KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

Senja Kan Berlalu 19 Jan 2019 14:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 
 
OPINI

Separatis Bersenjata Harus Ditumpas Habis
Oleh : Iin Suwandi | 14-Feb-2018, 11:44:39 WIB

KabarIndonesia - Tindakan separatisme pasti tindakan yang bertentangan dengan norma agama, norma masyarakat dan norma hukum. Kerja separatis tidak jauh-jauh dari intimidasi, teror, perkosaan kepada rakyat dan bahkan membunuh sudah menjadi hal yang rutin. Separatisme adalah suatu paham yang bertujuan memisahkan diri dari daerah tempat tinggalnya dan Negara yang menjadi induknya, dan secara lambat laun berkembang menjadi Negara sendiri yang merdeka serta berdaulat. 

Sebagaimana yang dilansir beberapa media belakangan ini dengan terjadinya penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/2) lalu. Tidak tanggung-tanggung  anggota TNI Satgas Ban Timsus Sinak ditembak saat sedang belanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Sinak. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit, membenarkan adanya kasus penembakan oleh KKSB yang menyebabkan satu anggotanya tewas. Pratu Sandi meninggal akibat luka tembak yang dialaminya di telinga kiri hingga tembus ke pipi.

Dengan  adanya penembakan tersebut sesuai tugas dan tanggungjawabnya, TNI akan bertindak tegas kepada kelompok separatis yang ingin mendirikan negara dalam negara yang bertentangan dengan hukum  yang berlaku. TNI harus melakukan penumpasan separatis di Papua dengan berpedoman pada  Pasal 7 ayat 2 UU RI No 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang mengisyaratkan salah satu tugas pokok TNI melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk mengatasi gerakan separatis bersenjata di Papua. 
Dengan demikian, adalah tidak salah kalau Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman mengingatkan kepada TNI bahwa  pada suatu saat akan masuk pada era perubahan tata pemerintahan dan tata masyarakat yang demokratis, dan demokrasi itu sendiri bukanlah tujuan tetapi hanya sarana untuk mencapai tujuan. 

Dalam amanatnya, Panglima Jenderal Besar Soedirman pada peringatan hari Angkatan Perang Republik Indonesia atau hari ABRI, mengatakan bahwa "Anak-anakku Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi, yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu Negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa harta benda dari rakyat dan Bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapapun juga". (Jogjakarta, 5 Oktober 1945).

Cara penyelesaian terbaik yang ditempuh Negara terhadap separatisme adalah pencegahan/preventif sesegera mungkin, karena telah mengarah kepada tindakan  kekerasan dan pembunuhan kepada aparat negara.  Penembakan  Pratu Sandi anggota Kopassus beberapa waktu yang lalu oleh separatis KKSB Papua tidak boleh dibiarkan. Pelakunya harus tetap dicari hingga ketemu hidup atau mati, sebab jika dibiarkan berkeliaran maka korban akan semakin banyak berjatuhan. Baik korban sipil maupun dari korban aparat. Jadi pelaku penembakan harus dituntaskan hingga tertangkap. Sebab jika tidak ada tindakan tegas, tidak menutup kemungkinan akan ada korban lain lagi.

Seperatis harus dilawan dengan kekuatan bersenjata karena kelompok KKSB  juga memiliki senjata. Tidak ada tempat bagi pelaku kriminal. Mereka hanya dua pilihan, kembali ke pangkuan NKRI atau mati. Lawan negara berarti separatisme KKSB siap melawan aparat TNI. Kalau tidak mau menyerah, aparat harus berani ambil sikap tegas habisi hingga tidak tersisa. Rakyat Papua  selalu menanti karya aparat TNI dalam  menumpas  kejahatan bersenjata. Rakyat Papua akan selalu berdiri di belakang aparat TNI demi kemaslahatan bangsa dan negara. Rakyat Papua rindu kedamaian dan butuh aparat yang tegas.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Haruskah Beragama? 18 Jan 2019 16:17 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia