KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanMengakhiri Ujian Nasional (UN) oleh : Syafbrani
20-Apr-2014, 12:39 WIB


 
 
Mengakhiri Ujian Nasional (UN)
KabarIndonesia - Secara kasat mata UN hanyalah merupakan bentuk tes tertulis bagi siswa. Tidak lebih! Tapi jika dibedah secara mikroskopis akan nampaklah jalur konvergensi (penyatuan) yang mengarah pada satu tujuan: TARGET KELULUSAN yang sepertinya sudah menjadi Tuhan!

selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Syukur Kita Kepada Guru 21 Apr 2014 11:07 WIB

Paskah Abadi 21 Apr 2014 11:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Masih Perlukah OSPEK?
Oleh : Mailany | 22-Apr-2010, 01:33:54 WIB

KabarIndonesia - Ospek dapat menjadi sebagai suatu tradisi pada kampus-kampus mengadakan pengkaderan massal(OSPEK) kepada mahasiswa-mahasiswi baru pada kampus mereka. Kegiatan Ospek, perlu diperhatikan disini adalah tujuan dan esensi yang diupayakan dari kegiatan tersebut, dan perlu diperjelas, ospek dengan metode semi militeristik ini “hanya” akan efektif bila dijalankan oleh pihak militer itu sendiri.

Suatu hari saya ber-chatting ria dengan seorang pemudi yang bernama Ita(nama samaran) di Internet, dan ternyata dia adalah seorang mahasiswa baru di kampus dia berada. Secara iseng saya bertanya bagaimana kegiatan ospek di kampusnya, lalu dia mulai bercerita panjang lebar. Intinya, ospek yang dilaksanakan di kampusnya memang tidak memakai metode semi militeristik, tetapi mahasiswa pelaksana ospek disana menggunakan metode “membentak”, “berteriak-teriak kasar”, “memukul-mukulkan kertas karton ataupun kayu ke tanah”, menurut saya tindakan ini juga termasuk metode semi militeristik tapi semi militeristik “dalam hati”, dimana setiap orang memiliki kerentanan psikologis yang berbeda-beda, sehingga hukuman yang serampangan ataupun perlakuan yang menekan mental pada ospek dapat menimbulkan suatu “Trauma Psikologis” tersendiri bagi beberapa orang.

Trauma ini pada akhirnya akan menimbulkan abnormalitas kejiwaan pada seseorang. Dan ketika Ita mengemukakannya semua pada saya, ternyata “Trauma” itu pada dia, dan sikap dia pun berubah, tanpa sadar dia menjadi orang yang suka marah dengan meledak-ledak, berteriak-teriak persis ketika para “senior” berteriak-teriak di kupingnya. Ini hal yang miris sekali, bahwa pengaruh “Trauma” tersebut dapat mengubah karakter jiwa seseorang menjadi tidak baik.

Sungguh disayangkan jika kegiatan ospek tersebut diisi dengan kenangan-kenangan buruk yang melekat pada jiwa seseorang, sehingga ketika mahasiswa baru tersebut selesai mengikuti Ospek, ada rasa “kebencian” yang melekat pada “senior-senior” mereka, mereka akan menjadi orang yang berpura-pura hormat pada “senior”, padahal di pikiran dan hati mahasiswa tersebut melekat kenangan buruk tentang Ospek yang mereka ikuti. Padahal jika dilihat dari dalam Ospek ini sangat berperan bagi mahasiswa baru yang sama sekali belum mengenal lebih dalam tentang apa “isi” kampus yang mereka pilih, bukan lebih mengenal “ke-kekuasaan”, “ke-senioritasan”, tapi lebih “ke-familiaran”, dan “kenyamanan”

Dalam dunia ke- “MAHASISWA” -an, saya sangat tidak setuju dengan adanya sebutan “senior-junior”, sepertinya ada jurang yang membedakan dimana “senior” ditempatkan dan “junior” berada, dalam dunia ke- “MAHASISWA” -an, adalah dimana kita bisa mendapatkan kasih yang tidak kita dapatkan jauh di luar sana, dimana kampus menjadi seperti “rumah kedua” yang menjadi tempat untuk kita nyaman berada. Jadikan otoritas bukan untuk berkuasa, tapi memimpin, sebagai pemimpin yang baik, ia tidak selalu mengucapkan kata “saya” tapi “kita”, tidak selalu menjadi “bos” tapi tetap menjadi pemimpin yang baik. Salam Mahasiswa!

Mailany, Mahasiswi Politeknik Batam


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindon

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Menduniaoleh : Irwan Gunawan
19-Apr-2014, 22:28 WIB


 
  Mangga Gedong Gincu, Si Menor yang Mendunia Membicarakan mangga gedong gincu, yang terbayang tentu saja rasanya yang asam manis, tekstur dagingnya yang berserat, bentuknya yang bulat dan warna kulitnya yang kemerah-merahan layaknya wanita berdandan menor dan genit. Inilah kesan pertama ketika menikmati mangga yang kini makin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu 2014 di Caledonia Baru 10 Apr 2014 11:57 WIB


 
Anjlok, Suara Demokrat di Jatim 20 Apr 2014 12:37 WIB

 

 

 

 
Pasar Terapung di Kalsel 06 Apr 2014 19:18 WIB


 

 
Zat Besi & Vitamin C 11 Apr 2014 21:57 WIB

Era Kualitas Kehidupan Perempuan 25 Mar 2014 21:45 WIB

 

 

 
Penyertaan Tuhan 20 Apr 2014 00:29 WIB

Satu Langkah Lagi 16 Apr 2014 16:47 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia