KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (2): Menemukan Resonansi Ilahi oleh : Tonny Djayalaksana
10-Des-2018, 15:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pada tulisan "Dualitas Ghaib-Nyata Bagian 1" telah dipaparkan tentang adanya fenomena manusia yang bisa berbicara dengan flora dan fauna. Temuan kenyataan tersebut serupa dengan yang diceritakan dalam Al Quran tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang diberi keutamaan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Skenario Menjatuhkan TNI
Oleh : Iin Suwandi | 19-Okt-2017, 00:54:29 WIB

KabarIndonesia - Akhir-akhir ini  kita  dikejutkan sejumlah kasus pelecehan kepada institusi Tentara Nasioanl Indonesia (TNI) yang kita kenal sebagai institusi yang diseganai dan dihormati.   Diawali dengan adanya postingan potongan gambar tweet yang mengatasnamakan Nikita Mirzani diduga menghina Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu yang lalu. Dalam potongan gambar tersebut akun Nikita Mirzani mengomentari  "film G30S/PKI akan lebih seru jika Jenderal Gatot Nurmantyo ikut dimasukkan ke dalam Lubang Buaya".

Atas kejadian tersebut  Nikita Mirzani  pun menyampaikan permintaan maafnya agar kasus serupa tidak terulang lagi. Terlebih lagi, janda dua anak itu beralasan sedang fokus mencari nafkah kedua buah hatinya. "Niki minta tolong banget untuk semua orang yang kalau Niki punya salah, mohon dimaafkan yang disengaja atau tidak. Niki cuma mau kerja dengan baik dan mengurus anak," kata Nikita Mirzani pada waktu.  
Permasalahan Nikita Mirzani sempat viral berhari-hari lamanya tanpa ada tindak lanjut  pihak yang berwajib. Ketika itu ada wawancara dengan Panglima TNI  Pak Gatot Nurmantyo, seorang wartawan bertanya, apakah Nikita Mirzani bapak Panglima maafkan atas postingan yang ingin melubang buayakan Panglima. Pak Gatot pada waktu dengan jiwa besar mereka mengatakan mereka memaafkan. Sesudah itu kasus pelecehan kepada Panglima selesai begitu saja dan tidak berlanjut ke ranah hukum. 
Selang beberapa hari kemudian kita lagi dikagetkan dengan adanya sikap emosional Kompol Abdul Mubin Siagian, yg dinilai melecehkan tugas TNI di perbatasan. Pekerjaan TNI di perbatasan, menurut Abdul Mubin, "hanya makan tidur". Selain pemilihan kalimatnya kasar, seorang perwira menengah Polri rasanya tidak etis memiliki pandangan picik seperti itu. Apalagi tudingan itu diungkapkan di media sosial. Ia menuliskan pendapatnya tersebut, dalam diskusi tentang isu impor senjata Brimob di sebuah akun fb.  

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian langsung merespons dan menindaklanjuti komentar yang kurang baik dan kurang tepat tersebut dengan meminta maaf. Sesudah minta maaf kasus tersebut terus langsung mereda begitu saja.

 
Kasus lain muncul  tepatnya   pada Jumat (10/13) lalu ada postingan yang lebih provokatif lagi  yang dilakukan oleh Yusrizal (65). Dia mengunggah status minta TNI dibubarkan. Warga Bukittinggi ini pun menyesal setelah didatangi Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan dan sejumlah tokoh setempat. Dia mengakui khilaf atas komentar yang menyinggung TNI tersebut dan meminta maaf pada keluarga besar TNI dan masyarakat.   

Berdasarkan pengakuan, yang bersangkutan bermaksud membela TNI. Namun pembaca mana tahu apa maksud dia berkomentar demikian. Yang dibaca masyarakat adalah agar TNI dibubarkan. Kalau TNI bubar, bagaimana nanti keutuhan NKRI. 
Tidak lama kemudian muncul aksi saling pukul terjadi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur pada Jumat (13/10/2017) sekitar pukul 12.00 WIB.

 Berdasarkan video yang beredar di medsos, perkelahian itu terjadi antara anggota TNI dengan pengendara mobil Mazda berpelat nomor B 1599 PVH.  Diduga perkelahian tersebut terjadi karena sang pengemudi mobil Mazda membuang sampah sembarangan dan mengenai istri anggota TNI itu, yang sedang dibonceng motor.Tak terima terkena sampah, istri anggota TNI itu memberhentikan mobil Mazda merah itu. Mobilnya dihentikan, sang pengendara tak terima dan terlibat baku pukul dengan anggota TNI.

 
Bimantoro selaku pengendara mobil Mazda  mengaku sedang emosional sehingga terlibat baku hantam dengan anggota TNI AL Lettu Satrio. Dia pun sudah meminta maaf atas perbuatannya. "Kondisinya ya saya emosional saja, sama-sama emosional. Saya khilaf, saya melakukan kesalahan, saya minta maaf," kata Bimantoro di Polres Jakarta Timur, Jumat (13/10/2017) lalu. Hingga kini kasus tersebut menguap begitu saja tanpa ada tindak lanjut.

 
Dari sekian rentetan peristiwa tersebut apakah memang ada settingan untuk menjatuhkan citra TNI di mata masyarakat? Karena beberapa persoalan jika kita cermati cukup hanya dengan modal minta maaf kasus melecehkan TNI selesai alias tidak berlanjut. Pelakunya bukan hanya rakyat biasa, tapi juga dari kalangan artis dan bahkan oknum Perwira Polisi ikut  melecehkan institusi TNI. Ada apa? 
Kalau dilihat secara sepintas itu bukanlah secara kebetulan belaka. Karena kejadiannya berurut dan seolah-olah peristiwanya sambung menyambung. Penulis hanya menganalisa dari peristiwanya saja. Tapi setidaknya dari rentetan peristiwa tersebut kemungkinan ada kesengajaan untuk mencari kesalahan TNI dengan berbagai macam cara. Apakah memang ada skenario untuk menjatuhkan TNI? 
Kalau dilihat modusnya, bagaimana TNI dipancing dengan berbagai persoalan mulai dari pimpinan TNI, lembaga TNI ingin dibubarkan hingga kinerja TNI yang dianggap makan tidur. Apakah dengan cara-cara seperti ini TNI dapat dijatuhkan secara licik. Adakah kedengkian kepada TNI karena hingga kini TNI pernah dinobatkan sebagai institusi terbaik di negeri ini. Apalagi saat ini ummat Islam di Indonesia TNI dianggap sebagai pahlawan yang salau bertindak dan memihak kepada rakyat. 
Semoga saja dengan sejumlah peristiwa yang menimpa TNI saat ini, justru TNI akan lebih matang dalam menyikapi segala masalah yang telah menghimpitnya. Menurut sejarahnya TNI sudah teruji dengan segala berbagai macam permasalahan rumit sekalipun.  Justru karena kebesaran TNI akan menjadikan institusi  menjadi lembaga yang selalu mawas diri dalam mengahadapi berbagai tantangan. Termasuk TNI mampu mendeteksi mana kawan dan mana lawan dalam lorong gelap sekalipun.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia