KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilMelani Butarbutar: Tekad Putra Samosir, Melayani Aspirasi Rakyat Sepenuh Hati oleh : Wahyu Ari Wicaksono
05-Nov-2018, 09:11 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mengawali karir sebagai CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo Ambarita (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) dengan pangkat/golongan Juru Muda Tingkat I (I/b), pada Februari tahun 2017 lalu, Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar atau biasa disebut Melani Butarbutar
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku 09 Nov 2018 15:39 WIB


 
 
OPINI

Semangat Trikora
Oleh : Aulia Asep Ralla | 31-Des-2008, 15:53:23 WIB

Kabarindonesia- Tanggal 19 Desember 1961 dicatat sejarah sebagai peristiwa penting bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saat itu, Presiden Soekarno menyampaikan secara lantang Tri Komando Rakyat di depan rapat raksasa di Yogyakarta.
 
Seruan pendiri bangsa ini menjadi titik balik yang menentukan masuknya wilayah Papua ke Indonesia.Tri Komando Rakyat, yaitu 1. Gagalkan Pembentukan Negara Boneka Papua buatan Belanda, 2. Kibarkan sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia, 3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.             Momentum ini kemudian menjadi peringatan Hari Trikora sebagai hikmah bangsa Indonesia yang tetap menginginkan fondasi persatuan dan kesatuan yang kokoh, tidak dapat lagi dipisah-pisahkan hanya karena perbedaan cara pandang dan perbedaan ras.      

       Dikomandokannya Trikora oleh Bung Karno, menandai digunakannya segenap kekuatan TNI/Polri dan komponen rakyat Indonesia, termasuk yang ada di Irian Barat, bahu-membahu mengusir Belanda di Irian Barat.


Itulah catatan sejarah, yang tertulis dengan tinta emas dalam perjalanan NKRI. Namun seiring berjalannya waktu, kini banyak orang berpendapat bahwa pembangunan  di Papua, tidak sepesat pembangunan di wilayah lain. Pendapat ini ada benarnya, karena kenyataan di Papua walaupun memiliki  sumber daya alam yang melimpah, baik tambang emas dan hasil hutan, tapi masyarakatnya masih hidup dalam keprihatinan. 

Di beberapa desa masih terdapat masyarakat primitif, yang taraf hidupnya jauh dari layaknya rakyat Indonesia. Selain itu, terhambatnya pembangunan di Papua juga disebabkan masih adanya separatisme, yaitu sekelompok orang yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagaimana mau membangun Papua dengan baik, kalau saja masih ada gerombolan yang mengacaukan jalannya program pembangunan yang tengah berjalan. Secara umum, program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan, terus dilakukan pemerintah untuk mensejajarkan warga Papua, sama seperti warga negara indonesia yang berada di wilayah-wilayah lain Indonesia.
 

Gerakan separatisme yang bertujuan untuk memerdekakan Papua terpisah dari NKRI  diyakini sebagai salah satu penghambat pembangunan di Papua. Kendati jika diukur dari kekuatan bersenjatanya, memanglah sangat kecil. Namun yang jelas, keberadaan kelompok separatis tersebut sedikit banyak telah mengganggu kelancaran   pembangunan di wilayah Papua. Sehingga proses percepatan pembangunan dan peningkatan taraf kesejahteraan hidup rakyat Papua menjadi berjalan lamban. Papua tetap saja tertinggal   dengan   daerah -daerah   lain  di   Indonesia.

Upaya   untuk meningkatkan dan memeratakan pembangunan telah berjalan dengan cukup optimal, diantaranya melalui pemberian Otonomi Daerah (Otda) dan pemekaran wilayah. Akhir akhir ini banyak diantara anggota OPM yang  ingin bergabung dan kembali kepada Negara Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mulai sadar, bahwa pembangunan di Papua lebih penting daripada menjadi anggota separatis yang sia-sia dan membuang-buang waktu.

Jika pada proses selanjutnya, para anggota dan simpatisan OPM banyak yang sadar, menyerahkan diri, dan bergabung dengan saudara-saudaranya yang lain membangun Papua, maka cepat atau lambat ketertinggalan dan keterbelakangan yang dialami rakyat Papua akan teratasi.

Rakyat tidak perlu curiga kepada kehadiran TNI, begitu pula sebaliknya, TNI tidak perlu represif dalam menangani warga Papua yang belum sepaham dengan pemerintah. Mudah mudahan dengan semangat  Trikora, Papua akan menjadi daerah yang sangat makmur, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa melebihi daerah lainnya di Indonesia, mengingat bumi Papua memiliki potensi dan kandungan kekayaan alam yang sangat berlimpah, yang selama ini telah memberikan kontribusi sangat besar kepada negara Indonesia.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawaoleh : Rohmah S
12-Nov-2018, 10:18 WIB


 
  Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno (kedua kiri) didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) saat flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa di Surabaya (12/11).
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia