KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiIkuti Program-Program Istimewa Selama Masa Pendaftaran PMOH oleh : Redaksi-kabarindonesia
21-Jan-2018, 03:19 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Tahun Baru! "Tahun Baru, Aktifitas Baru" adalah suatu pernyataan yang umum dan sering kita dengar. Di tahun baru 2018 ini, adakah aktifitas baru yang akan Anda lakukan? Bila Anda menyukai dunia tulis-menulis atau ingin belajar menulis, bergabunglah bersama
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sekeping hati 06 Jan 2018 16:05 WIB

 

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Transformasi Kecanggihan Transfer Uang di Indonesia

 
OPINI

Transformasi Kecanggihan Transfer Uang di Indonesia
Oleh : Setyo Sudirman | 14-Des-2017, 08:27:47 WIB

KabarIndonesia - Teknologi transfer uang di Indonesia berkembang dengan pesat. Dimulai dengan kehadiran Anjungan Tunai Mandiri/Automated Teller Machine (ATM) pertama di Indonesia pada 1987 yang diperkenalkan oleh Bank Niaga.Kehadiran ATM ini disambut dengan pesimisme masyarakat Indonesia yang nyaman dengan cara tradisional antre di loket atau kasir. Setelah Bank Niaga, Bank BCA menyediakan ATM pada 1988 yang disusul bank-bank lainnya.

Mengubah kebiasaan masyarakat untuk beralih ke cara yang lebih modern dengan ATM bukan pekerjaan mudah. Alois A. Nugroho dan Ati Cahayani dalam "Multikulturalisme dalam Bisnis" menyebutkan butuh waktu yang lama untuk mengubah pola pikir dan membangkitkan kepercayaan nasabah pada ATM.

Soetanto Hadinoto dalam "Bank Strategy on Funding and Liability Management" menyebutkan banyak pihak tak sudi melirik ATM dan sebagian bahkan mencemoohnya. Ia mencatat nasabah baru terbiasa menggunakan ATM sekitar 10 tahun kemudian. Dengan kata lain, butuh bertahun-tahun untuk meyakinkan nasabah menggunakan ATM.

Menurut catatan pakar marketing Hermawan Kartajaya dalam "Kompas 100 Corporate Marketing Cases",  BCA adalah bank pertama yang melakukan proses edukasi sistematis dalam pemakaiannya. Proses edukasi tersebut diimbangi dengan penambahan keberadaan ATM dan fasilitas layanan ATM serta internet banking secara sistematis. Hasilnya, masyarakat menjadi demam ATM. Pada satu masa di masa lalu, jejalan ATM di dompet seseorang bahkan menjadi kebanggan tersendiri.

Dalam perkembangannya, teknologi transfer uang pun berkembang, transfer uang di luar teknologi ATM keluaran bank pun muncul alternatif Internet Banking, Mobile Banking dan SMS Banking.

Sayangnya, transformasi ini tak banyak mengubah kebijakan "beban biaya" pada nasabah. Besaran biaya transfer uang antar bank, baik itu Bank Persero (BUMN) atau Bank Swasta, bervariasi mulai dari Rp 6.500 per transaksi. Kebijakan "beban biaya" pada nasabah tetap ada entah untuk penggunaan fasilitas Internet Banking, Mobile Banking hingga SMS Banking.

Kebanyakan bank menerapkan tarif yang tidak jauh berbeda dengan fasilitas transfer pakai ATM. Karena kondisi inilah, muncul kesadaran dari sejumlah pengembang aplikasi di Indonesia yang mencoba untuk mendobrak "beban biaya" transfer yang dibebankan perbankan pada nasabah.

Aplikasi-aplikasi yang boleh disebut kini yaitu ShivApp, Bebasbayar, Payfazz, Flip dan IPOTPAY. Kelima aplikasi ini menawarkan layanan gratis transfer antar bank. Dari kelima aplikasi ini, penulis berpendapat aplikasi IPOTPAY lah yang menjadi ancaman serius bagi beragam layanan transfer milik bank.

Mari kita ulas satu per satu aplikasinya. Payfazz memang gratis, tapi ternyata memiliki limit Rp 10 ribu sampai Rp 1 juta per transfer. ShivApp juga gratis, tapi juga menerapkan limit transfer maksimal Rp.2 juta. Sudah terbatas, begitu dicek ke websitenya, statusnya sedang maintenance entah mau sampai kapan seperti itu.

Limit transfer yang terbatas juga dimiliki aplikasi Bebasbayar yang fasilitas transfernya tak beda jauh dengan Tokopedia. Sebenarnya aplikasi yang cukup fenomenal adalah Flip. Sayangnya, aplikasi ini terkendala limit dan untuk transfer dengan nominal besar tetap kena charge.

Adapun transfer yang digratiskan di aplikasi Flip itu limit transfernya maksimal 5 juta per hari, sedangkan kalau mau lebih disarankan menggunakan layakan Flip+ dengan limit 20 juta per transaksi yang dikenai charge Rp2.500/transaksi. Kekurangan Flip lainnya yaitu proses transfer yang tidak real-time. Setidaknya, transfer uangnya butuh waktu 20 menit dan bahkan bisa lebih dari itu.

Berkaca dari empat aplikasi di atas, aplikasi yang menjadi ancaman serius dunia perbankan Indonesia adalah IPOTPAY. Transfer uang dengan aplikasi ini bebas biaya, tanpa limit dan real time. Dihadapkan pada layanan transfer uang antar bank milik bank yang berbayar, transfer uang dengan IPOTPAY gratis alias bebas biaya seperser pun.

Sudah gratis, transfer uang dengan IPOTPAY tidak mengenal limit. Berapa pun uang yang ingin ditransfer dengan IPOTPAY bisa dilakukan dengan mudah tanpa terkendala kebijakan yang membebani nasabah. Keunggulan lainnya tentu saja transfer uangnya yang real-time. Uang yang ditransfer lewat IPOTPAY langsung masuk ke nomor rekening si penerima dan bisa ditarik saat itu juga.

Penelusuran penulis sampai pada temuan menarik, ternyata teknologi transfer yang dibenamkan di aplikasi IPOTPAY itu teknologi keluaran Artajasa yang selama ini digunakan di mesin ATM milik bank. Transformasi ini patut dipuji.

Satu hal yang patut dicatat untuk aplikasi IPOTPAY yang memberikan return (imbal hasil) 7-10% per tahun untuk semua uang yang masih ada di IPOTPAY tapi belum sempat ditransfer ini adalah edukasi sistematis seperti halnya saat masyarakat Indonesia untuk pertama kalinya dikenalkan dengan yang namanya mesin ATM.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
KTP-El Tetap Berlaku Seumur Hidup 20 Jan 2018 07:58 WIB


 
 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia