KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiKapal dan Ratusan Penumpang Tenggelam di Perairan Simanindo-Tigaras, Danau Toba oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Jun-2018, 04:08 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas tenggelamnya kapal penumpang bernama KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba tepatnya 500 meter menuju dermaga Tiga Ras, Simalungun, Senin (18/6) sore sekitar pukul 17.30 wib.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

Surat Untuk Wakil Rakyat 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Narkoba Mengintai NKRI
Oleh : Iin Suwandi | 08-Mar-2018, 23:29:14 WIB

KabarIndonesia - Belanda dan Jepang menjajah Indonesia dengan cara kekerasan namun pelan tapi pasti penjajah berhasil diusir hingga saat ini. Kini cara kekerasan tidak berhasil maka cara lain diambil  untuk menghancurkan Indonesia melalui penyelundupan narkoba secara besar-besaran. 

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa akhir-akhir ini narkoba bukan lagi diselundupkan dalam jumlah satuan tertentu tetapi jumlahnya tak tanggung-tanggung mencapai ratusan ton. Diperkirakan sekitar kurang lebih 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 triliun dari RCC bakal masuk ke Indonesia. Informasi itu didapat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari Budi Waseso yang saat masih menjabat Kepala BNN. Boleh jadi cara inilah yang dianggap oleh berbagai kalangan yang dilakukan pihak China untuk menghancurkan Indonesia melalui narkoba dengan cara menyelundupkan ratusan ton ke Indonesia sesuai  data dan fakta yang ada.
    
Narkoba yang jumlahnya sampai ratusan ton dari China dapat diduga atau menandakan negeri Tirai Bambu itu ingin menghancurkan Indonesia. Ini bagian Perang Candu yang dilancarkan China. Pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah menyatakan bahwa Indonesia darurat narkoba. Oleh karena itu semua elemen yang ada tidak boleh menganggap kecil masalah narkoba dari China ini.  Adanya penyelundupan narkoba dengan jumlah yang begitu besar membuat publik berasumsi bahwa ada keterkaitan antara pihak sindikat yang ada di Indonesia dengan sindikat China dalam menjalankan bisnis haram tersebut. 

Makanya jangan heran bahwa selama ini penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Boleh jadi karena generasi muda bangsa Indonesia sangat potensial sehingga memungkinkan bangsa ini terus diincar untuk dijadikan sasaran empuk. Incaran bandar narkoba Internasional merupakan ancaman bagi keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga para pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. 

Kemungkinan besar saat ini China ingin menguasai segala bidang di Indonesia. Upaya itu dilakukan dengan segala cara termasuk melalui narkoba. Bila orang Indonesia mengkonsumsi narkoba dan lemah, maka dengan mudah China menguasai Indonesia. Bahkan sebelumnya ada tokoh berkomentar keras terhadap narkoba seperti Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, sependapat dengan sikap Bamsoet. "Saya sependapat dengan Ketua MPR dari fakta ini sudah sangat beralasan bagi NKRI putuskan hubungan diplomatik dengan RRC," tegas Anton seperti dikutip merdeka beberapa waktu lalu. 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu yang mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas agar tidak berkompromi dan main mata dengan para bandar atau penyelundup narkoba.

"Harus ditindak tegas". Tidak boleh main mata dengan para penyelundup narkoba serta melakukan apa yang mereka lakukan saat ini. Karena menurut Panglima TNI narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu TNI dan seluruh jajarannya berkomitmen tidak akan segan-segan untuk menindak setiap aksi penyelundupan dan penyalahgunaan narkoba. 

Dengan semakin mengguritanya sindikat narkoba membuat TNI memahami betul bahwa perang melawan narkoba, bukanlah suatu hal yang mudah. Kadispenad (Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh beberapa waktu lalu sebagaimana yang dirilis oleh berbagai media  menegaskan bahwa, dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama meraih kemenangan yang kita impikan untuk perang terhadap narkoba. Dengan melakukan pembersihan di lingkungan TNI AD,  telah menunjukkan semangat perlawanan dan pantang menyerah kita sebagai anak bangsa yang peduli akan keselamatan Ibu Pertiwi.

Rapatkan barisan, meskipun entah sampai kapan, tapi target kita bersama jelas, perangi narkoba dengan segala upaya dan daya, demi masa depan anak cucu kita, generasi emas bangsa ini. 

Saat ini serangan narkoba dari luar semakin masif sehingga membuat pihak TNI menyatakan secara terbuka bahwa bahwa Narkoba adalah musuh utama bangsa saat ini yang harus diperangi. Karena  masuknya narkoba itu jelas sebagai bentuk penetrasi musuh dalam strategi perang modern maupun konvensional karena sejak dulu RRC terkenal dengan strategi perang candu pembuka perang fisik untuk merusak moral musuh.

Modus operandi selama ini sangat unik yaitu dimulai dengan penyelundupan lewat ratusan ribu tiang pancang yang direncanakan untuk bangun gedung-gedung di pulau reklamasi. Lalu kemudian melalui kapal-kapal besar. 

Kondisi demikian begitu mengkhawatrikan dan membuat seluruh pihak merasa khawatir tentang kondisi bangsa yang disesaki narkoba dari luar. Namun ada secercah harapan datangnya dari TNI yang berkomitmen akan melawan narkoba sebagaimana yang banyak diberitakan bahwa TNI akan membantu memerangi narkoba. Karena sesungguhnya  pihak TNI dan TNI AD  menyadari bahwa  pondasi utama penyokong tegaknya bangsa ini dimulai dari keluarga. Ketika keluarga hancur, rapuh pula bangunan bangsa di negeri ini. 

Selanjutnya, keberlangsungan kehidupan suatu masyarakat, bangsa dan negara, ditopang oleh hadirnya generasi penerus, yakni generasi muda. Jika generasi muda sudah kehilangan masa depan, gamang menatap hidup, lantas apalagi yang bisa diharapkan bagi kehidupan bangsa ini dimasa yang akan datang?

Karena dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba ujung-ujungnya adalah kematian. Makanya kenapa narkoba menjadi momok menakutkan. Apalagi bangsa ini terus diincar oleh sindikat internasional sebagai ladang memasarkan barang laknat tersebut.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Indonesia Idol Guncang Tarutungoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
02-Jun-2018, 13:11 WIB


 
  Indonesia Idol Guncang Tarutung Maria Simorangkir juara Indonesia Idol 2018 mengguncang ribuan massa yang menghadiri kampanye akbar pasangan cabup/cawabup Tapanuli Utara JTP Hutabarat/Frengky Simanjuntak Kamis (31/5). Dua pasangan lainnya Nikson Nababan/Sarlandy Hutabarat dan Chrismanto Tobing/Hotman Hutasoit sudah melaksanakan kampanye akbar sesuai urutan yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Jadwal Piala Dunia 2018 13 Jun 2018 04:50 WIB

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia