KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
EkonomiMenjadi Milenial Produktif Masa Pandemi Covid-19 oleh : Setyo Sudirman
09-Sep-2020, 16:35 WIB


 
 
KabarIndonesia - Salah satu kepiawaian generasi milenial dibandingkan generasi sebelumnya adalah kemahiran dalam teknologi. Boleh dikata, generasi memang sudah terpapar teknologi sudah sejak lahir.

Kalau generasi sebelum milenial biasa menikmati teknologi dengan gegap gempita televisi, milenial sudah beda arahnya dengan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

SAYA SUDAH TIDAK BISA BERNAFAS LAGI
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 14-Jun-2020, 14:34:35 WIB

KabarIndonesia - Apabila seseorang mengungkap kalimat seperti judul diatas, berarti ia sudah berada DIAMBANG PINTU KEMATIAN. Dan hitungannya pun bukan hari atau jam lagi melainkan DETIK, sehingga harus segera ditolong!

Nasib inilah yg dialami oleh George Floyd yg barusan saja di PHK sebagai Satpam Resto. Uang terakhir yang ia miliki hanya AS$ 20 saja untuk beli rokok dan makanan untuk istri dan putrinya kesayangannya GIANA (6).

Ia sendiri menderita sakit jantung maupun kecanduan, terlebih lagi ia telah ketularan virus Corona.Namun ia tetap berusaha terus untuk mencari pekerjaan maupun sesuap makanan bagi keluarganya.

Dalam kondisi seperti itulah ketika George ditangkap dgn tuduhan sebagai pengedar SELEMBAR uang palsu AS$ 20”. Namun bukannya bantuan yg ia dapatkan, bahkan ditangkap dan dicekik lehernya dengan sekuat tenaga oleh Polisi setempat.

Mana mungkin ia bisa menahan cekikan leher yang sedemikian keras maupun kuat dalam kondisi badannya yang lemah dan sakit. Sehingga berulang kali ia telah memohon sambil meratap dan merintih dengan air mata berlinang karena kesakitan.

Dimana ia menyatakan, bahwa ia sudah TIDAK KUAT LAGI dengan ucapan: “I CAN’T BREATHE”.(Saya tidak bisa bernafas). Ia memohon dan merintih secara berulang kali, selama hampir SEMBILAN MENIT lamanya, namun tetap saja tidak digubris!

Bagaimana kuatnya pun seseorang, apabila dicekik terus menerus selama 8 menit dan 45 detik Non-Stop lamanya, tidak mungkin ia bisa bertahan. Dan akhirnya dengan badan lemas terkulai, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir!

“I CAN’T BREATHE” itulah rintihan terakhir yg diucapkan oleh George sebelum ia meninggal!

Kalimat I CAN’T BREATHE adalah JERITAN dari orang yg sudah tidak kuat dan mampu lagi untuk bisa bertahan hidup!. Kalimat tersebut menjadi viral sebagai lawan dari kalimat: “I have a Dream” yang diungkapkan oleh Martin Luther King
Dalam situasi ini pulalah yang saat ini sedang dirasakan dan dialami oleh kebanyakan penduduk di Indonesia. Disana mereka sudah tidak kuat lagi; sehingga menjerit minta ampun dgn ucapan diam “I CAN’T BREATHE” karena sudah tidak bisa bernafas lagi menjelang tibanya sang AJAL!

Cobalah renungkan sendiri berapa banyak perusahaan yang telah menjerit I CAN’T BREATHE, karena sudah tidak bisa "bernafas" lagi untuk mempertahankan usaha mereka. Mereka DICEKIK dgn berbagai cekikan, berupa peraturan wajib oleh pemerintah!?

Bukan hanya sekedar perusahaan saja yang menjerit, melainkan juga jutaan rakyat lainnya sudah tidak menerima gaji lagi akibat PHK, padahal perut tidak bisa nunggu. Apabila tidak segera dibantu; maka sudah bisa dipastikan banyak perusahaan akan ditutup alias DOOD.

Bahkan hingga saat ini saja sudah lebih dari 200 perusahaan yang ditutup, akibat LOCKDOWN dan lebih dari 15.000 pekerja telah di PHK. Sedangkan 70% perusahaan Textil akan menyusul dan mengalami nasib yang sama.

Rakyat sudah hampir tidak bisa bernafas lagi, karena dicekik. Dan anehnya bukannya kelonggaran yang mereka dapatkan, bahkan semakin dicekik lebih erat lagi dengan adanya Tagihan Listrik yang melambung. Iuran BPJS pun ditingkatkan yang disbut mereka MASIH WAJAR.

Jangankan untuk bayar iuran BPJS, untuk beli beras saja sudah Ora-Ono Doku lagi. Boro-boro cekikan ini diperlonggar, bahkan akan lebih diperketat lagi, kabarnya gaji pun akan dikurangi sebesar 2,5% untuk bayar Tapera.

Padahal mereka sudah menabung selama bertahun-tahun lamanya untuk biaya Naik Haji; hanya sayangnya usaha agar bisa lebih mendekat dengan Allah ini pun DIBATALKAN.

Yang sangat menyakitkan dan mencekik leher, warga yang ingin melakukan kegiatan cari makan antar daerah untuk kerja, wajib pula memiliki Surat Ijin (SIKM). Untuk mendapatkannya harus ada hasil test dari Rumah Sakit yang harus dibayar jutaan rupiah.

Namun Alhamdulillah, pemerintah telah menyatakan kesediaannya untuk mengganti biaya naik haji tersebut akan diganti dgn ONE WAY TICKET to Heaven! Siapa yang mau???

Saya hanya bisa turut mendoakan agar jeritan “I CAN’T BREATHE” ini bisa segera didengar oleh para pejabat sehingga DIBERIKAN KELONGGARAN untuk bisa bernafas sejenak saja. Maaf, bila pandangan dan pendapat saya ini salah dan mohon pencerahan.(MU)

Foto: Penulis Mang Ucup bersama para anak asuhnya di Jakarta.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia