KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 

Siapkah Pekerja Kita Menghadapi Pasar Bebas?

 
OPINI

Siapkah Pekerja Kita Menghadapi Pasar Bebas?
Oleh : Adi Supriadi | 29-Des-2007, 11:06:08 WIB

KabarIndonesia - PERNYATAAN bahwa kondisi ekonomi nasional dewasa ini berada dalam kemelut, memang terlampau ektrems dan tampaknya lebih ditujukan sebagai kritik untuk menggugah perhatian. Betapa tidak, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 % tidak mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Sementara itu, Kompetensi Pekerja kita masih jauh dari standar Kompetensi internasional, Pendidikan tidak mengarahkan terciptanya sumber daya manusia yang cerdas, berdaya dan handal di lapangan pekerjaan, buktinya begitu banyak lowongan pekerjaan tetapi yang mengherannya calon tenaga kerja kita kesusahan mencari pengusaha yang mau memperkerjakan mereka. Kondisi Lembaga pendidikan kita tidak lebih merupakan "mesin pencetak" manusia-manusia yang siap untuk menganggur, tidak kreatif, dan cenderung menunggu peluang kerja.

Akar Masalahnya
Kita coba lihat bagaimana hebohnya para orang tua di tahun ajaran 2007/2008 tentang membengkaknya biaya pendidikan, begitu melangit hingga mereka harus menjual barang-barang kesayangan mereka atau bahkan berhutang untuk menutupi biaya pendidikanya, kemudian kurikulum pendidikan yang tidak konstans, tetapi setiap bergantinya Menteri maka bergantilah kurikulum, sedikitnya porsi ilmu agama dibanding ilmu umum juga masalah yang lain, kurikulum pendidikan kita hanya bertumpu pada nilai-nilai materialistik, serta belum jelasnya Pelajar kita kalau tamat mau jadi apa?. Persaingan global pasar bebas sudah diambang mata, hal ini semakin menambah buramnya potret bangsa kita.

Sedangkan Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) pun yang pada awalnya didesain untuk lebih mengapresiasi kreativitas siswa dan guru, serta lahirnya lulusan yang siap kerja belum berjalan efektif. Salah satu kendalanya adalah minimnya budget, sangat ironi memang. Solusi yang menyuruh atas persoalan ini memang cukup complicated. Apalagi hal tersebut meniscayakan keterlibatan penguasa. Namun sayangnya, penguasa di negeri ini lebih tertarik untuk memikirkan bidang politik dan ekonomi, ketimbang bidang pendidikan. Sungguh ironis.

Terlepas dari solusi menyeluruh tersebut, sebenarnya masih ada kesempatan mencari alternatif pemecahan masalah tersebut, meski tidak secara komprehensif. Beberapa solusi parsial yang dapat ditempuh oleh pihak yang bertanggungjawab terhadap persoalan kompetensi ketenagakerjaan kita.

Pertama, memprioritaskan kualitas mata pelajaran bahasa, baik bahasa inggris, Jepang, Mandarin dan arab sebagai bahasa perdangangan dipasar bebas. Bahasa adalah komptensi terpenting bagi pencari kerja, skill ini mutlak ada di setiap calon tenag kerja kita.

Kedua, Orientasi Pendidikan yang mengarah kepada besarnya peluang kerja (link and match) atau dengan pertimbangan bahwa jurusan tersebut dapat membuka lapangan kerja (wirausaha). Sehingga, ketika mereka sudah lulus dari sekolahnya sudah terkondisikan berdasarkan tuntutan pasar bebas.

Ketiga, Kesadaran untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri harus tertanam di calon tenaga kerja kita. Tidak perlu tergantung pada pengajar. Tetapi lebih mandiri untuk menentukan nasib dimasa yang akan datang.

Keempat, Pasar bebas dapat meningkatkan serbuan ide-ide asing yang belum tentu sesuai dengan karakter bangsa, seperti pergaulan bebas, seks bebas, gaya hidup konsumtif dan permisif (serba boleh), dan paradigma sekuleristik, maka nilai-nilai religiusitas di masing-masing lini harus ditingkatkan, di lembaga pendidikan, keluarga dan lingkungan masyarakat

Kerja sama seluruh stakeholder dalam hal ini sangat menentukan. Program-program peningkatan kompetensi melalui pelatihan yang mendapatkan sertifikasi akan membantu calon tenaga kerja dapat diterima bekerja diberbagai perusahaan sehingga angka pengangguran dan kemiskinan dapat di tekan. Pelatihan-pelatihan yang terkait dengan peningkatan kompetensi calon tenaga kerja harus menjadi prioritas utama, kemudian adanya sertifikasi secara nasional dan internasional serta penempatan tenaga kerja berdsarkan kompetensi mereka akan membuat gemilangnya indonesia dimasa mendatang.

Inilah beberapa alternatif yang dapat dilakukan guna menghadapi persaingan global nanti. Kita tentu sepakat bahwa kita tidak bangsa kita menjadi penonton di kandang sendiri, atau menjadi pengontrak dirumah sendiri sebagai akibat tidak siapnya kualitas manusia dalam bersaing di era global ini. Wallahu a'lam bishawwab.*

*) Penulis adalah Asisten Manager HR Rabbani Holding, Trainer Motivasi & Pengembangan Diri Etos Career Develovment Centre Bandung Jabar (081573530788)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia