KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
OPINI

Pariwisata Danau Toba Butuh Tangan Dingin Siapkan Listrik, Air dan Toilet
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 22-Okt-2017, 13:27:24 WIB

KabarIndonesia - Keindahan Danau Toba yang telah tersiar hingga keseluruh pelosok dunia digadang-gadang akan dijadikan “monaco of asia”. Kerinduan akan keindahan danau toba semakin melekat dibenak para turis dari dalam maupun luar negeri. Kerinduan ingin memanjakan mata menikmati panorama Danau itu. 
Kawasan Danau Toba (KDT) yang dikelilingi 7 Kabupaten membutuhkan tangan-tangan dingin untuk memoles. Para pemikir se Republik berjuang keras mewujudkan cita-cita monaco of asia. Cita-cita tersebut mendapat respon yang positif dari pemerintah pusat dengan menganggarkan 21 triliun membangun KDT.

Namun, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian khusus pemerintah sebelum melangkah lebih jauh. Pantauan penulis saat ini berkeliling Pulau Samosir, Pemerintah perlu segera memperbaiki infrastruktur. Kawasan Samosir masih banyak yang diselimuti kegelapan pada saat malam hari. Demikian pula persoalan air yang kini menjadi persoalan mendasar bagi publik Samosir, termasuk menyangkut toilet (kamar mandi).

Pulau Samosir tergolong sepi dan gelap saat malam hari, dibuktikan dengan minimnya penerangan jalan umum. Pantauan penulis dan rekan awak media yang berkelililng, dari pelabuhan kapal ferry Tomok kecamatan Simanindo hingga desa Hariara Pintu, kecamatan Harian masih tergolong gelap di malam hari akibat minimnya penerangan jalan umum (PJU). Dapat dikatakan hanya seputar ibukota Kabupaten Pangururan yang memiliki PJU. 
Demikian pula persoalan air. Dari sejumlah desa yang telah dikunjungi, hampir keseluruhannya mengalami kekeringan. Bahkan, di Desa Hariara Pintu persoalan air bersih masih menjadi hal utama. Penduduk desa tersebut mengonsumsi air yang berwarna, diduga air tersebut mengandung zat besi sehingga berwarna kemerahan.
Satu hal lain, disamping permasalahan penerangan jalan umum dan air, adalah permasalahan toilet. Di sejumlah desa yang sempat dikunjungi masih belum semua penduduk yang memiliki toilet rumah maupun toliet umum. Seperti misalnya desa-desa di kecamatan Harian, kec. Sianjurmulamula, kecamatan Sitiotio (kawasan pulau Sumatera). Demikian juga desa di kecamatan kawasan pulau Samosir misal kecamatan Pangururan, Palipi, Nainggolan, Onanrunggu, hingga kecamatan Ronggurnihuta di bagian atas/ punggung pulau Samosir. 
Tercatat lebih dari dua pertiga desa dari 118 desa di Samosir yang mengalami kesulitan air, listrik dan tolilet. Rakyat yang bermukim di desa-desa tersebut mengimpikan kehadiran air dan penerangan. Bahkan di sebahagian wilayah itu masih belum mendapatkan fasilitas jaringan internet. 
Terkait hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah ke tujuh Kabupaten di kawasan danau toba (KDT) sebaiknya segera membangun infrastruktur pendukung wisata berupa penerangan jalan umum. Terkhusus Pemerintah Kabupaten Samosir sebaiknya segera peduli keadaan masyarakat yang merindukan air. 
Seorang penduduk yang biasa dipanggil Amani Marolop Samosir, penduduk Desa Tambun Sukkean dihadapan Kepala Desanya mengatakan bahwa benar wilayahnya merindukan air. Demikian pula Amani Candra Lumban Raja penduduk Desa Harian mengatakan hal yang sama. Amani Zetro Manjorang penduduk Desa Hariara Pintu mengungkapkan bahwa kekeringan di kampungnya membuat penduduk sering gagal panen. “Kami petani kentang sering gagal panen akibat kurangnya pasokan air…”, keluhnya kepada penulis dan rekan awak media. 
Untuk mewujudkan impian Danau Toba menjadi destinasi wisata sebaiknya diikuti perbaikan infrastruktur dan penyediaan air. Sebab bilamana ketersediaan air masih sangat diragukan, maka pariwisata dipastikan akan gagal total.(*)Penulis: Frans Samosir,  www.mulajadinews.com.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia