KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Pancasila Dianggap Slogan Kosong?
Oleh : Aulia Asep Ralla | 31-Des-2008, 14:11:44 WIB

KabarIndonesia - Kita semua prihatin melihat falsafah Pancasila pada saat ini hanya dianggap sebagai slogan kosong tanpa makna, padahal Pancasila sesunggguhnya merupakan sumber dari segala sumber hukum.

Persoalannya, arah ideologi kita seperti di persimpangan jalan. Lalu nilai-nilai yang kita anut itu semakin samar-samar di telan olah nilai-nilai ideologi lain, sehingga terjadilah  tindak korupsi, anarkis merebak di mana-mana.  Atas kenyataan ini, seluruh rakyat Indonesia seharusnya merasa terpanggil untuk menggelorakan kembali Pancasila dengan beragam cara, karena Pancasila merupakan jawaban atas berbagai persoalan bangsa saat ini, seperti merebaknya pengaruh neo liberalisme, serangan kapitalisme serta globalisasi.

Pancasila telah terbukti menjadi perekat dan penjaga kemajemukkan bangsa kita. Seharusnya kita bangga dan terus mengamalkan ajaran Pancasila yang digali para pendiri negara ini. Tetapi, karena nilai-nilai kearifan lokal semakin ditinggalkan, yang ada nilai-nilai demokratis yang kebablasan, sehingga mendorong orang atau kelompok untuk menyelesaikan masalahnya dengan tindakan anarkis seperti diantaranya demo mahasiswa, buruh, petani dan kasus-kasus lain di negeri ini, serta nilai-nilai kapitalis merdorong orang bertindak korupsi, yang mengakibatkan rakyat kita semakin miskin.

Atas kejadian ini semua, tentunya dari pihak lain yang bertujuan mengganti ideologi Pancasila dan yang ingin menghancurkan NKRI ini, “dia pasti ketawa, ha...ha...ha.. gua menang.” Oleh karena itu, seiring dengan semakin kurangnya pemahaman terhadap  Pancasila ini, mari seluruh lapisan masyarakat untuk meyakini kembali bahwa  "Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa.” Saatnya Pancasila kembali direvitalisasi sebagai dasar filsafat negara dan menjadi “prinsipa prima” bersama-sama norma-norma agama.

Sebagai prinsipa prima, maka nilai-nilai Pancasila dan norma-norma agama merupakan dasar untuk seluruh masyarakat Indonesia berbuat baik. Pancasila harus tetap efektif jadi pedoman bangsa bila Bhinneka Tunggal Ika tetap ingin terjaga. Pluralitas bangsa Indonesia sudah jadi kenyatan sehingga perlu kekuatan pemersatu melalui payung semangat Bhinneka Tunggal Ika.               

Kekuatan pemersatu bangsa bukan diposisikan sebagai penyatuan terhadap keragaman budaya bangsa, melainkan menjadi semangat dan simbol bagi bekerjanya secara demokratis setiap tradisi dan budaya yang ada. Itulah tugas  bangsa kita, Pancasila sebagai pedoman bangsa justru menemukan efektivitasnya bagi penguatan jati diri dan peningkatan produktivitas bangsa.

Sementara itu, khazanah budaya dan keragaman agama dapat menjadi "mata air" bagi kemajuan bangsa dan bukan malah menimbulkan malapetaka yang hanya menyengsarakan rakyat.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Pasang Surut Sastra Bandingan 02 Jun 2019 07:39 WIB

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia