KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniAhmadiyah versi MUI oleh : Hans Wijaya
02-Sep-2010, 02:00 WIB


 
 
Ahmadiyah versi MUI
KabarIndonesia - Peristiwa kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia terus berlangsung dan terulang kembali. Terakhir, kekerasan menimpa jemaat Ahmadi di Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Sikap keras para penolak Ahmadiyah diwarnai dengan tindak kekerasan fisik yang cenderung melanggar hukum, hak
selengkapnya....


 

Enthusiasm by Fida R. Abbott

 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Lowongan Jurnalis 25 Jul 2010 19:29 WIB

Lowongan Desainer Grafis 19 Mei 2010 14:56 WIB

 
Tim Pencari Fakta Insiden Biau 02 Sep 2010 02:14 WIB

Polda Kepri Bekuk Jambret 29 Aug 2010 21:06 WIB

 
Seleramu yang Puitis 01 Sep 2010 00:37 WIB

Pekarangan Tubuh 30 Aug 2010 02:19 WIB

 
Floriade, Festival Bunga 20 Aug 2010 12:47 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Meneguhkan KeIndonesiaan Kita 29 Aug 2010 21:03 WIB

Purnama Theatre, Nasibmu Kini 19 Aug 2010 04:04 WIB

 

Refleksi Akhir Tahun 2009

 
OPINI

Refleksi Akhir Tahun 2009
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 24-Des-2009, 13:08:23 WIB

KabarIndonesia – Sahabatku, marilah kita sedikit merenungi tentang apa saja yang telah kita lakukan di tahun 2009 ini, dan persiaapan atau kegiatan apa saja yang akan kita lakukan di tahun 2010. Selamat merenungi hikmah berikut ini….------------------------------------------------------------------------
Apa arti tahun baru? Sebagian manusia menganggapnya sebagai tahun asa, tahun cahaya, tahun cita, tahun duka, tahun cinta, tahun derita, tahun harapan, tahun nestapa, tahun rasa, dsb. Penulis cenderung memilih tahun baru sebagai tahun cahaya.

Tahun cahaya adalah tahun dimana semua unsurnya memancarkan cahaya yang terang, membentuk harmoni yang cemerlang. Tahun dimana negeri kita memiliki manusia-manusia cahaya. Manusia seperti inilah yang diharapkan dapat mengelola alam-semesta secara bijaksana.

Apa itu manusia cahaya? Manusia cahaya adalah manusia yang telah tercerahkan sepenuhnya sehingga dapat menerangi dirinya sendiri, keluarganya, masyarakatnya, negaranya, dunianya, dan semesta raya. Singkatnya, manusia cahaya adalah mereka yang dirinya telah tercerahkan sehingga dapat mencerahkan semesta.

Lalu, bagaimana cara menjadi manusia cahaya? Caranya mudah dan sederhana.

Pertama, membersihkan hati dan diri dari berbagai noda dan dosa. Jika kita memiliki banyak dosa, perbuatan kita diwarnai hal-hal yang tercela, perkataan kita menimbulkan luka, maka sebaiknya kita segera sadar diri, bertaubat, memohon ampunan kepada Allah, bertekad tidak akan mengulangi lagi, dan konsisten di dalam menebar benih kebaikan dan menanam bibit cinta kasih.

Cara kedua adalah dengan mencegah diri dari semua penyakit hati, seperti: mudah berprasangka buruk, iri, dengki, takabur, suka pamer, dendam, dsb. Agar tidak terserang penyakit hati adalah dengan selalu bersyukur kepada Allah, tidak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain dalam hal duniawi (seperti: materi, kekuasaan, pangkat, kedudukan, jabatan, keluarga, kepandaian, dsb), senantiasa menyibukkan diri dengan berbagai hal yang berguna, dan tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain.

Manusia cahaya memiliki jiwa cahaya, jiwa yang suci, sehingga semua yang berada di sekitarnya ikut tercerahkan, dapat menemukan jalan Cahaya menuju ke sumber Cahaya. Manusia cahaya memiliki hati nirwana, sehingga bila berada di dekatnya, mudah merasakan kedamaian dan kebahagiaan sejati nan abadi.

Cara ketiga adalah dengan memiliki mindset (pola/paradigma berpikir) yang baik, benar, teratur, dan terarah. Mindset inilah pondasi kita untuk berpikir positif, kreatif, inovatif, selektif, dan produktif.

Sederhananya, apa yang kita pikirkan itulah yang akan menjadi kenyataan. Jika kita selalu berpikir tentang peluang, maka berbagai kemudahan dan kesempatan akan menyambut kita. Jika kita senantiasa berpikir tentang risiko, maka kesulitan dan krisis akan menghampiri kita. Oleh karena itulah sebaiknya setiap diri kita senantiasa berhati-hati di dalam berpikir.

Manusia cahaya memiliki pemikiran cahaya; pemikiran yang terang serta menerangi, pemikiran yang cerah serta mencerahkan. Dengan demikian semua persoalan hidup segera menemukan solusinya.

Cara keempat adalah berkata benar atau diam. Perkataan yang baik membawa kita kepada kebenaran. Perkataan yang benar membawa kita kepada kebijaksanaan. Perkataan yang bijaksana...inilah mata air kebaikan. Jika berbicara membuat kita binasa, maka diam itulah kebijaksanaan. Jika berbicara membuat jiwa tersiksa, hati terluka, dan raga menderita, maka diam itulah kebijaksanaan. Jika berbicara hanya sekadar berbicara, berkata tanpa makna, maka diam itulah kebijaksanaan.

Manusia cahaya, perkataannya adalah cahaya. Jika berkata maka kata-katanya adalah sumber kebenaran yang menerangi dan mencerahkan. Jika diam, maka diamnya pun merupakan jawaban.
Ya, benar...Bagi manusia cahaya, diam merupakan jawaban cahaya atas semua pertanyaan rahasia semesta.

Cara kelima adalah bertindak dan berbuat yang berguna secara hati-hati, terencana, dan bijaksana. Misalnya dengan membaca pengetahuan yang benar, menuliskan pengalaman yang inspiratif, mendengarkan nasihat yang bijaksana, mendendangkan lagu yang menggetarkan jiwa, dan sebagainya.

Segala tindakan dan perbuatan kita hendaknya dilakukan demi sang Mahacinta, atas petunjuk sang Mahakasih, sehingga cahaya Cinta Kasih dapat terasa di hati semua manusia dan menerangi semesta raya.

Jika kita bertindak atau berbuat hanya demi menggapai mimpi duniawi maka mustahil kita mencapai inti surgawi.

Bagi manusia cahaya, semua tindakan dan perbuatannya senantiasa mengingatkan manusia akan jatidirinya, menginspirasi jiwa untuk bertindak atas nama sang Maha Cinta-Kasih, mengasah nurani menjadi semakin suci, dan menyadarkan manusia selalu dalam harmoni. Bila manusia-bumi-semesta dalam harmoni, maka kita mudah merasakan kehangatan hati Ilahi.

Agar makna senantiasa abadi di dalam jiwa, maka marilah kita renungkan mutiara kata berikut ini:


Barangsiapa


Barangsiapa menebar doa
dia menuai Kehidupan

Barangsiapa menebar cinta
dia menuai Keabadian

Barangsiapa menebar kasih
dia menuai Kedamaian

Barangsiapa menebar benci
dia menuai kesengsaraan

Barangsiapa menebar derma
dia menuai kekayaan

Barangsiapa menebar ilmu
dia menuai kebijaksanaan

Barangsiapa menebar semangat
dia menuai kesuksesan

Barangsiapa menebar persahabatan
dia menuai kebahagiaan

Barangsiapa menebar permusuhan
dia menuai kehancuran


-- 0 I00I 0 --


Marilah kita menjadikan tahun baru 2010 sebagai tahun cahaya. Tahun dimana kita menjelma sebagai manusia cahaya, manusia yang menerangi dunia dan semesta.(*)


-- 0 I00I 0 --


Tentang Penulis
Dr. Dito Anurogo
A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities
(CIMSA). A member of
Forum Lingkar Pena (FLP) Semarang, Indonesia. A health consultant in www.netsains.com
--------------------------------------------------------------------------

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pengungsi Terancam ISPA dan Diareoleh : Andi Cristop
31-Aug-2010, 23:11 WIB


 
  Pengungsi Terancam ISPA dan Diare Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)
selengkapnya....
 
 

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
DFO Bermasalah dan Feng Shui 17 Aug 2010 23:37 WIB

Penganggur Usia Muda Meningkat 17 Aug 2010 13:45 WIB

 
Bantuan untuk 39 Atlet Siak 02 Sep 2010 14:37 WIB

Liga Inggris: Aroma Laga Terendus 29 Aug 2010 21:13 WIB

 
Belajar dari Warren Buffet 26 Jul 2010 22:59 WIB

Ustadz SolMed, Saingan UJE? 26 Jul 2010 22:29 WIB

 

 

 
Arah Perjuangan Baru JOTHI 20 Aug 2010 04:16 WIB

 
Eloknya Si Plirik van Java 31 Aug 2010 13:49 WIB

Perketat Pengawasan Tambang 27 Aug 2010 13:52 WIB

 
Sarana Komunikasi Tersendat 28 Aug 2010 02:10 WIB

Situs Porno Resmi Diblokir 19 Aug 2010 03:17 WIB

 
IIP Santuni Anak Yatim Piatu 25 Aug 2010 12:53 WIB


 
Yayasan Peduli Hutan Lestari
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia