KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiTiga Rahasia Harmonis SBY dan Ani Yudhoyono oleh : Rohmah S
24-Apr-2018, 05:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan rahasia keharmonisan rumah tangga bersama Ani Yudhoyono, kala berdialog dengan warga Kota Tangerang dalam lawatan Tour de Banten, Senin (23/4/2018) malam.

Rahasia tersebut diungkapkan SBY menjawab pertanyaan seorang warga
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ibu 25 Apr 2018 16:27 WIB

Pemimpin 01 Mar 2018 12:42 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Peran Media Massa dalam Pilkada Serentak 2015

 
OPINI

Peran Media Massa dalam Pilkada Serentak 2015
Oleh : Arozatulo Zebua | 07-Des-2015, 03:39:44 WIB

KabarIndonesia - Nias, Lembaga Pers atau media massa sesungguhnya memiliki peran penting dan sangat strategis dalam menyukseskan pesta demokrasi (pemilihan umum) di Indonesia, termasuk pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember 2015.

Media massa yang disebut sebagai pilar keempat kekuasaan (fourth state) ini dalam berbagai platform, baik media cetak, media elektronik, maupun siber (online) memiliki fungsi yang sangat besar. Menyampaikan informasi, edukasi, hiburan dan kontrol sosial adalah fungsi-fungsi yang diemban oleh media massa. Fungsi tersebut sangat erat kaitannya dengan kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman atas apa yang akan dan telah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, lembaga pers sebagai lembaga informasi memiliki tanggung jawab mengawal dan memenuhi kebutuhan/hak-hak publik atas informasi terkait pilkada.
Dalam Negara yang demokratis di mana kekuasaan ada ditangan rakyat, publik memiliki hak untuk mengetahui informasi, termasuk mengontrol dan mengawasi pemerintahan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. Disinilah peran media massa sebagai lembaga publik dengan karakteristiknya yang bisa memasuki ruang privat untuk melakukan fungsinya sebagai perpanjangan tangan hak-hak sipil atau hak publik. 
Dalam tulisan ini, kita ingin membahas peran media massa dalam menyukseskan dan mengawal program pemerintah yang diselenggarakan oleh penyelenggara pemilihan umum dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak yang diikuti 260 kabupaten/kota di 9 Provinsi, pada tanggal 9 Desember 2015 nanti.

Dapat dibayangkan bagaimana KPU Daerah akan sangat kerepotan jika harus mendatangi setiap warga satu persatu untuk menyosialisasikan setiap tahapan pilkada. Banyak hal yang harus diketahui masyarakat, misalnya syarat untuk dapat didaftar sebagai pemilih, cara mencoblos, cara berkampanye, aturan aturan pemasangan iklan di media massa danhal hal lain yang mesti diketahui oleh masyarakat tanpa terkecuali.

Salah satu contoh yang terkait adalah ketentuan pemasangan iklan di media massa. Banyak yang belum tahu bahwa menurut ketentuan dalam peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015, pemasangan iklan di media massa itu dilakukan 14 hari sebelum memasuki hari tenang. Masyarakat luas dan media massa pun mungkin ada yang belum mengetahui masa tenang itu kapan? Biaya pemasangan iklan dibayar siapa? Materi iklan dibuat oleh siapa? Lalu apa saja sanksinya jika menyalahi aturan-aturan tersebut?

Pertanyaannya, apakah KPU sudah memanfaatkan media secara maksimal untuk menyosialisasikan semua aktivitasnya sehingga bisa diketahui oleh umum? Sebaliknya, apakah media massa sudah menjalankan fungsinya sebagai media dalam arti yang sebenar-benarnya?

Sekali lagi, di Negara demokratis ini ada hak masyarakat yang harus dipenuhi, yakni hak mendapatkan informasi seluas-luasnya dari pemilik dan penyelenggara kekuasaan. Dalam hal ini KPU tentu berkewajiban memenuhi hak publik dan media massa turut berandil atas kewajiban menjalankan fungsinya. Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis, yang menaklukan Persia pernah berkata, "Aku Lebih Takut Kepada 4 Surat Kabar Dari Pada 100 Serdadu Dengan Senapan Bersangkur Terhunus!" (*)





Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini. Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Pelari Indonesia Pertama di FWD North Pole Marathon 2018 Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (kiri) sedang memberikan jaket FWD Life kepada Pelari Maraton Indonesia, Fedi Fianto (kanan) sebagai simbol FWD Life resmi melepas Fedi sebelum keberangkatannya ke Kutub Utara.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia