KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nasakom Hari Ini

 
OPINI

Nasakom Hari Ini
Oleh : Ricki Maldini | 13-Mei-2017, 10:06:49 WIB

KabarIndonesia - Nasakom atau singkatan dari Nasionalisme, Agamisme dan Komunisme adalah bagian dari pemikiran Soekarno sebagai salah satu Founding Fathers bangsa Indonesia. Nasakom yang ditulis Soekarno pada tahun 1926 adalah bagian dari media perjuanganya yang ditulis dalam surat kabar untuk menyadarkan bahwa kita bangsa Indonesia adalah senasib seperjuangan yang dijajah oleh negara polisi kolonial Belanda.

Memang kala itu banyak berdiri organisasi atau partai politik, gerakan pemuda dan organisasi wanita, bergerak memperjuangkan hak-haknya dari lindasan kekurangajaran pemerintah kolonial Belanda, Namun kala itu masing-masing bergerak pada pemahaman organisasinya masing-masing tanpa mempunyai tujuan bersama untuk merebut Indonesia merdeka.

Kemudian lewat tulisan 'Nasakom'nya Soekarno berupaya untuk menyatukan aliran yang berbeda tersebut dalam satu tujuan yakni Indonesia merdeka. Perlu diketahui secara historis kelemahan dalam mencapai suatu tujuan bersama itu adalah tercerai-berainya kita dan hal itu dimanfaatkan Belanda lewat strategi divide et impera atau politik adu dombanya.

Nasakom Soekarno juga adalah salah satu ide yang mendongkrak adanya altar sumpah pemuda yang terjadi pada 28 oktkber 1928. Ini menjadi tonggak perjuangan nasional untuk merebut kemerdekaan dari kerangkeng penindasan bangsa barat dan yang mengaku sebagai cahaya Asia Timur Raya yakni kekaisaran Jepang. Adanya Nasakom akhirnya menyumbangkan makna perjuangan bagi putra-putri bangsa yang bermuara pada Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 45.

Belajar dari Soekarno dan Nasakomnya, saya ambil 2 (dua) makna. Pertama, Nasakom yang identik dengan nilai-nilai barat seperti nasionalisme ala Ottobeuer, Islam ala Muhammad dan budaya Arabiannya, serta komunisme dengan nabinya Marx mampu diracik mengikuti kultur masyarakat Indonesia. Artinya bahwa apa yang kita ketahui dari luar entah itu sebuah ide perjuangan atau apapun itu harus dikombinasikan dengan tempat kita berada, kalau tidak maka sesuatu itu akan tidak relevan atau sesuai.
 
Kedua, Nasakom mengajarkan kepada kita generasi muda, pemangku kebijakan bangsa, dan seluruh masyarakat Indonesia bahwa perbedaan bukanlah suatu hambatan. Nilai kekurangan perbedaan itu harus kita tutupi dengan sebuah persatuan agar Negara dan Bangsa kita mampu bangkit dari keterpurukan ini,

Kkontradiksi atau perbedaan ide, agama, golongan, ras dan sebagainya adalah wajar dan itu adalah kodrat hidup. Yang menjadi hal adalah bagaimana kita sebagai komunitas maayarakat yang sudah mengikat janji untuk hidup bersama ini dapat mengedapankan rasio sehat dan iman, serta nilai toleransi dan solidaritas tentang suatu permasalahan yang dihadapi. Untuk mencapai cita-cita yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 45 menuju masyarakat adil dan sejahtera. Akhirnya bukankah kita adalah masyarakat yang mempunyai kultur gotong royong serta musyawarah mufakat sebagai jalan keluar terhadap suatu masalah kemasyarakatan? (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia