KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Masih Perlukah OSPEK?
Oleh : Mailany | 22-Apr-2010, 01:33:54 WIB

KabarIndonesia - Ospek dapat menjadi sebagai suatu tradisi pada kampus-kampus mengadakan pengkaderan massal(OSPEK) kepada mahasiswa-mahasiswi baru pada kampus mereka. Kegiatan Ospek, perlu diperhatikan disini adalah tujuan dan esensi yang diupayakan dari kegiatan tersebut, dan perlu diperjelas, ospek dengan metode semi militeristik ini “hanya” akan efektif bila dijalankan oleh pihak militer itu sendiri.

Suatu hari saya ber-chatting ria dengan seorang pemudi yang bernama Ita(nama samaran) di Internet, dan ternyata dia adalah seorang mahasiswa baru di kampus dia berada. Secara iseng saya bertanya bagaimana kegiatan ospek di kampusnya, lalu dia mulai bercerita panjang lebar. Intinya, ospek yang dilaksanakan di kampusnya memang tidak memakai metode semi militeristik, tetapi mahasiswa pelaksana ospek disana menggunakan metode “membentak”, “berteriak-teriak kasar”, “memukul-mukulkan kertas karton ataupun kayu ke tanah”, menurut saya tindakan ini juga termasuk metode semi militeristik tapi semi militeristik “dalam hati”, dimana setiap orang memiliki kerentanan psikologis yang berbeda-beda, sehingga hukuman yang serampangan ataupun perlakuan yang menekan mental pada ospek dapat menimbulkan suatu “Trauma Psikologis” tersendiri bagi beberapa orang.

Trauma ini pada akhirnya akan menimbulkan abnormalitas kejiwaan pada seseorang. Dan ketika Ita mengemukakannya semua pada saya, ternyata “Trauma” itu pada dia, dan sikap dia pun berubah, tanpa sadar dia menjadi orang yang suka marah dengan meledak-ledak, berteriak-teriak persis ketika para “senior” berteriak-teriak di kupingnya. Ini hal yang miris sekali, bahwa pengaruh “Trauma” tersebut dapat mengubah karakter jiwa seseorang menjadi tidak baik.

Sungguh disayangkan jika kegiatan ospek tersebut diisi dengan kenangan-kenangan buruk yang melekat pada jiwa seseorang, sehingga ketika mahasiswa baru tersebut selesai mengikuti Ospek, ada rasa “kebencian” yang melekat pada “senior-senior” mereka, mereka akan menjadi orang yang berpura-pura hormat pada “senior”, padahal di pikiran dan hati mahasiswa tersebut melekat kenangan buruk tentang Ospek yang mereka ikuti. Padahal jika dilihat dari dalam Ospek ini sangat berperan bagi mahasiswa baru yang sama sekali belum mengenal lebih dalam tentang apa “isi” kampus yang mereka pilih, bukan lebih mengenal “ke-kekuasaan”, “ke-senioritasan”, tapi lebih “ke-familiaran”, dan “kenyamanan”

Dalam dunia ke- “MAHASISWA” -an, saya sangat tidak setuju dengan adanya sebutan “senior-junior”, sepertinya ada jurang yang membedakan dimana “senior” ditempatkan dan “junior” berada, dalam dunia ke- “MAHASISWA” -an, adalah dimana kita bisa mendapatkan kasih yang tidak kita dapatkan jauh di luar sana, dimana kampus menjadi seperti “rumah kedua” yang menjadi tempat untuk kita nyaman berada. Jadikan otoritas bukan untuk berkuasa, tapi memimpin, sebagai pemimpin yang baik, ia tidak selalu mengucapkan kata “saya” tapi “kita”, tidak selalu menjadi “bos” tapi tetap menjadi pemimpin yang baik. Salam Mahasiswa!

Mailany, Mahasiswi Politeknik Batam


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindon

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia