KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID 2017 Ajang Debat Menantang! oleh : Johanes Krisnomo
20-Okt-2017, 16:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 20 Oktober 2017 - Gaduhnya para mahasiswa saat istirahat makan siang, mengikuti ajang debat WUPID 2017, tak sejalan dengan keseriusannya berkompetisi. Mereka berdebat mempertahankan argumentasinya, baik pro dan kontra, berdasarkan data akurat dan pola pikir kritis.

Bicara.co yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
OPINI

Mang Ucup dalam Lipatan Perjalanan Hidup Saya
Oleh : Supadiyanto S.sos.i. M.i.kom. | 12-Des-2015, 13:20:44 WIB

KabarIndonesia, Yogyakarta - Selamat dan sukses kepada Bapak Robert (Mang Ucup) yang dinobatkan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menjadi Man of The Year 2015 sebagai Tokoh Nasional Peduli Kemanusiaan pada hari ini (Sabtu, 12 Desember 2015) di Jakarta. PPWI sangat tepat memilih Mang Ucup sebagai tokoh pilihan mengingat ketokohan dan kepakarannya dalam bidang kemanusiaan, komunikasi (media), dan pendidikan.

Persinggungan saya dengan Mang Ucup secara langsung (kontak fisik), sesungguhnya baru terjadi pada tahun 2008; namun sejak tahun 2006 sesungguhnya saya sudah terkoneksi dengan beliau melalui serangkaian tulisan. Mang Ucup termasuk penulis yang produktif. Kebanyakan tulisan Mang Ucup berupa nilai-nilai kebatiniahan (rohaniah), serta catatan ringan. Guyonan, sindiran, ironisme, satir; kerap muncul dalam tulisan Mang Ucup.

Namun yang paling kuat adalah persoalan gaya hidup. Sebagai tokoh penting dalam bidang perkomputeran di Indonesia, sekaligus penggagas berdirinya lembaga pendidikan berbasis komputer dan informatika; Bapak Robert memiliki kontribusi dalam memajukan dunia perkomputeran dan multimedia. Salah satu guru menulis saya, harus saya akui adalah Mang Ucup. Pada tahun 2008, saya pernah diajak berkunjung ke apartemen; tempat tinggal beliau di Jakarta.

Tiba-tiba saya diminta untuk mengambil kertas dan pena; kemudian Mang Ucup mengucapkan satu kata saja; lantas saya diminta untuk
menuliskan sebanyak-banyaknya padanan kata (sinonim) dalam waktu satu menit saja. Hal itu dilakukan untuk kata lainnya juga; baik sinonim maupun antonim.

Tujuan utama dari latihan itu sesungguhnya untuk memvariasikan kata sehingga ketika kita menulis memiliki banyak pilihan kata yang variatif; sehingga tidak monoton; dan tidak membosankan.
Ada pengalaman yang cukup lucu dan mengesankan ketika saya bersinggungan langsung dengan Mang Ucup. Pada suatu siang ketika saya tengah mencangkul sawah (dalam bahasa Jawa macul); Mang Ucup menelpon saya dan meminta saya untuk segera hadir ke Jakarta pada pagi harinya. Tidak banyak penjelasan; entah saya diminta untuk apa; Mang Ucup mewajibkan saya harus ke Jakarta. Sebagai anak kampung; saya "yes" saja; diminta oleh seorang tokoh besar bernama Mang Ucup. Tanpa banyak pertanyaan,
segera saya beli tiket kereta api cendol (Kereta Api Progo) dan menuju ke Jakarta sore harinya pukul 17.00 WIB. Sampai Jakarta pada pukul 04.00 WIB keesokan paginya.

Langsung saja saya mencari alamat di mana Mang Ucup tinggal. Di sana saya di minta untuk beraudiensi dengan Raja Keraton DIY (Sri Sultan HB X) yang juga punya tempat tinggal di daerah Menteng.
Akhirnya saya bersama Pak Robert dan rekan lainnya; berkunjung ke rumah Sultan HB X. Bercermin dari kejadian tersebut, saya baru sadar bahwa Mang Ucup memiliki maksud sendiri untuk "menaikkan" derajat seseorang ke kedudukan yang lebih tinggi; dengan cara membenturkan kita dengan tokoh-tokoh nasional; sehingga dengan sendirinya kita terdampak oleh ketokohan tokoh tersebut.

Ada cukup banyak pengalaman lain yang sangat berharga yang saya dapatkan dari kepribadian Mang Ucup. Seperti saya diminta untuk mengoperasionalisasikan situs Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) dengan menjadi editornya; bahkan terakhir pada masa kampanye Pemilu Presiden 2014 kemarin saya pernah diminta untuk membuat tandingan "Tabloid Obor"; untuk menetralisir dampak negatif dari Tabloid "ilegal" tersebut. Tentu saja penuh "deg-degan" saja saya mengerjakan program tersebut bersama dengan rekan lainnya. Dalam tensi politik yang tinggi; tentu saja
mengerjakan pekerjaan di atas; seperti hidup dalam tensi atau tekanan hidup yang tinggi. Walaupun akhirnya, program tersebut tiba-tiba dihentikan pada tengah malam; dengan telpon mendadak dari Mang Ucup kepada saya yang meminta menghentikan pekerjaan tersebut; di mana Mang Ucup mengkhawatirkan keamanan dan keselamatan dari para pengelola tabloid tandingan yang akan diterbitkan. Berikut ini saya bukakan, satu bab yang pernah saya tulis dalam buku berjudul: "Mang Ucup Menaklukkan Dunia".

Dalam sejarah dunia Teknologi dan Informasi (TI) di Tanah Air, nama Robert Nio sempat menyedot kekaguman banyak kalangan di era tahun 80-an. Oleh para pakar komputer dan TI, beliau sempat dijuluki sebagai raja komputer. Di samping pula ahli dalam hal pemrograman, Mang Ucup nama kebanggan Robert Nio, juga dikenal luas sebagai pengusaha industri komputer ternama di Indonesia.
Robert Nio tercatat juga sebagai pelopor lembaga pendidikan tinggi komputer pertama di Indonesia dengan nama Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia-Amerika (LPKIA). Namun di balik kesuksesannya, ternyata menyimpan banyak misteri kehidupan yang tidak terungkap ke permukaan. Nah pada kesempatan yang berbahagia inilah, realitas kehidupan Robert Nio dapat diketahui dengan sejujur-jujurnya.

Robert Nio yang dilahirkan pada 19 Juli 1942 silam itu dengan nama lahir Nio Tjoe Siang. Robert Nio yang juga dikenal luas sebagai Direktur Utama Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) yang berkantor di Belanda dan pernah menorehkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai media massa dengan jumlah penulis terbanyak se-Indonesia, bermaksudkan membeberkan kepada publik siapakah sebenarnya jati dirinya. Tepat pada 19 Juli 2012 (besok), Jusuf Randi nama lain Robert Nio genap berusia 70 tahun.

Sebuah rentang usia yang sangat panjang, dan sangat langka manusia yang berusia pada umur tersebut masih terlihat sehat, bugar dan masih aktif melakukan pekerjaan bisnisnya. Yang terjadi kebanyakan adalah, banyak penduduk lanjut usia yang jompo, tidak aktif berkarya lagi. Bahkan sebagian yang lain, hidupnya ditopang dengan berbagai alat bantu kesehatan. Tetapi itu tidak berlaku bagi Robert Nio. Kunci utama Mang Ucup memperoleh panjang umur dan tetap dalam kondisi prima hingga sekarang adalah dengan banyak berolahraga. Setiap pagi sebelum menjalankan aktivitasnya Mang Ucup selalu maniak pergi ke ruang kebugaran. Dan meski usianya sudah lansia, otot lengan dan bahunya masih tetap kencang dan berotot, tidak kalah jika dibandingkan dengan mereka yang berusia 30-40 tahun.

Beliau yang dilahirkan di tengah keluarga sederhana, dengan 4 saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan, harus berjuang mati-matian dalam menggapai berbagai kesuksesan hidupnya. Prinsip hidup yang membedakan dari saudara-saudara kandungnya adalah kenekatannya dan mental pantang berputus asa. Entah mengapa tabiatnya sangat berbeda jauh dengan kakak dan adik-adik kandungnya.

Suatu ketika, ia sempat dimarahi bapaknya karena berani menyetir sebuah jip milik keluarga yang menabrak sebuah sekolahan, padahal usianya baru 8 tahun. Kenekatan Mang Ucup kecil memang tidak berhenti sampai di situ. Di masa menuju dewasanya nanti, Mang Ucup sampai berani bertaruh nyawa menghabiskan masa mudanya di berbagai negara Eropa. Yang ampuh lagi, hanya bermodalkan dengkul. Artinya, tidak mempunyai bekal uang (modal), relasi (kawan), bahkan bahasa asing. Hanya tekad dan keberanian yang membaja saja yang ada dalam dirinya semasa muda dahulu.

Nyali bisnisnya juga sudah sangat menonjol sejak kecil. Meksipun semasa masih duduk di bangku sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama divonis sebagai anak bodoh dan bandel. Salah satu gurunya pernah mengejeknya dengan mengatakan kalau otaknya lebih kecil daripada ayam. Artinya Mang Ucup kecil dinilai sangat bodoh, bahkan lebih bodoh daripada sekedar seekor ayam sekalipun.

Memang Mang Ucup yang dikenal tolol oleh para guru dan teman-temannya, pernah tidak naik kelas 1 dan 5 SD, serta harus mengulangi kelas kembali pada saat duduk dibangku SMP kelas 2.
Tetapi umpatan dari gurunya di atas, tidak membuat kecil hati (minder) Mang Ucup. Dengan tekad bajanya, Mang Ucup ingin membuktikan diri kepada dunia, bahwa dirinya adalah orang yang berguna bagi bangsa dan negara dan seluruh kehidupan dunia ini.
Cirikhas fisik yang melekat dalam tubuhnya adalah tompel. Ya, di mukanya menempel sebuah tompel.

Menurut pengakuan ibunya, sewaktu ia hamil kedua, pernah melihat dan membenci seorang karyawan diskotik yang wajahnya terdapat sebuah tompel. Entah mengapa, ketika ia melahirkan, hasilnya terdapat sebuah tompel yang menempel pada wajah anak keduanya itu. Tak ayal, dalam babak selanjutnya, Mang Ucup mendapatkan julukan juga sebagai si Tompel. Berdasarkan pranala China, Mang Ucup dilahirkan pada hari Minggu dengan shio Kuda. Watak kuda adalah perkasa, jantan, kuat, pantang menyerah, gesit dan tangkas. Dan tidak tertampik lagi, Robert Nio memiliki watak, karakter dan tabiat di atas.

Dan relevan dengan hal di atas, Mang Ucup sangat hobi berkuda sejak kecil. Setiap merayakan ulang tahun dirinya atau orang tuanya, Mang Ucup memberikan kado atau oleh-oleh dengan cara naik kuda. Tampak gagah dan terkesan "cow boy" banget.
Jiwa bisnisnya terasah semenjak kecil. Bisnis pertama yang masih sangat diingatnya adalah mencuri mangga milik tetangga sebelah. Dasar punya bakat bisnis. Mangga-mangga tersebut tidak sekedar dimakannya. Melainkan dibuat rujak, kemudian menjualnya. Hasilnya fantastis. Mang Ucup memperoleh uang dalam jumlah lumayan besar waktu itu. Melalui cara kreatif demikian, Mang Ucup yang waktu itu masih terbilang anak kecil bisa memberikan tambahan penghasilan untuk orang tuanya.

Mang Ucup sewaktu kecil memang terkenal dengan kenakalan dan keusilannya. Bagi kedua orangtuanya, kerap juga dibuat kesal. Lantaran hampir tiap malam, Mang Ucup jarang berada di rumah. Ayah dan ibunya ingin mencarinya, tetapi tidak tahu harus mencari di mana.

Bahkan karena di rumahnya berdekatan dengan kelenteng, ulah nakalnya tiba-tiba muncul di sana. Sesaji yang kerap dihidangkan oleh pihak kelenteng kerap dicurinya. Terutama sesaji berupa daging sangat digemari. Padahal teman sebayanya tidak berani mengotak-atik berbagai sesaji yang dihidangkan pihak kelenteng. Mereka menganggap sesaji-sesaji tersebut sakral dan ada makhluk halus yang menungguinya. Kebandelan Mang Ucup kecil inilah yang kemudian mengantarkannya menjadi kepala geng, dan membuatnya ia disegani oleh teman sepermainannya. (*)

Yogyakarta, 12 Desember 2015, pukul 11.40.12 WIB


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini. Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi JK 20 Okt 2017 15:13 WIB

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia