KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupAnnette Horschmann Peduli Danau Toba oleh : H. Asrul Hoesein
29-Sep-2014, 02:51 WIB


 
 
Annette Horschmann Peduli Danau Toba

KabarIndonesia – Medan, Green Indonesia Foundation Tour (GIFTour) dalam kunjungannya ke Kota Medan, Sumatera Utara, selama lima hari, sempat mengunjungi Pulau Samosir, Danau Toba yang berjarak sekitar 175 Km dari Kota Medan. Selain berwisata,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kebebasan Diri 29 Sep 2014 05:20 WIB

Kata-kata Nan Muncul Tiba-tiba 26 Sep 2014 05:49 WIB

 
Tigi Menuju Perubahan! 25 Sep 2014 13:11 WIB



 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 
Hobi Fotografi Tak Harus Mahal 29 Sep 2014 02:39 WIB


 
 
OPINI

Masih Perlukah OSPEK?
Oleh : Mailany | 22-Apr-2010, 01:33:54 WIB

KabarIndonesia - Ospek dapat menjadi sebagai suatu tradisi pada kampus-kampus mengadakan pengkaderan massal(OSPEK) kepada mahasiswa-mahasiswi baru pada kampus mereka. Kegiatan Ospek, perlu diperhatikan disini adalah tujuan dan esensi yang diupayakan dari kegiatan tersebut, dan perlu diperjelas, ospek dengan metode semi militeristik ini “hanya” akan efektif bila dijalankan oleh pihak militer itu sendiri.

Suatu hari saya ber-chatting ria dengan seorang pemudi yang bernama Ita(nama samaran) di Internet, dan ternyata dia adalah seorang mahasiswa baru di kampus dia berada. Secara iseng saya bertanya bagaimana kegiatan ospek di kampusnya, lalu dia mulai bercerita panjang lebar. Intinya, ospek yang dilaksanakan di kampusnya memang tidak memakai metode semi militeristik, tetapi mahasiswa pelaksana ospek disana menggunakan metode “membentak”, “berteriak-teriak kasar”, “memukul-mukulkan kertas karton ataupun kayu ke tanah”, menurut saya tindakan ini juga termasuk metode semi militeristik tapi semi militeristik “dalam hati”, dimana setiap orang memiliki kerentanan psikologis yang berbeda-beda, sehingga hukuman yang serampangan ataupun perlakuan yang menekan mental pada ospek dapat menimbulkan suatu “Trauma Psikologis” tersendiri bagi beberapa orang.

Trauma ini pada akhirnya akan menimbulkan abnormalitas kejiwaan pada seseorang. Dan ketika Ita mengemukakannya semua pada saya, ternyata “Trauma” itu pada dia, dan sikap dia pun berubah, tanpa sadar dia menjadi orang yang suka marah dengan meledak-ledak, berteriak-teriak persis ketika para “senior” berteriak-teriak di kupingnya. Ini hal yang miris sekali, bahwa pengaruh “Trauma” tersebut dapat mengubah karakter jiwa seseorang menjadi tidak baik.

Sungguh disayangkan jika kegiatan ospek tersebut diisi dengan kenangan-kenangan buruk yang melekat pada jiwa seseorang, sehingga ketika mahasiswa baru tersebut selesai mengikuti Ospek, ada rasa “kebencian” yang melekat pada “senior-senior” mereka, mereka akan menjadi orang yang berpura-pura hormat pada “senior”, padahal di pikiran dan hati mahasiswa tersebut melekat kenangan buruk tentang Ospek yang mereka ikuti. Padahal jika dilihat dari dalam Ospek ini sangat berperan bagi mahasiswa baru yang sama sekali belum mengenal lebih dalam tentang apa “isi” kampus yang mereka pilih, bukan lebih mengenal “ke-kekuasaan”, “ke-senioritasan”, tapi lebih “ke-familiaran”, dan “kenyamanan”

Dalam dunia ke- “MAHASISWA” -an, saya sangat tidak setuju dengan adanya sebutan “senior-junior”, sepertinya ada jurang yang membedakan dimana “senior” ditempatkan dan “junior” berada, dalam dunia ke- “MAHASISWA” -an, adalah dimana kita bisa mendapatkan kasih yang tidak kita dapatkan jauh di luar sana, dimana kampus menjadi seperti “rumah kedua” yang menjadi tempat untuk kita nyaman berada. Jadikan otoritas bukan untuk berkuasa, tapi memimpin, sebagai pemimpin yang baik, ia tidak selalu mengucapkan kata “saya” tapi “kita”, tidak selalu menjadi “bos” tapi tetap menjadi pemimpin yang baik. Salam Mahasiswa!

Mailany, Mahasiswi Politeknik Batam


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindon

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
International Press Card KabarIndonesiaoleh : Kabarindonesia
30-Sep-2014, 14:56 WIB


 
  International Press Card KabarIndonesia International Press Card HOKI ini merupakan Press Card yang bergengsi dan mempunyai nilai yang tinggi. Bagi mereka yang tertarik untuk bisa mendapatkan International Press Card HOKI sebagai reporter ataupun fotografer, silahkan menghubungi Redaksi KabarIndonesia melalui email ke info@kabarindonesia.com dengan subject/judul: “Saya
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMPB Minta Bupati Bireuen Mundur 30 Sep 2014 12:27 WIB

 

 
Indonesia Siap Hadapi Thailand 22 Sep 2014 13:06 WIB

Asian Games 2014 Resmi Dibuka 22 Sep 2014 11:59 WIB

 

 

 

 
Karang Taruna Peduli Kesehatan 26 Sep 2014 05:58 WIB

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia