KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalForum Promoter 2018 POLRI: Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 (1) oleh : Rohmah S
23-Mei-2018, 12:15 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara.

Pangan memiliki peran dan fungsi vital bagi bangsa dan Negara Indonesia.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Laju 10 Kilometer 22 Mei 2018 14:44 WIB

Ranting Putih 22 Mei 2018 14:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Separatis Bersenjata Harus Ditumpas Habis
Oleh : Iin Suwandi | 14-Feb-2018, 11:44:39 WIB

KabarIndonesia - Tindakan separatisme pasti tindakan yang bertentangan dengan norma agama, norma masyarakat dan norma hukum. Kerja separatis tidak jauh-jauh dari intimidasi, teror, perkosaan kepada rakyat dan bahkan membunuh sudah menjadi hal yang rutin. Separatisme adalah suatu paham yang bertujuan memisahkan diri dari daerah tempat tinggalnya dan Negara yang menjadi induknya, dan secara lambat laun berkembang menjadi Negara sendiri yang merdeka serta berdaulat. 

Sebagaimana yang dilansir beberapa media belakangan ini dengan terjadinya penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/2) lalu. Tidak tanggung-tanggung  anggota TNI Satgas Ban Timsus Sinak ditembak saat sedang belanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Sinak. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit, membenarkan adanya kasus penembakan oleh KKSB yang menyebabkan satu anggotanya tewas. Pratu Sandi meninggal akibat luka tembak yang dialaminya di telinga kiri hingga tembus ke pipi.

Dengan  adanya penembakan tersebut sesuai tugas dan tanggungjawabnya, TNI akan bertindak tegas kepada kelompok separatis yang ingin mendirikan negara dalam negara yang bertentangan dengan hukum  yang berlaku. TNI harus melakukan penumpasan separatis di Papua dengan berpedoman pada  Pasal 7 ayat 2 UU RI No 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang mengisyaratkan salah satu tugas pokok TNI melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk mengatasi gerakan separatis bersenjata di Papua. 
Dengan demikian, adalah tidak salah kalau Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman mengingatkan kepada TNI bahwa  pada suatu saat akan masuk pada era perubahan tata pemerintahan dan tata masyarakat yang demokratis, dan demokrasi itu sendiri bukanlah tujuan tetapi hanya sarana untuk mencapai tujuan. 

Dalam amanatnya, Panglima Jenderal Besar Soedirman pada peringatan hari Angkatan Perang Republik Indonesia atau hari ABRI, mengatakan bahwa "Anak-anakku Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi, yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu Negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa harta benda dari rakyat dan Bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapapun juga". (Jogjakarta, 5 Oktober 1945).

Cara penyelesaian terbaik yang ditempuh Negara terhadap separatisme adalah pencegahan/preventif sesegera mungkin, karena telah mengarah kepada tindakan  kekerasan dan pembunuhan kepada aparat negara.  Penembakan  Pratu Sandi anggota Kopassus beberapa waktu yang lalu oleh separatis KKSB Papua tidak boleh dibiarkan. Pelakunya harus tetap dicari hingga ketemu hidup atau mati, sebab jika dibiarkan berkeliaran maka korban akan semakin banyak berjatuhan. Baik korban sipil maupun dari korban aparat. Jadi pelaku penembakan harus dituntaskan hingga tertangkap. Sebab jika tidak ada tindakan tegas, tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain lagi.

Seperatis harus dilawan dengan kekuatan bersenjata karena kelompok KKSB  juga memiliki senjata. Tidak ada tempat bagi pelaku kriminal. Mereka hanya dua pilihan, kembali ke pangkuan NKRI atau mati. Lawan negara berarti separatisme KKSB siap melawan aparat TNI. Kalau tidak mau menyerah, aparat harus berani ambil sikap tegas habisi hingga tidak tersisa. Rakyat Papua  selalu menanti karya aparat TNI dalam  menumpas  kejahatan bersenjata. Rakyat Papua akan selalu berdiri di belakang aparat TNI demi kemaslahatan bangsa dan negara. Rakyat Papua rindu kedamaian dan butuh aparat yang tegas.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Rayakan Ramadhan, Shopee Ajak Pengguna Berbelanja dan Beramal di Bulan Suci Rezki Yanuar, Brand Manager Shopee Indonesia memaparkan kampanye Ramadhan Shopee dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun 2018.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 
Tempat Sampah Pintar 17 Mei 2018 22:48 WIB


 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia