KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
OPINI

Provokasi dan Ancam Riau Merdeka oleh Seorang Anggota DPD
Oleh : Iin Suwandi | 21-Apr-2017, 23:23:37 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana yang pernah dirilis oleh situs Jppn.com pada (10/2) lalu berita yang berjudul "Wow Senator Ini Ancam Lanjutkan Perjuangan Riau Merdeka". Berita tersebut dikutip dari pernyataan Intsiawati Ayus, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesai (DPD RI) asal Provinsi Riau pada acara diskusi bertema "Penguatan Fungsi Lembaga Perwakilan Rakyat di Indonesia," yang dilaksanakan di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta.

Dalam pandangannya Ayus sendiri mengaku bahwa aspirasi Riau Merdeka pernah diperjuangkan olah ayahnya. Ditegaskan bahwa modal Riau untuk merdeka masih ada dan itu lebih dari cukup karena Riau dengan segala kekayaan alamnya tidak lagi harus berbagi dengan daerah lain. Selain itu Ayus menyampaikan bahwa DPD ini bekerja untuk mempertahankan NKRI. Kalau parpol serius bubarkan DPD, kami juga serius memperjuangkan kemerdekaan Riau.
            
Jika kita simak pernyataan anggota DPD tersebut di atas sungguh sangat disayangkan dan sangat disesalkan. Karena ini hanya sebagai pendapat pribadi dan hanya mewakili segelintir orang yang mengalami ketidakadilan ekonomi di Provinsi Riau. Seharusnya sebagai anggota Dewan terhormat tidak disampaikan di forum resmi karena masih dalam kerangka NKRI yang merupakan kesatuan pandangan dan menjadi sikap komitmen yang sudah seharusnya menjadi kampanye para wakil rakyat.             

Sesungguhnya gagasan agar Daerah Riau melepaskan diri dari NKRI adalah suatu gagasan yang tiba masa tiba akal. Artinya suatu gagasan yang keliru dan tidak terkonsepsional dan tidak dengan matang tapi hanya didasari dengan pikiran yang emosional dan sangat kental dengan sentrisme kedaerahan yang sangat kaku. Dengan adanya pandangan tersebut mereka tidak tahu latar belakang perjuangan para pejuang di Riau.             

Perlu diketahui bahwa setiap tetesan darah yang mengalir dari nenek moyang para pejuang Riau, dalam merebut dan mepertahankan kemerdekaan dulu untuk kemerdekaan Riau dan NKRI. Kalau sekarang para anak cucunya ingin melepaskan diri dari NKRI, apakah mereka tidak takut kualat dan berdosa/ sebagai pengkhianatan pada perjuangan nenek moyangnya.             

Seharusnya menurut logika orang sehat, para penggagas merasa bangga kepada rakyat atau kepada masyarakat Riau yang saat ini sebagian besar rakyatnya hidup dalam berkecukupan. Dapat dibuktikan kondisi Riau yang saat ini rakyatnya sebagian berkecukupan dalam kehidupan yang relatif makmur, tidak melarat sebagaimana apa yang dikemukakan oleh para penggagas.

Jika dibandingkan dengan daerah lain masih banyak daerah lain yang relatif melarat  jika dibandingkan dengan kondisi daerah Riau.  Bila dikatakan kekayaan Riau, telah berhamburan keluar, hingga masyarakat Riau dikatakan  melarat, apakah NKRI dapat dipersalahkan? Saat ini otonomi daerah penuh diberikan oleh pemerintah malah telah menimbulkan banyak orang kaya di daerah.
 
Oleh karena itu kita berharap agar gagasan Riau Merdeka secara akal sehat sangat tidak profesional dan tidak ideal, pembaharuan-pembaharuan yang sangat mustahil tercapai. Mereka hanya menggantung cita-cita atau khayalan semata. Karena gagasan tersebut hanyalah gagasan yang tidak lebih dari suatu perbuatan menggantang asap. Ingin lepas dari NKRI mereka lupa bahwa masih ada benteng kokoh yang dihadapi yaitu TNI. Karena TNI sebagai benteng pertahanan negara tidak pernah mentolerir segilintir orang yang ingin mendirikan negara dalam negara. *)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia