KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaPeran Serta Ita Siregar dalam Mengembangkan Dunia Sastra Kristen di Indonesia oleh : Fida Abbott
13-Feb-2018, 23:22 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berkenalan dengan sosok Ita Siregar beberapa tahun lalu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Saya bertemu dengannya lewat salah satu media sosial terbesar di dunia, yaitu facebook, melalui sebuah grup penulisan. Facebook memungkinkan siapa pun berkenalan dengan mudah walau
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
OPINI

TNI Hentikan Sementara Kerjasama Militer Australia
Oleh : Iin Suwandi | 11-Jan-2017, 11:39:30 WIB

KabarIndonesia - Nasional, Keputusan  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan sementara kerjasama militer dan pertahanan dengan Australian Defence Force (ADF), dianggap oleh berbagai kalangan sebagai keputusan yang tepat. Karena dengan adanya penghentian tersebut menunjukan bahwa Indonesia negara berdaulat yang tidak boleh dilecehkan oleh siapapun.

"Penghentian kerjasama militer antara kedua negara tersebut, terkait adanya pelecehan terhadap ideologi Pancasila dan kurikulum pendidikan militer," kata Panglima TNI  Gatot Nurmantyo di hadapan awak media, usai memberikan ceramah pada acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian, di Hotel Bidakara, beberapa waktu yang lalu.

Jenderal Bintang empat tersebut secara gamblang menjelaskan bahwa "Terlalu menyakitkan dan tidak perlu saya jelaskan disini,  tentang tentara yang dulu, tentang Timor Leste dan tentang Papua yang terus minta merdeka serta Pancasila yang diplesetkan menjadi  Pancagila  dengan lima silanya yang tidak benar. Penghentian kerjasama militer ini menunggu sampai adanya hasil investigasi dan penyelesaian serta klarifikasi dari pihak militer Australia kepada TNI.

Ironisnya tindakan arogan Australia dipertontonkan dengan Australia minta agar TNI  ke Australia. Tapi apa jawaban Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo: "Saya sampaikan bahwa untuk sementara kerjasama di bidang pendidikan militer dihentikan dulu dan akan kita evaluasi, dan Saya tidak akan ke Australia, tapi menunggu dari hasil investigasi dan saya berterima kasih atas niat baik Chief of Defence Force Air Chief Marshal Mark Binskin yang telah menyampaikan permohonan maaf dan kemudian mengganti kurikulum Australian Defence Force serta mengadakan investigasi,".

Kita patut berbangga memiliki Pemimpin yang konsekuen, bahkan Panglima TNI dengan tegas menjelaskan bahwa bagi militer, ideologi negara adalah hal yang sangat prinsip. Bahkan prajurit rela mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan ideologi negaranya. "Dalam pendidikan doktrin militer, bahwa setiap tentara harus sangat mencintai ideologi bangsanya dan setiap prajurit rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk menghadapi apapun juga terkait ideologinya. 

Doktrin terhadap ideologi harus diberikan secara luar biasa kepada anggota TNI  agar benar-benar mencintai negaranya dan  kepada musuhnya pun harus didoktrin bahwa dia adalah musuh. "Pada saat melaksanakan tugas operasi, pasukan khusus itu operasinya one way ticket, dia rela untuk itu". Artinya darah militer Indonesia ketika dihadapkan dengan Nasionalisme maka apapun dapat dilakukan demi untuk kedaulatan bangsa Indonesia. 
Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia dan Australia sudah memiliki komitmen untuk saling menghormati, untuk saling menghargai, dan tidak campur tangan urusan dalam negeri masing-masing.  Intinya   kerjasama antara Indonesia dan Australia mestinya harus saling menguntungkan, saling memberikan manfaat, saling menghormati, dan saling menghargai, bukan saling mengejek. Tindakan melecehkan Lambang negara adalah tindakan pengecut yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang ingin terus merongrong kedaulatan bangsa Indonesia.   

Dukungan DPR 

Berbagai komentar dukungan muncul tentang  keputusan  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menghentikan sementara kerjasama militer dengan militer Australia. Salah satu Anggota DPR dari Partai Demokrat Supiadin mengungkapkan bahwa "Kalau faktanya seperti itu, saya mendukung keputusan Panglima TNI untuk menghentikan kerjasama militer dengan Australia," ujarnya sebagaimana yang dilansir oleh media bebarapa waktu lalu. Jika dicermati tentang kasus tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap harga diri dan martabat TNI serta martabat bangsa. Dalam kerjasama antar negara harus memegang teguh prinsip-prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan."Kalau salah satu dari ketiga prinsip di atas dilanggar, maka TNI berhak menghentikan kerjasama yang sudah dibuat. Hal ini sekaligus sebagai pembelajaran bagi Australia agar tidak seenaknya melecehkan TNI," jelas Supiadin. 

Hal senada juga dilontarkan Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi mengapresiasi langkah yang diambil Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menunda kerjasama militer dengan Australia. Hal itu dilakukan TNI karena adanya dugaan pelecehan oleh pihak Australia. Menurut Bobby, sebagai partner, semestinya Australia menghargai Indonesia sebagai mitra yang sejajar, bukan malah melecehkan. "Militer Australia ini mungkin iri dengan kemampuan TNI kita, lomba menembak di kandang sendiri saja kalah, sudah bagus perwira kita mau sharing disana," jelas  Bobby sebagaimana yang pernah dimuat disalah satu media. 

Dengan demikian tindakan pelecehan yang dilakukan oleh tentara Australia tersebut menunjukkan secara jelas provokatif nyata. Penghentian sementara kerjasama antara TNI dan tentara Australia merupakan  evaluasi  bagi  negara Australia agar tidak seenak perutnya untuk melakukan pelecehan jika tidak akan berbuntut panjang yang dapat mengganggu hubungan kedua negara dimasa yang akan datang. Tentara Australia merupakan tentara yang terdidik dan memiliki intelektual  memadai. Tapi  etika dan norma mutlak harus dimiliki oleh tentara manapun sebagai bagian untuk menumbuhkan saling menghargai satu negara dengan negara lain. (*)



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia