalu terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Pada masa Orde Baru, kebebasan berpendapat dan berekspresi tidak bisa berkembang luas karena dikendalikan oleh rezim pada masa itu. Berita-berita tentang pembredelan koran, majalah, buku, atau penerbitan-penerbitan lain yang isinya tidak sejalan dengan kebijakan Pemerintah menjadi berita-berita yang tidak asing pada masa Orde Baru. Namun perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat, termasuk teknologi internet, telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi kebebasan berpendapat dan berekspresi. Dengan pemanfaatan teknologi tersebut, hambatan-hambatan dalam penyampaian pendapat dan ekspresi yang diberlakukan oleh suatu rezim dapat terus diminimalisasi.

Sebelum pemanfaatan internet memasyarakat, sarana untuk kebebasan berpendapat dan berekspresi masih sangat terbatas sehingga partisipasi dan antusiasme warga untuk berbagi informasi pun kurang berkembang. Saat ini, teknologi internet memungkinkan siapa pun untuk menyatakan pendapat dan berekspresi secara bebas. Warga biasa, yang tidak pernah mengikuti pelatihan apa pun untuk menjadi pewarta profesional, juga bisa memublikasikan berita atau informasi. Kemudahan ini meningkatkan antusiasme warga dalam berbagi berita dan menyuburkan praktik jurnalisme warga.

Banyak manfaat yang bisa diambil dari perkembangan jurnalisme warga. Sebagai contoh, jurnalisme warga dapat meminimalisasi monopoli berita atau informasi oleh media konvensional. Jurnalisme warga menjadikan masyarakat memiliki banyak alternatif berita dan informasi yang disajikan dari berbagai macam sudut pandang. Sebagai konsekuensinya, masyarakat dituntut untuk lebih cerdas dan selektif dalam menyikapi berita-berita dan informasi yang beredar.

Jurnalisme warga yang berbasis internet juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyalurkan pendapat, opini, atau hasil pemikiran mereka, tanpa tergantung pada media konvensional yang sering kali tidak dapat memberikan ruang kepada mereka karena keterbatasan ruang pemuatan atau alasan-alasan lain yang menjadi pertimbangan pemilik media. Sifat interaktif media internet menjadikan para pembaca dapat memberikan tanggapan, masukan, saran, atau koreksi secara langsung. Dengan cara ini, jurnalisme warga dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran dan sarana komunikasi interaktif antarwarga yang memacu kreativitas masyarakat dan meningkatkan kepedulian dan partisipasi mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kenyataan, tidak sedikit perubahan sosial yang muncul sebagai tindak lanjut dari kerja sama para pewarta warga untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Di bidang lingkungan hidup, misalnya, jurnalisme warga membantu peningkatan kesadaran masyarakat tentang dampak akumulasi gas rumah kaca terhadap iklim global dan perlunya menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati. Sebagai hasilnya, apresiasi masyarakat terhadap lingkungan hidup pun meningkat.

Meskipun demikian, sebagaimana produk teknologi yang lain, internet juga memiliki sisi positif dan sisi negatif. Selain sisi positifnya sebagai sarana komunikasi dan sarana pembelajaran masyarakat, jurnalisme warga juga membuka peluang penyalahgunaan. Anonimitas yang dimungkinkan oleh media internet membuka kesempatan kepada orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas, menyebarkan fitnah, atau mencemarkan nama baik orang lain. Perangkat hukum untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan internet pun belum dapat memberikan hasil maksimal karena tertinggal dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat.

Meskipun dilindungi, kebebasan berpendapat dan berekspresi tidaklah bersifat mutlak, tetapi harus dilaksanakan secara etis dan bertanggung jawab. Agar perkembangan jurnalisme warga dapat tetap memberikan kontribusi positif bagi seluruh masyarakat, komunitas pewarta warga harus memasyarakatkan pemanfaatan internet secara sehat. Lomba tulis seperti yang diselenggarakan oleh HOKI adalah salah satu contoh bentuk pemanfaatan internet yang sehat untuk memacu kreativitas dan meningkatkan kepedulian masyarakat. Rasa kebanggaan menjadi pewarta warga yang baik harus tetap ditumbuhkembangkan karena pewarta warga berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain: turut berpartisipasi dalam proses kontrol sosial, menyuarakan pendapat dan informasi aktual yang tak tertampung media konvensional, dan menjadi penyebar ilmu dan hikmah.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia