KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Suara Guru, Suara Tuhan?
Oleh : Syafbrani | 26-Nov-2013, 02:00:31 WIB

KabarIndonesia - Berbicara mengenai sosok profesi yang satu ini, kita tidak akan pernah terlepas dengan sejarah yang mengisahkan peranannya terhadap kita. Menjadi apapun kita hari ini, bahkan ketika merasa profesi yang diembani berada di atas levelnya. Tetapi semua itu tidak akan pernah terjadi tanpa belaian dan pengorbanan yang diberikan oleh mereka yang sering dipanggil GURU. 

Begitu juga sebaliknya, Guru juga mempunyai peran dan tanggungjawab ketika terwujud sebuah generasi yang menjadi biang permasalahan di negeri ini. Bisa jadi tanpa disadari, lahirnya generasi yang tak diharapkan itu akibat dari buah kelalaian dan salah asuhannya. Meski tidak 100% adalah kontribusi sang guru, tetapi baik atau tidaknya generasi tersebut dan sepakat atau tidaknya, guru mempunyai peranan yang sangat signifikan.   

Mengingat perannya yang sangat penting, sudah sepantasnya seluruh guru di Indonesia menyadarinya. Kesadaran ini haruslah terwujud dalam sebuah universalitas sikap yang berhasrat menjadikan pendidikan bangsa menjadi lebih bermartabat. Untuk itu ada beberapa hal yang mesti disadari agar kesadaran ini berbuah pada sikap terbaik ketika memainkan peranan dan fungsinya. Paling tidak dengan mengetahui keberadaan dan posisinya. Guru mampu menempatkan dirinya  lebih baik dan yang lebih terpeting adalah menjadi bangga dengan statusnya. 

Pertama, ketika berada di ruang-ruang kelas, guru sudah menjadi pusat perhatian siswa. Siswa mana yang berani melawan guru? Kalaupun ada hanya minoritas dan biasanya kelompok minoritas ini hanya menuntut perhatian lebih dari guru yang mendidiknya. Jadi jika ditelaah lebih lanjut, tidak ada sebenarnya siswa yang berani melawan guru di sekolahnya. 

Maka benarlah pengandaian yang mengatakan guru itu adalah sosok yang selalu digugu dan ditiru. Menjadi sosok panutan bagi mereka yang berada dalam umur dengan tingkat pencarian jati diri yang tinggi ini. Meski tidak bisa menjadi malaikat, tidak berlebihan jika kadang guru harus dituntut untuk menjadi manusia sempurna.

Kedua, ketika siswa kembali menjadi anak dalam rumah tangganya. Nama guru akan menjadi perbincangan. Mulai dari topik ringan sampai pada tema sentral. Misalnya pada seorang anak yang baru masuk sekolah TK atau SD ia akan selalu bercerita mengenai gurunya. Orang tuanya pun juga akan selalu bertanya tentang guru dari anak tersebut. Sedikit saja kesalahan guru dalam mendidik, meski dilakukan secara tidak sengaja akan dibahas dalam diskusi keluarga. Begitu juga jika terdapat capaian-capaian kemajuan atau prestasi anak, dalam keluarga tersebut akan selalu dihiasi puji-pujian untuk sosok yang mendidik anaknya di sekolah itu. 

Ketiga, ketika berada dalam lingkungan masyarakat. Sosok guru tetap menjadi bahan percakapan antara masyarakat yang satu dengan lainnya. Sisi percakapannya juga tergantung apa yang dilakukan guru, baik di sekolah, di rumah, dan dalam pergaulannya dengan masyarakat. Ketika penilaian masyarakat baik, baik pulalah sisi percakapannya. Namun ketika banyak hal yang menjadi pertentangan dengan kehidupan bermasyarakat guru juga harus siap sedia dijadikan contoh ‘tidak baik' dalam perbincangan. 

Keempat, dalam skala lebih sekalipun cerita guru akan selalu menghiasi. Baik dalam rapat petinggi negara sampai pada lembaran media massa. Semuanya sama persis seperti ketika berada dalam ruang kelas, keluarga anak didiknya, atau lingkungan masyarakat.  Sikap dan kinerja guru akan menjadi sorotan bersama. 

Nahdari sinilah kesadaran itu harus ditumbuhkan lagi. Ketika kita menyadai bahwa guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Ketika guru akan menjadi perbincangan dalam setiap lini. Itu berarti seorang guru memang benar-benar harus menjaga jati dirinya. Bukan tidak mungkin, tanpa disadari selama ini kita telah menganggap bahwa sosok guru adalah sosok suci. Meskipun kita salah, tapi  kita tidak senang kalau ada guru yang salah.  Lantas, sepakatkah kita bersama bahwa memang benar suara guru itu adalah suara Tuhan?(*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia