KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nestapa Anak Buah Kapal LG Perikanan Taiwan

 
OPINI

Nestapa Anak Buah Kapal LG Perikanan Taiwan
Oleh : S.riyanto, S.sit | 18-Apr-2017, 13:25:10 WIB

KabarIndonesia - Namanya Wahyudin Jufri, pemuda asal Sinjai, Sulawesi Selatan ini satu tahun yang lalu oleh perusahaan PT Satya Berdikari Nusantara Jakarta dikirim ke Kapal Perikanan Taiwan dengan Nama FV. Hai Zean No.31. Berbekal lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Jurusan Nautika Kapal Penangkap ikan, Wahyu demikian di panggil bertekad merubah nasib dirinya dengan bergabung ke kapal perikanan berbendera Taiwan.
    
Hampir 10 bulan Wahyu berlayar di kapal tersebut bergumul dengan ganasnya gelombang, panasnya cuaca dan kerasnya kondisi samudera. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Wahyu datang, tiba saatnya kapal ikan jenis Longline untuk sandar di Hikang, Kaohsiung awal Januari 2017.

Seluruh crew dari Vietnam, Philipina termasuk Indonesia sangat menanti momen itu, tetapi tidak bagi Wahyudin. Dua minggu sebelum kapal sandar Wahyudin sudah merasakan dadanya sakit dan sesak, serasa dunia tidak bernafas lagi bagi dia. Malang tidak bisa di tolak, untung tidak bisa diraih Wahyudin Jufri ABK LG di perikanan Taiwan jatuh pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dari dokter rumah sakit.   
Permasalahan Wahyudin bermula disini. Selama 2 bulan dirawat di Chung Ho Memorial Hospital biaya yang harus ditanggungnya adalah 1.030.000 NTD atau setara dengan 435 juta rupiah. Seandainya 2 tahun kerja pun Wahyudin tidak akan mampu membayar rumah sakit tersebut, apalagi dia berasal dari keluarga pas-pasan.

Permasalahan utama datang dari Perusahaan Agensi Taiwan dalam hal ini Shang Hung Human Resources Co Ltd, perusahaan Taiwan yang menempatkan Wahyudin tidak mengasuransikannya dengan asuransi kesehatan seperti ABK perikanan pada umumnya yang menggunakan permit yang harus dipotong gajinya untuk asuransi kesehatan mereka.
    
Akhirnya tanggal 5 April 2017 atas mediasi KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) dan melibatkan Kesatuan Pelaut Indonesia Perjuangan yang berafiliasi ke KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ) yang dipimpin oleh Andi Gani Nena Wea,SH;, Marine Beauru Kaohsiung, Chun Ho Hospital dan Asosiasi Agensi Taiwan bertemu untuk membicarakan nasib Wahyudin Jufri, yang sudah 2 bulan lebih dirawat di rumah sakit akibat penyakit hipertensi paru-paru (Stress Cardiomyopathy).
 
Beruntungnya Wahyudin Jufri, karena perusahaan Indonesia mau membantu biaya rumah sakit sampai 515.000 NTD dan sisanya menjadi tanggung jawab Agensi local Taiwan Shang Hung Human Resources Co Ltd yang di pimpin oleh Mr. Lee Jung Hsiang beserta ownernya. 

Wahyudin Jufri adalah satu dari sekian puluh ribu kasus yang menimpa ABK LG Perikanan di Taiwan, baik yang mencuat maupun tidak mencuat ke permukaan. Wahyudin termasuk beruntung  Perusahaan pengirimnya (Manning Agent) dari Indonesia mengasuransikan Wahyudin sebelum berangkat. Konyolnya perusahaan rekanan Manning agent di Taiwan tidak mengasuransikannya. Tetapi kasus ini sudah terblowup sampai ke BNP2TKI sehingga pemerintah pun peduli untuk menyelesaikan Warga Negara Indonesia yang sedang bermasalah.  

Melihat subtansinya ABK perikanan di Taiwan menurut KDEI di Taipe dibagi menjadi dua yaitu ABK Perikanan yang menggunakan permit dan ABK LG Perikanan yang berangkatnya cukup menggunakan LG.
Menurut Farid Maruf, Analis Ketenagakerjaan KDEI di Taipe Taiwan, yang paling susah untuk dilacak jika ada masalah ABK LG perikanan dengan Perusahaan agensi Taiwan. Pada umumnya ABK LG perikanan tidak melaporkan Perjanjian Kerja Lautnya di perwakilan Republik Indonesia sehingga kesulitan untuk melacaknya.

Dari 10 kasus yang sering terjadi seperti yang dialampi Wahyudin ini, hanya 1% dapat diselesaikan dengan baik dikarenakan Lemahnya Perjanjian Kerja Laut yang pada umumnya memberatkan crew itu sendiri.   

Dalam pertemuan tanggal 5 April 2017 yang dimediasi oleh pihak KDEI terungkap  bahwa ABK LG Perikanan tidak di Asuransikan oleh Agensi Taiwan/ dan Perusahaan perikanan Taiwan. Terbukti bahwa wahyudin jufri tidak dilindungi asuransi kesehatan, dan hanya dibekali asuransi kecelakaan kerja. Sehingga ketika dirawat di rumah sakit biayanya membengkak sampai 1.030.000 NTD nilai yang sangat fantastis.  

ABK LG Perikanan paling rentan dengan kecelakaan kerja dan perawatan kesehatan karena beban pekerjaan yang sangat berat, tetapi itu semua dilakukan karena tidak ada pekerjaan yang layak di negeri tercinta dengan gaji yang tinggi.  Banyaknya perusahaan pengirim ABK LG Perikanan yang bermasalah dikarenakan carut-marutnya tata kelola pengiriman ABK Kapal Perikanan secara umum. Banyak pemangku kepentingan yang menerbitkan policy tanpa melihat subtansinya.
 
Wahyudin adalah contoh masalah yang kompleks ini, perusahaan Taiwan Shang Hung Human Resources Co Ltd adalah contoh lengkap bagaimana dengan mudahnya "menghindar" dan lepas tangan terhadap masalah yang di hadapi. Kasus Wahyudin Jufri harus dijadikan pelajaran bersama dan jangan pernah terulang kembali, kita harus mengingatkan bahwa agensi yang tak bertanggung jawab seperti SHANG HUNG HUMAN RESOURCES CO LTD yang ternyata tidak terdaftar di Taiwan. Secara resmi harus segera ditertibkan dan affiliated corporate di Indonesia.

Menurut Asri Bramita Pasaribu, Perwakilan Agensi Wahyudin, PT Satya Berdikari Nusantara sejak 16 Maret 2016 tidak pernah menyuplai ABK Lagi ke Shang Hung Human Resources Co Ltd yang dahulu bernama Star Light Human Resource Co Ltd dikarenakan banyak kasus kecelakaan kerja di kapal yang melibatkan crew ABK mereka yang tidak terbayarkan asuransinya.

Menurut Sekjen Kesatuan Pelaut Indonesia Perjuangan Tonny Pangaribuan Perusahaan Shang Hung Human Resources Co Ltd, agensi taiwan tersebut sudah membuka cabang perusahaan di Indonesia atau Affiliated corporate  di daerah Tanjung Priok, Jakarta utara dan sudah mengirimkan puluhan crew di kapal-kapal Ikan yang di kelolanya, 

Kesatuan Pelaut Indonesia Perjuangan Sebagai Union Seafarer meminta harus segera di investigasi dan di usut tuntas. Mengingat PT sebelumnya yang bekerjasama sudah menghentikan dan menarik crew ABK LG Perikanan karena terdapat beberapa Crew mereka yang tidak terbayarkan asuransi kecelakannya dan mencegah jangan sampai korban-korban selanjutnya berjatuhan.

Dasar hukum pengiriman ABK LG perikanan Taiwan tersebut tumpang tindih dan harus segera dibenahi. Semoga nestapa Wahyudin Jufri segera berlalu dan tidak ada lagi wahyudin yang selanjutnya. "KPI Perjuangan hadir mengawal dan menjadi partner Pemerintah sebagai regulator  yang baik  dan dapat menerbitkan regulasi regulasi dalam perekrutan ABK Perikanan di Indonesia pada umumnya dan Pelaut secara khususnya" ujar Tonny Pangaribuan sebagai Sekjen Kesatuan Pelaut Indonesia Perjuangan .*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Modeloleh : Rohmah Sugiarti
24-Jul-2017, 06:03 WIB


 
  Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Model Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) menandatangani prasasti Desa Sejahtera Mandiri untuk Kampung Berseri Astra Keputih didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras (kanan), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia