KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Zakat yang Terabaikan

 
OPINI

Zakat yang Terabaikan
Oleh : M Bahrul Wusto | 09-Jul-2017, 23:32:42 WIB

KabarIndonesia - Zakat merupakan rukun Islam keempat yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim yang mampu. Zakat terbagi menjadi dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal atau zakat harta. Di bulan Ramadhan kemarin, umat Islam diwajibkan untuk menutup bulan suci ramadhan dengan membersihkan diri kita melalui zakat fitrah.

Zakat fitrah merupakan zakat yang berupa makanan pokok yang disesuaikan dengan makanan pokok tiap-tiap negara. Sejumlah 1 sha' atau sejumlah 2,5 -3 kg beras (di Indonesia) untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan. 

Pelaksanaan zakat fitrah di Indonesia sudah sangat baik yang terbukti dengan pelaksanaan zakat fitrah  hingga tingkat masyarakat pedesaan di masjid dan mushola-mushola.  Berbeda dengan zakat fitrah, jenis zakat lainnya yaitu zakat mal cenderung masih diabaikan di indonesia. Meskipun keduanya merupakan kewajiban seorang muslim untuk memenuhinya.  

Zakat mal atau zakat harta adalah zakat yang wajib dikeluarkan jika harta kita telah mencapai lebih dari satu nisab. Satu nisab adalah suatu jumlah yang setara dengan 85 gram emas. Zakat diberikan kepada para mustahik zakat yang salah satunya adalah orang miskin dan fakir miskin. Zakat mal atau zakat harta yang wajib dikeluarkan proporsinya adalah 2.5 % (zakat perdagangan, profesi, dan harta tersimpan) dari harta yang kita miliki.

Dapat dibayangkan bila seluruh muslim di Indonesia yang sekitar 85 % (Nahdautul Ulama 2017) dari populasi Indonesia melaksanakannya, sudah pasti zakat akan memberikan dampak yang sangat signifikan pada perekonomian indonesia.   
PDB Rill Indonesia telah mencapai lebih dari 10 ribu trilyun (Indexmundi 2017) dan tiap tahun terus mengalami pertumbuhan yang positif  mengindikasikan ekonomi indonesia terus berkembang tiap tahunnya.

Seharusnya dengan terciptanya pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, fakta pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagian besar hanya dinikmati oleh beberapa orang atau golongan atas saja. Keadaan ini ditunjukan dengan nilai Gini Index tinggi dan cenderung meningkat.

Gini index adalah koefisien yang dikembangkan oleh Corrado Gini pada tahun 1912. Koefisien gini index nilainya dari 0 - 1 yang menunjukan tingkat distribusi pendaoatan dan kekeyaan di suatu negara. Semakin tinggi nilai gini index menunjukan tingkat kesenjangan ekonomi yang semakin tinggi di suatu negara.  Pada tahun 2010 Gini Index Indonesia bernilai 0.40 dan kemudian meningkat menjadi 0.41 pada tahun 2015. Nilai tersebut  menunjukan bahwa kesenjangan ekonomi indonesia menjadi semakin tinggi dengan pertumbuhan ekonomi sekarang ini.  
Fenomena kesejahteraan yang tidak merata di indonesia  dapat diatasi  salah satunya dengan melalui zakat. Menurut Baznas (2017) dari seluruh muslim di Indonesia (85% dari populasi), potensi zakat nasional mencapai 280 trilyun. Nilai ini apabila dapat terealisisasi dengan baik maka tingkat kesenjangan di Indonesia semakin lama akan semakin menurun dan dapat memompa pertumbuhan ekonomi.

Dengan dana sebesar itu tiap tahun maka akan semakin banyak pembangunan yang dapat dilakukan, baik pembangunan manusianya melalui berbagai pelatihan, pendidikan dan pemberdayaan, ataupun dengan berbagai pembangunan fasilitas pendukungnya yang akan meningkatkan kesejahteraan orang-orang miskin. Peningkatan taraf ekonomi orang miskin akan meningkatkan kesejahteraan dan standar hidup mereka.

Dana zakat juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor usaha mikro melalui penyediaan dana yang murah untuk berbisnis dan adanya pendampingan untuk menjamin bisnis yang diberdayakan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, dana zakat yang ditujukan untuk masyarakat miskin dapat digunakan untuk pembangunan di pedesaan karena sebagian besar masyarakat miskin tersebar dipedesaan. Sehingga akan tercipta pembangunan yang lebih merata, bersinergi dengan program Nawacita pemerintah, dan menghambat arus urbanisasi yang begitu tinggi.

Manfaat-manfaat inilah nantinya akan memompa pertumbuhan ekonomi secara nasional dan akan dapat menurunkan tingkat kemiskinan,  jumlah rumah tangga miskin, pengangguran, dan lain sebagainya. Ini yang akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan lebih merata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas lagi.

Realisasi Zakat Nasional dan Upaya peningkatannya
  
Realisasi zakat di Indonesia masih sangat kecil. Faktanya, zakat harta merupakan bentuk zakat yang masih diabaikan di Indonesia karena dari total potensi zakat sebesar 280 trilyun, realisasi zakat nasional hanya sekitar 1,3 persen atau sekitar 4 trilyun. Nilai tersebut merupakan nilai realisasi zakat yang sangat kecil yang mengindikasikan adanya masalah dalam sistem zakat nasional.

Kesalahan dalam sistem zakat nasional merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintahsebagai pengelola zakat dan juga masyarakat muslim indonesia sebagai pihak yang berkewajiban mengeluarkan zakat. Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan yang lebih dari para stakeholder zakat untuk dapat meningkatkan realisasi zakat nasional.  

Pemerintah melalui badan amil zakat nasional (Baznas) telah mengelola zakat nasional dengan cukup baik yang terbukti dengan rata-rata pertumbuhan zakat nasional lebih dari 20 persen/tahun (Baznas 2017). Namun, angka realisasi yang hanya 1,3 persen menunjukan masih kecilnya peran pemerintah dalam mendorong peningkatan zakat nasional.  Sosialisasi zakat yang dilakukan oleh pemerintah masih kurang maksimal dan ditambah lagi masih kurangnya petugas pengelola zakat di tingkat daerah. Ini ditunjukkan dengan tidak adanya kantor Baznas di tingkat daerah seperti kecamatan ataupun desa, dan berbagai permasalahan lainnya yang dihadapi.

Selain itu, dalam hal perpajakan  tidak adanya aturan pemerintah yang mengintegrasikan antara sistem pajak dan zakat nasional membuat zakat kurang optimal. Oleh karena itu perlu adanya keseriusan dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan zakat nasional, mengingat isu mengenai potensi zakat sudah lama didengungkan.

Keseriusan dari pemerintah melalui kebijakannya dan juga Baznas tidak akan berarti jika kesadaran dari masyarakat mengenai kewajiban rukun Islam ke empat masih ini masih kurang. Tidak adanya pengajaran mengenai zakat secara mendalam sejak dini kepada masyarakat muslim merupakan salah satu penyebab kewajiban  zakat terutama zakat mal cenderung diabaikan, sedangkan rukun islam lainnya seperti ibadah haji menjadi sangat populer dan menjadi rebutan.

Oleh karena itu penting agar pemerintah menetapkan kurikulum pendidikan agama mengenai zakat lebih mendalam kepada para pelajar mulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar, sehingga zakat dapat dipahami dan dilaksanakan pada generasi selanjutnya. Wacana penghapusan pelajaran pendidikan agama islam seperti perberitaan-pemberitaan akhir-akhir ini sangatlah tidak tepat, mengingat banyak ajaran agama islam khususnya zakat yang belum dilaksanakan dengan baik di Indonesia.  

Adanya kolaborasi antara pemeritah dan masyarakat melalui perbaikan yang serius pada pengelolaan zakat nasional dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kewajiban zakat akan memberikan dampak signifikan pada perekonomian seperti turunnya angka kemiskinan, pengangguran, terciptanya lapangan perkerjaan, dan distribusi pendapatan yang lebih baik yang bermuara pada peningkatan perekonomian nasional yang lebih merata. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Modeloleh : Rohmah Sugiarti
24-Jul-2017, 06:03 WIB


 
  Mensos Khofifah: Kampung Berseri Astra Jadi Role Model Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) menandatangani prasasti Desa Sejahtera Mandiri untuk Kampung Berseri Astra Keputih didampingi oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras (kanan), Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia