KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Menghargai Sistem, Tunggu Hasil KPU, dan Jaga Persatuan

 
OPINI

Menghargai Sistem, Tunggu Hasil KPU, dan Jaga Persatuan
Oleh : Arwan Syahputra | 21-Apr-2019, 04:43:24 WIB

KabarIndonesia - Lhokseumawe, Pasca Pemilu yang lalu, segala macam bentuk dan upaya dalam mengklaim pemenangan masing-masing pasangan calon dilakukan, baik melalui lembaga survey, maupun survey internal Paslon Presiden dan wakil presiden. Kendati demikian, lembaga negara yang memiliki fungsi dan wewenang dalam mengumumkan hasil Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sesuai amanah Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Namun pada dasarnya, Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 belum diumumkan, tapi masih ada di antara Kandidat maupun tim sukses berserta relawan mengklaim dengan segala macam bahasa, bahwa yang terpilih telah menjadi presiden/wakil presiden 2019-2024.

Pengakuan, pernyataan, bahkan konferensi pers, yang menyatakan salah satu Paslon menang, berdasarkan survey internal/lembaga survey dipersilahkan saja, karena itu adalah hak individu yang tak bisa didikte dan dicampuri. Namun demikian, ada beberapa poin penting yang perlu ditekankan adalah "Persatuan Indonesia" sesuai termaktub dalam sila ke-3 Pancasila.

Klaim pemenangan itu, justru menggugat perdamaian dan persatuan Indonesia, pasalnya suhu politik yang kian memanas, masing-masing Paslon pun akan bertambah panas jika upaya "klaim" sedemikian terus berlanjut dan berlangsung. Bahkan ironinya lagi masih ada pendukung yang membuat poster "selamat atas kemenangan si A/B menjadi presiden dan wakil presiden 2019-2024" sungguh miris.

Rekapitulasi KPU terkait dengan hasil Pemilu 17 April 2019 akan diumumkan pada Mei mendatang, dan perlunya bersabar dalam menunggu Real Count KPU RI, bukan berpedoman dari "quick count" yang kebenarannya belum teruji secara empirik.

Seharusnya, sikap yang paling negarawan dari kedua Paslon, jika mereka bisa legowo dan menunggu hasil yang terpercaya secara fakta dan teruji, bukannya malah berpedoman pada "quick count" dan menyimpulkannya di waktu dini.

Imbasnya adalah "Buramnya keutuhan NKRI", dengan klaim sekian persen di A atau B, berdasarkan Survey Nasional bahkan internasional. Nantinya jika hasil dari KPU berbanding terbalik dengan klaim yang dilakukan, yang ada bukanlah menghargai hasil, tapi bisa saja berlaku makar, dengan merek "people power".

Untuk itu, menurut hemat saya jiwa patriot dan negarawan itu dibuktikan dengan bersabar dan tunggu hasil "Real Count" KPU RI.(*)




Penulis: Pemerhati Muda Demokrasi Indonesia

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia