KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

REDAKTUR PELAKSANA www.kabarindonesia.com; Si Bunglon Bermulti Talenta

 
PROFIL

REDAKTUR PELAKSANA www.kabarindonesia.com; Si Bunglon Bermulti Talenta
Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 11-Aug-2007, 10:04:30 WIB

KabarIndonesia - Membaca nama lengkapnya Fida Rojana Abbott, sekilas akan membawa kita pada dua asal nama dari dua nama benua, Asia dan Amerika.  Fida Rojana adalah nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya, Ibu (Alm) Hartini Eineke Laurens (Sulut - Surabaya) dan Bapak Imam Sujono (Tulungagung), seorang Purn. TNI. AL (Sersan Mayor).  Setelah menikah dengan belahan hatinya, Gregory Gerard Abbott, seorang berwarga negara Amerika, maka namanya pun bertambah dengan marga 'Abbott'.

Dilahirkan dan dibesarkan di kota Surabaya.  "Emak (Oma) saya yang membesarkan saya dan adik saya," begitulah pengakuannya karena dari sejak kecil di saat berusia sekitar 3 tahun 2 bulan, Mbak Fida ini telah ditinggalkan oleh Almarhum Ibunya untuk selama-lamanya. Oleh karena itulah watak dan jati dirinya yang mandiri sudah terbentuk sejak dari kecil. 

Kerasnya kehidupan pun dialaminya apalagi ditambah sang ayah yang jarang menemaninya karena menunaikan tugas negara.  Namun begitu, meski telah ditempa oleh susahnya kehidupan dalam kemandiriannya, Mbak Fida ini tampak sangat besahabat dan murah senyum, sehingga diakuinya bahwa ia tidak sukar dalam menjalin pertemanan dan persahabatan kepada siapa pun. 

Mbak Fida ini mengaku kalau masih mempunyai sahabat-sahabat mulai dari saat masih duduk di bangku SD hingga Perguruan Tinggi ini sampai dengan di tempat-tempat kerja dan tetap masih terbina dengan baik hingga saat ini, yaitu dari sekolah SDN Krembangan Utara II No.57, SMP Negeri 7, SMA Negeri 7 Surabaya dan berakhir dengan menyandang gelar Sarjana Pertanian Jurusan Agronomi dari UPN ‘Veteran' Cabang Jatim, Surabaya serta termasuk dalam daftar lima besar lulusan terbaik untuk jurusannya di tahun 1993.

Dengan bermodal pengetahuannya di bidang tanam menanam, ia dipercaya dalam meng-handle ke-landscape-an di beberapa Perusahaan dimana ia pernah bekerja, yaitu JEJI DESIGN dan STELLA FLORA di Surabaya.  Bakat menggambarnya pun membantu dalam men-design landscape.  Banyak proyek landscape dan dekorasi taman dari berskala kecil hingga besar pernah di-handle-nya seperti di Hotel Novotel, Hotel Sheraton, Real Estate milik PT. Pakuwon Jati dan Citra Land, Plaza-plaza PT. Pakuwon Jati, perkantoran, Condominium, Single Houses, dan sebagainya di Surabaya.

Oleh karena krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia di tahun 1998, maka ia meninggalkan profesinya dalam ke-landscape-an disebabkan semua proyek tidak ada yang jalan, alias mati pada saat itu.  Selanjutnya ia berputar haluan 180 derajat, dimana ia akhirnya bergabung dengan Ezra Agency, AIG LIPPO, Surabaya yang mana ia terlibat dalam urusan perasuransian yang menurutnya, asuransi di mata orang Indonesia masih belum minded atau diterima dengan baik.  Itulah yang membuat tantangan besar baginya sehingga dengan bermodalkan kesungguhannya, ia mendobrak sistem marketing dengan cara yang baru.  Sistem Presentasi ke Perusahaan-perusahaan dilaluinya dengan RSUD Dr. Sutomo Surabaya sebagai salah satu market utamanya saat itu.  

Ditanya mengenai keadaan krisis ekonomi Indonesia pada saat itu, Si Sulung bermata coklat ini mengaku ngeri karena harga-harga pokok menjadi naik drastis ditambah banyak perusahaan yang memberhentikan tenaga-tenaga kerjanya sehingga banyak pengangguran di Indonesia pada saat itu.  Belum lagi penjarahan yang dilakukan oleh segolongan kelompok yang tidak bertanggung-jawab yang ditujukan kepada para etnis Cina.  

Namun begitu, semangatnya tidak pudar dalam menggali banyak ilmu kala itu.  "Saya malah spend duit dalam keadaan seret duit saat itu untuk kursus ini dan itu demi menambah atau melengkapi pengetahuan lainnya yang saya belum punya dan saya interest juga di dalamnya pada saat orang lain menghemat duit karena krisis.  Saya percaya bahwa apa yang telah saya invest akan kembali lagi suatu saat nanti.  Jadi ini bukan program spend duit tetapi malah berinvestasi," kenang Mbak ini yang sempat mengambil kursus komputer, Bahasa Perancis, Public Relations dan Broadcasting pada saat itu, bahkan menjadi lulusan terbaik di angkatannya untuk Public Relations dan Broadcasting.

Hobi menyanyi pun tak ditinggalkannya pula.  Sejak duduk di bangku SMP kelas tiga, Mbak Fida ini telah bergabung dengan sebuah kelompok Vocal Group Pemuda GKPII Silo selama tiga tahun, dan selanjutnya sederet nama Vocal Group lainnya dimana ia pernah bergabung di dalamnya, yaitu VG Efata, VG Pemuda GPIB Genta Kasih, VG Pemuda GKJW Tanjung Perak, dan VG UPN Surabaya ini yang pernah mengisi sebuah acara di Stasiun TVRI Surabaya.  "Wah, capek loh hanya untuk mengisi suara dua buah lagu di studio rekaman saja bisa selesai dari sore hingga menjelang dini hari.  Oleh karena itu saya tidak menyela apabila ada seorang penyanyi yang untuk merilis album lagunya bisa memakan waktu berbulan-bulan," komentar Mbak Fida ini yang pernah juga bergabung dengan kelompok Paduan Suara di UPN, Surabaya. 

Berbagi kisah sehubungan dengan keaktifannya di dunia Vocal Group, ia pun berkisah bahwa pengalamannya yang paling berkesan adalah pada saat ia masih duduk di bangku kuliah, bersama gabungan antara anggota VG Efata dan anggota VG Hosana mengisi acara penuh dalam Puji-pujian, yang mana kelompok kedua VG ini dipercaya sebagai pengisi musik, Song Leader dan Singer dalam acara KKR di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya dengan Dr. Stephen Tong dari Korea sebagai Pembicaranya dan di Gedung Go Skate, Surabaya dengan Derek Prince dari USA (Alm) sebagai Pembicaranya.  Apa yang istimewa dari event itu?  Berikut kesaksiannya, "Pada waktu saya masih duduk di bangku SD, bersama anggota keluarga, kami menghadiri KKR di Gelora 10 Nopember.  Melihat bagaimana Tim Musik, Song Leader dan para Singer-nya menyanyikan kidung-kidung pujian dengan sangat baik, saya terkesan dibuatnya.  Hingga secara tak sadar, di sudut dalam hati ini ada keinginan apabila suatu saat nanti akan mendapat kesempatan sebagai anggota kelompok Puji-pujian yang menyanyi di acara yang sama.  Tetapi menurut saya waktu itu, keinginan tersebut terlalu muluk, sehingga saya pun melupakannya.  Barulah saya sadar dan ingat kembali keinginan saya itu pada saat saya sedang berdiri bersama rekan-rekan di atas panggung yang tinggi dengan ribuan jemaat yang hadir di depan kami, di tempat yang sama pula.  Tentunya perasaan saya tak bisa diungkapkan pada saat itu, overwhelming, antara tidak percaya tetapi nyata di depan mata.  DIA mengabulkan keinginan Fida kecil yang tak pernah membawa keinginannya itu di dalam doa.  Mungkin karena keinginan saya itu tulus, dan juga mungkin karena saya selalu melayani dengan penuh sukacita tanpa pamrih," kisah Mbak satu ini yang sekarang terdaftar dalam anggota kelompok Paduan Suara Dewasa St. David's Episcopal Church di Wayne, Pennsylvania.

Sikap melayani tanpa pamrih itu pun mungkin sudah mendarah daging dalam hidupnya, sebab apabila ditilik dari sejarah waktu, Mbak Fida ini telah mempunyai jiwa sosial yang tinggi.  Ini dapat dilihat dari sisi kegiatan lain yang pernah ia lakukan dengan memberikan les privat gratis khusus kepada mereka yang benar-benar berasal dari keluarga berekonomi lemah. 

Menurutnya, yang paling berkesan adalah pada saat mendapat kabar bahwa seorang anak didiknya menduduki Juara II di kelas dimana pada tahun sebelumnya yang bersangkutan tidak naik kelas.  "Suatu kepuasan tersendiri dan bersyukur bisa menjadi berkat untuk sesama.  Konsekuensinya setelah itu, banyak sekali orang tua yang datang untuk meminta saya memberi les kepada anak-anak mereka.  Saya sempat kelabakan juga, he,he....",  katanya seraya tersenyum.  Selanjutnya ia menjawab saat ditanyakan apa kunci suksesnya dalam mengajar anak-anak lesnya, "Selain mengajar mereka, saya juga melakukan pendekatan dan memberikan motivasi kepada mereka, sehingga mereka merasa diperhatikan dan membuat mereka bertambah semangat untuk belajar dengan saya.  Tetapi ada dampak lain yang diakibatkan.  Pada saat saya mulai mengurangi jumlah anak didik saya karena padatnya pekerjaan utama yang saya emban, malah ada seorang anak didik yang ngadat tidak mau les dengan orang lain selain saya," tambahnya sambil tertawa lepas.

Menyinggung tentang kegiatan-kegiatannya pada masa lalu itu, pada saat ditanya kembali  kegiatan-kegiatan apa yang dilakukannya sekarang, ia pun menjawabnya dengan santai, "Ya,....kalau pas musim dingin tiba, saya berfokus pada keterampilan tangan yang saya kerjakan di rumah pada waktu senggang.  Kalau musim semi tiba, saya bersiap-siap untuk jadi orang kebun," begitu sedikit kelakarnya, sambil menunjukkan beberapa hasil keterampilan tangannya, dari lukisan, cross stiching, album foto, dan dekorasi-dekorasi lainnya yang telah terpampang di dalam rumahnya.  Tak lupa pula ia mengajak untuk melihat-lihat kebun kecilnya yang bisa ditemukan bermacam-macam tanaman buah dan sayuran, dari anggur, strawberry, ketimun, tomat, wortel, semangka, melon, paprika, bayam, kubis, bawang prei, sawi putih dan cabe hijau.

Bagaimana ia mengatur waktu yang padat antara keluarga, pekerjaan dan kegiatan lain? Ternyata Mbak Fida yang masih tampak awet muda ini  dan telah dikaruniai seorang Putri dari perkawinannya itu mengatakan, bahwa disiplin  dan bijaksana dalam mengatur waktu merupakan ‘key'-nya.  Mengurus keluarga, suami dan anak, mengurus rumah, kebun buah, sayur dan taman bunganya, memasak, bekerja, dan kegiatan ‘volunteer' di beberapa tempat tampaknya begitu sarat.  Tetapi begitulah yang ia inginkan, karena memang pada dasarnya Mbak yang suka menulis, membaca, menari, memasak dan mendengarkan musik ini tidak bisa berdiam diri.  Pasti ada saja yang dilakukannya.  Sampai-sampai oleh karena begitu banyak yang ia bisa tangani dan lakukan, seorang tantenya menyebutnya si ‘Bunglon'.

Di pertanyaan akhir yang diajukan, seputar masalah cita-cita dan keinginan selanjutnya, ia pun menjelaskan, bahwa cita-citanya sudah tercapai, yaitu memiliki keluarga sendiri yang bahagia, saling mengasihi dan mencintai.  Sedangkan beberapa keinginan lainnya, antara lain:
  • Akan tetap aktif dan selalu melayani pekerjaan Tuhan dengan bergabung bersama anggota kelompok Paduan Suara.
  • Tetap berkarier di tempat pekerjaannya sekarang yang baru dirintisnya sejak bulan Agustus tahun lalu, yaitu di sebuah Perusahaan World Wide Retail terbesar di dunia, Walmart Supercenter di Parkesburg, Pennsylvania.
  • Akan menangani landscape untuk rumah kediamannya sendiri di Coatesville, Pennsylvania setahap demi setahap setiap tahunnya dengan bunga potong dan tanaman perennial sebagai maskotnya di atas tanah seluas setengah acre itu. Katanya, merupakan sebuah program hingga masa pensiun nantinya.
  • Mendukung sepenuhnya akan hadirnya Koran Online http://www.kabarindonesia.com/ ‘Dari Kita Untuk Kita' yang memang dipersembahkan untuk rakyat Indonesia, dengan harapan besar akan terus berkembang dan semakin jaya, banyak dikenal dan diminati oleh para Pembacanya yang setia dan Penulisnya yang berjumlah ribuan orang itu.
Nah, untuk siapa saja yang pernah mengirim email kepada Redaksi KabarIndonesia, sejak sekitar awal bulan Juli lalu, anda telah mendapatkan sapaan dan reply-nya. 

Tulisan-tulisan, puisi-puisi dan foto-foto kirimannya pun tak sedikit ditemukan di media Koran Online KabarIndonesia ini dimana ia terlibat dalam Tim Redaksinya dan telah diangkat secara resmi sebagai Redaktur Pelaksana sejak bulan Juli lalu. 

Juga ke-3 Blog yang dimiliki Kabarindonesia di http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/, http://www.koran-kabarindonesia.blogspot.com/, dan http://www.kuis-bola.blogspot.com/ merupakan hasil kontribusinya dalam men-design sebagai ajang kreasi untuk turut mendukung Koran Online KabarIndonesia dalam kegiatan dan event-nya. 

Kalau pun masih ada dari para Pembaca Koran Online ini yang berkeinginan untuk menyapanya langsung secara pribadi, silahkan mengunjungi Blog pribadinya di http://www.fidaabbott.blogspot.com/ 

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email:  redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let
's see here www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Aldwin dan Ibrahim, Pemenang Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
18-Okt-2017, 23:31 WIB


 
  Aldwin dan Ibrahim, Pemenang Ajang Debat - WUPID 2017 Aldwin Octavianus (kanan) dan Ibrahim Panji Indra (kiri) dari Universitas Indonesia, terpilih sebagai pemenang dalam ajang kompetisi debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Mereka berhak mewakili Indonesia di QIUP WUPID Global 2017, Malaysia
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Skenario Menjatuhkan TNI 19 Okt 2017 00:54 WIB

Danau Toba Bukan Danau Tuba 14 Okt 2017 05:14 WIB

 

 

 

 

 
Kampanye Olah Raga 18 Okt 2017 10:35 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia