KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Nasakom Hari Ini

 
OPINI

Nasakom Hari Ini
Oleh : Ricki Maldini | 13-Mei-2017, 10:06:49 WIB

KabarIndonesia - Nasakom atau singkatan dari Nasionalisme, Agamisme dan Komunisme adalah bagian dari pemikiran Soekarno sebagai salah satu Founding Fathers bangsa Indonesia. Nasakom yang ditulis Soekarno pada tahun 1926 adalah bagian dari media perjuanganya yang ditulis dalam surat kabar untuk menyadarkan bahwa kita bangsa Indonesia adalah senasib seperjuangan yang dijajah oleh negara polisi kolonial Belanda.

Memang kala itu banyak berdiri organisasi atau partai politik, gerakan pemuda dan organisasi wanita, bergerak memperjuangkan hak-haknya dari lindasan kekurangajaran pemerintah kolonial Belanda, Namun kala itu masing-masing bergerak pada pemahaman organisasinya masing-masing tanpa mempunyai tujuan bersama untuk merebut Indonesia merdeka.

Kemudian lewat tulisan 'Nasakom'nya Soekarno berupaya untuk menyatukan aliran yang berbeda tersebut dalam satu tujuan yakni Indonesia merdeka. Perlu diketahui secara historis kelemahan dalam mencapai suatu tujuan bersama itu adalah tercerai-berainya kita dan hal itu dimanfaatkan Belanda lewat strategi divide et impera atau politik adu dombanya.

Nasakom Soekarno juga adalah salah satu ide yang mendongkrak adanya altar sumpah pemuda yang terjadi pada 28 oktkber 1928. Ini menjadi tonggak perjuangan nasional untuk merebut kemerdekaan dari kerangkeng penindasan bangsa barat dan yang mengaku sebagai cahaya Asia Timur Raya yakni kekaisaran Jepang. Adanya Nasakom akhirnya menyumbangkan makna perjuangan bagi putra-putri bangsa yang bermuara pada Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 45.

Belajar dari Soekarno dan Nasakomnya, saya ambil 2 (dua) makna. Pertama, Nasakom yang identik dengan nilai-nilai barat seperti nasionalisme ala Ottobeuer, Islam ala Muhammad dan budaya Arabiannya, serta komunisme dengan nabinya Marx mampu diracik mengikuti kultur masyarakat Indonesia. Artinya bahwa apa yang kita ketahui dari luar entah itu sebuah ide perjuangan atau apapun itu harus dikombinasikan dengan tempat kita berada, kalau tidak maka sesuatu itu akan tidak relevan atau sesuai.
 
Kedua, Nasakom mengajarkan kepada kita generasi muda, pemangku kebijakan bangsa, dan seluruh masyarakat Indonesia bahwa perbedaan bukanlah suatu hambatan. Nilai kekurangan perbedaan itu harus kita tutupi dengan sebuah persatuan agar Negara dan Bangsa kita mampu bangkit dari keterpurukan ini,

Kkontradiksi atau perbedaan ide, agama, golongan, ras dan sebagainya adalah wajar dan itu adalah kodrat hidup. Yang menjadi hal adalah bagaimana kita sebagai komunitas maayarakat yang sudah mengikat janji untuk hidup bersama ini dapat mengedapankan rasio sehat dan iman, serta nilai toleransi dan solidaritas tentang suatu permasalahan yang dihadapi. Untuk mencapai cita-cita yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 45 menuju masyarakat adil dan sejahtera. Akhirnya bukankah kita adalah masyarakat yang mempunyai kultur gotong royong serta musyawarah mufakat sebagai jalan keluar terhadap suatu masalah kemasyarakatan? (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia