KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tuhan Ada? Tidak, yang Ada Adalah

 
OPINI

Tuhan Ada? Tidak, yang Ada Adalah "Iets"
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 30-Des-2007, 13:07:40 WIB

KabarIndonesia - Diskusi antara atheis dan religius memang kadangkala muncul di media Belanda. Dalam diskusi tentang percaya atau tidak, religius atau atheis, kata Belanda 'iets' mendapat makna tersendiri: ietsisme. Apa itu?

Iets
Bahasa Belanda mengenal kata "iets" atau sesuatu, sering juga disebut "ietsje",  akhiran sje atau tje mengubah konotasi kata tertentu menjadi kata yang mengacu pada hal yang kecil. Misalnya kata tas untuk tas, kalau menjadi tasje adalah tas kecil, juga nama Jan untuk anak laki-laki menjadi,  Jantje, si Jan yang kecil. Nah "iets" akhir-akhir ini mendapat arti tersendiri dalam diskusi ihwal percaya atau tidak, religius atau atheis.

Karena ada juga orang Belanda yang masih ragu, kalau ditanya anda percaya ada Tuhan, mereka akan bilang, wah saya tidak tahu ya, mungkin ada, saya toh merasa ada sesuatu, atau "iets" bahkan ada yang bilang "ietsje". Sesuatu yang kecil yang berada nun jauh di atas sana dan yang berfungsi sebagai Tuhan, walaupun beda juga dengan tuhan yang diajarkan oleh agama-agama mapan, semacam Kristen atau Islam.
 
Diskusi antara atheis dan religius memang kadangkala muncul di media Belanda. Misalnya kalau ada sekolah Kristen yang menolak teori evolusi yang menurut ajaran mereka bertentangan dengan kisah terciptanya dunia oleh Tuhan selama  6 hari. Bagaimana teori evolusi ini bisa dicocokkan dengan ajaran injil? Nah,  hampir dua abad lalu sebagian kecil dari gereja protestan Belanda yang saat itu adalah agama mayoritas, menyatakan injil bukan buku sejarah, jadi apa yang kita baca itu cuma simbol saja, jangan diinterpretasikan secara "letterlijk" atau harafiah. Pemecahan yang sia-sia, karena jemaat gereja protestan besar ini akhirnya berkurang juga.
 
Teori evolusi
Diskusi teori evolusi ini akhirnya menjurus ke masalah atheis atau percaya, dunia terwujud secara kebetulan, atau memang ada kekuatan ilahi yang menciptakannya dengan disain mapan yang dengan isitilah mahalnya disebut kreatonisme. Multatuli yang mungkin anda kenal namanya di Indonesia sebagai penulis yang anti tanam paksa kolonial Belanda bukan saja menciptakan Max Havelaar, roman yang menampilkan sosok Saidja dan Adinda. Ia juga menulis berbagai artikel yang mengolok-olok para fundamentalis Kristen yang menentang teori evolusi.

Kepada mereka yang percaya dunia diciptakan selama 6 hari dan Adam dan Hawa adalah orang pertama, Multatuli mengejek: "ah anda itu kan hewan menyusui", atau dengan kata lain, manusia itu kan saudara kera dan bukan mahluk yang spesial, mahkota di alam semesta ciptaan kekuatan maha besar, sebagaimana diajarkan oleh agama. Multatuli termasuk kelompok intelektual atheis abad ke 19 di Belanda.
 
Ietsisme
Kita kembali ke Belanda abad ke 21 ini, lalu apakabar atheisme di Belanda? Ternyata sedikit sekali orang Belanda yang saya jumpai dan yang bilang ia atheis atau tidak percaya pada Tuhan. Memang gereja tidak dikunjungi secara rutin seperti dulu, teori evolusi sudah diterima sebagai bagian kurikulum sekolah Belanda, juga di sekolah-sekolah Kristen, tapi toh orang belum bisa pamit dari ide bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang ikut mengatur hidup kita. Mungkin bukan Tuhan dalam arti religius yang diajarkan oleh agama, namun sesuatu atau "iets". Orang yang atheis tentu saja mencemooh mereka yang tidak konsekwen itu. Mereka menyebut agama baru ini "ietsje, ietsisme". Percaya sama sesuatu tapi tidak tahu apa.
 
Trend baru
Kabinet Belanda yang sekarang adalah kabinet yang didominasi oleh dua partai Kristen. Partai buruh sosial demokrat PvdA yang non religius ikut sebagai mitra ketiga. Tentu saja suasana dalam kabinet Balkenende 4 ini sangat bernuansa Kristen. Lalu bagaimana dengan para menteri dari partai buruh sosial demokrat ini. Mereka mayoritas tidak percaya dengan adanya Tuhan lagi, bahkan seorang di antara mereka Ronald Plasterk yang menduduki jabatan menteri pendidikan dan kebudayaan secara gamblang menyatakan ia atheis. Belum pernah ada menteri pendidikan Belanda yang menyatakan dirinya ia atheis. Ronald Plasterk mengakui hal ini ketika ia belum menjadi menteri dan masih berkarir sebagai penulis kolom.
 
Ketika para menteri Kristen rekan Ronald Plasterk ditanya bagaimana anda harus bekerjasama dengan seorang atheis, Ronald rupanya kikuk juga. Ia menyatakan ia percaya ada iets atau sesuatu. Ucapan yang mengecewakan para pendukung atheisnya. Akhirnya ada menteri atheis tapi kok tidak berani blak-blakan.
 
Kejadian ini menyimpulkan bahwa mereka yang dominan dalam masyarakat Belanda adalah mereka yang percaya. Orang yang tidak percaya selalu harus membela diri, yah sudah kalau non religius susah diterima kita sebut diri kita percaya pada "iets" atau sesuatu saja. Sebenarnya pilihan seorang pengecut juga.   
 
Belanda tidak mengenal departemen agama, tapi kalau misalnnya ada, maka segera akan diangkat seorang dirjen urusan agama ietsisme ini. Karena jumlah mereka yang mengaku percaya ada "iets" yang mengatur di atas lambat laun bertambah juga. Trend baru dalam gaya hidup modern abad ke 21.

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia