KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
EkonomiGubsu Minta Mobil Mewah Pakai Pertamina Dex oleh : Jenda Bangun
30-Aug-2014, 12:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Medan, Pasca normalisasi pasokan BBM, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujonugroho memantau langsung penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Pertamina Jalan KL Yosudarso, kemarin.

Gubsu juga mengimbau pengendara mobil mewah yang sedang mengantri mengisi BBM. Dengan ramah,
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kucingku dan Gadisku 13 Aug 2014 15:52 WIB

PINTU 12 Aug 2014 14:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB


 
Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja 26 Jul 2014 23:41 WIB

 
 
PROFIL

Suka Duka Bidan
Oleh : Lia Kholisha | 20-Mar-2007, 05:02:59 WIB

KabarIndonesia - Kadangkala banyak orang menyangka bahwa menjadi seorang bidan itu menyenangkan. Mudah mendapatkan uang tanpa harus bekerja terlalu keras. Dengan membuka tempat praktik sendiri, maka uang tidak lagi harus dikejar tapi uang itu sendiri yang menghampiri. Banyak pula para orang tua yang menyarankan anaknya untuk melanjutkan kuliahnya di kebidanan dengan tujuan agar tidak sulit jika nantinya lulus untuk mendapatkan uang. Anggapan-anggapan itu tidaklah salah, namun tidak pula sepenuhnya benar. Prinsip itu tidaklah menjadi dasar atas pilihan semua orang untuk menjadi seorang bidan. Bu haji, itulah panggilan akrab sosok bidan yang kini tinggal di sebuah kampung pinggiran Ibukota Jakarta, Jakarta Utara tepatnya. Ia tak pernah menjadikan uang sebagai motivasi utamanya untuk menjadi seorang bidan. Tapi, entah keinginan kuat darimana yang justru datang mendorongnya untuk jauh-jauh merantau dari tempat kelahirannya di Padang Panjang, Sumatra Barat untuk memenuhi keinginannya menjadi seorang bidan. Perjalanan menjadi bidan pun tak semudah yang dibayangkan, selain faktor ekonomi yang menghambat. Sekolah kebidanan tidaklah menjamur seperti sekarang. Maka, ibu 4 anak ini memulai pendidikannya dengan masuk sekolah perawat. SPR ( Sekolah Pengatur Rawat ) Gatot Subroto menjadi pijakan pertamanya dalam  mengenyam pendidikan di Jakarta. Tinggal di asrama para tentara, hidup dengan penuh kedisiplinan waktu serta aturan yang ketat, menjadi syarat sekolah di sana pun dilalui oleh Bu Indrawita, nama lengkapnya. Kini, setelah melengkapi titelnya dengan Am.keb. Beliau senantiasa berusaha untuk menjadi seorang bidan yang lebih profesional. Menghindari tindakan-tindakan malpraktik serta yang melanggar hukum baik hukum negara maupun hukum agama. Tak sedikit pula, pasien yang meminta untuk melakukan aborsi tapi beliau tidak mau melakukannya. Menurut beliau, tanggung jawabnya tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Untuk lebih meningkatkan profesionalismenya, selain bergabung dengan IBI ( Ikatan Bidan Indonesia ), beliau pun sudah menjadi Bidan Delima, komunitas bidan yang sudah dibilang profesional. Menurutnya, ikut bergabung dalam organisasi seperti itu memberikan banyak manfaat, bisa saling berbagi pengalaman serta bertukar pikiran atas masalah yang dihadapi mengenai pasiennya. Seiring dengan bertambahnya umur, bidan meskipun seorang pakar kesehatan tapi tetaplah manusia yang bisa dan rentan dengan penyakit yang menghadang. Osteoporosis, penyakit itu menyerang bidan yang terkenal tegas ini, selain Osteoporosis, batu ginjal pun menyerangnya. Namun, penyakit-penyakit itu tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap melaksanakan kewajiban dan tugasnya. 24 jam waktu yang beliau berikan untuk melayani pasien melahirkan yang datang. Bahkan, terkadang di saat beliau sudah bersiap-siap untuk bertamasya bersama keluarga, dan tiba-tiba pasien datang ingin melahirkan  maka beliau pun harus merelakan batalnya rencana tamasya. “ Itulah resikonya jadi bidan. “ Ucap Ibu yang suka merawat tanaman ini. Kesibukan beliau pada pekerjaan seringkali mengurangi waktunya bersama keluarga, tapi itu tidak membuat beliau lupa akan tugas utamanya menjadi seorang ibu rumah tangga. “ Kalau ada waktu, saya suka masak buat anak-anak dan suami. Kadang bosen juga sama masakan pembantu.”  Ujar bidan yang suka juga menjadi ustadzah pada pengajian Ibu-ibu di daerahnya. Banyak yang bilang orang Padang itu “ pandai berdagang “. Mungkin, ungkapan itu ada benarnya. Jika datang kerumah bidan ini, selain tempat praktik, disitu pula ada sebuah toko yang menjual peralatan bayi, mainan anak-anak, baju-baju anak bahkan buku bacaan pun ada. Menurutnya, banyak pasien yang lebih suka belanja ditokonya, karena tidak ribet, tidak terlalu ramai dan lebih enjoy dalam memilih. Menghargai waktu, merupakan prinsip Ibu yang tak bisa diam ini. Untuk itu, beliau tak pernah membiarkan waktunya terbuang sia-sia. Beliau pun selalu menyempatkan waktunya untuk membaca buku, terutama buku-buku kerohanian. “ Ilmu saya masih sedikit, jadi kalau gak lebih banyak baca nanti gak nambah-nambah dong. Apalagi otak saya bukan otak orang pintar, butuh banyak baca ! ” Jelasnya. Prinsip yang simple jika dilakukan dengan konsisten maka akan membuahkan kesuksesan juga. Mungkin, kita bisa lebih berkaca pada Ibu yang telah menginjak usia ke-48 ini. Appreciate  your time !    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Bendera HUT RI-69oleh : Gholib
22-Aug-2014, 08:56 WIB


 
  Upacara Bendera HUT RI-69 Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69, 17 Agustus 2014, puluhan anggota pecinta kereta api dan pegawai PT. KAI melakukan upacara bendera di pelataran gedung Lawang Sewu Semarang, Jateng, dengan memakai baju dan atribut pejuang tempo dulu.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB

 
KSPI Tolak Kenaikan BBM 29 Aug 2014 10:55 WIB


 

 

 

 
Perang Bintang di MILO Camp 29 Aug 2014 10:57 WIB


 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Ajang Kreatif dan Inovatif 20 Aug 2014 18:54 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia