KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
OPINI

Pelibatan TNI Tangani Terorisme
Oleh : Iin Suwandi | 08-Jun-2017, 10:18:51 WIB

KabarIndonesia - Pelibatan TNI dalam penanganan terorisme tidak perlu terlalu dikhawatirkan, apalagi saat ini pasca-reformasi institusi TNI telah mengalami banyak perubahan terutama yang menyangkut persoalan Hak Asasi Manusia (HAM). Trauma abuse of power jika TNI dilibatkan tidak perlu dikawatirkan secara berlebihan.  Keinginan pemerintah melibatkan TNI dalam menangani terorisme tidak usah diributkan. Karena  hal tersebut tidak lain dan tidak bukan dalam rangka melindungi rakyat.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menginginkan pelibatan TNI dalam menangani terorisme. Presiden meminta pelibatan TNI tersebut dicantumkan dalam Rancangan Undang-Undang Anti Terorisme yang kini masih dibahas di DPR. Pemerintah merevisi undang-undang ini dalam rangka melindungi rakyat. 

Pelibatan TNI tangani terorisme sebagai bentuk upaya pemerintah mengerahkan seluruh kekuatannya dalam menghadapi ancaman.   Sebab dalam memberantas terorisme harus dilakukan secara menyeluruh. Karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa para pelaku teror menjalankan aksinya dengan total. Melawan terorisme tidak bisa parsial, tidak bisa hanya kelompok-kelompok tertentu. Karena mereka melakukan operasinya secara total. Jadi kita harus total. Justru kita menjadi salah apabila dalam menghadapi kekuatan yang ingin mengacaukan negeri ini tidak dengan seluruh kekuatan.

Mengenai bagaimana kewenangan TNI nantinya dan juga bentuk koordinasinya dengan kepolisian. Sebagai contoh nyata ketika Santoso cs dapat dibekuk dengan koordinasi dan kerjasama yang sangat elegan. Yang terpenting bagi rakyat dan bangsa adalah bagaimana bangsa Indonesia harus bersatu dan bersama-sama dalam memerangi terorisme. ‎Undang-Undang yang saat ini sedang digodok pasti juga mempertimbangkan masalah proporsionalnya, aturan mainnya bagaimana.   
Hakikat persoalan terorisme sangat kompleks dan harus dipahami mulai dari akar hingga cabang-cabangnya agar dapat memecahkan permasalahan terorisme yang tak kunjung berakhir. Harus dipahami dengan kompleks, dengan adanya keterlibatan TNI dalam penanganan terorisme maka diharapkan akan lahir solusi yang tepat karena terpetakan mana akar dan ranting dari problem terorisme.
   
Oleh karena itu, dalam revisi Undang-Undang Terorisme yang saat ini tengah dibahas di parlemen, perlu format dan mekanisme yang pasti agar semua kerjanya akuntabel ketika dihadapkan pada hukum dan rakyat.

Selain itu, pelibatan TNI juga harus diisi oleh orang berkompeten dan kredibel, yang sekaligus memiliki peran monitoring, evaluasi dan agenda penindakan.  Keterlibatan TNI harus tetap profesional, terukur, transparan dan akuntabel plus tidak menabrak koridor hukum yang berlaku dan jaminan HAM.(*)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia