KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniBias Kesetaraan Gender oleh : Muhamad Fadhol Tamimy
06-Mei-2015, 10:06 WIB


 
  KabarIndonesia - Kampus merupakan tempat para calon pemimpin bangsa ini dilahirkan. Dari tempat inilah banyak pemikir-pemikir kritis pembaharu lahir. Reformasi yang tercipta tak ubahnya merupakan hasil dari perjuangan dan pemikir didikan kampus. Segala pengaruh pemikiran dan gagasan yang tumbuh subur
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Padamu Bunda 06 Mei 2015 09:56 WIB

Kami Masih Kelaparan Tuhan 28 Apr 2015 01:31 WIB

 
Makanan Jadul Khas Bandung 29 Apr 2015 22:58 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG: Sejarah Siaran Bahasa Indonesia Radio Australia

 
PROFIL

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG: Sejarah Siaran Bahasa Indonesia Radio Australia
Oleh : Cahyono Mitra Fajar Abadi. | 07-Okt-2007, 12:56:21 WIB

KabarIndonesia - Sebagian orang di Indonesia dapat mengikuti siaran radio Australia untuk mendengar suara pilihan lagu kesayangannya, berita dunia, olah raga, pariwisata, pelajaran bahasa Inggris, dan sebagianya.

Sewaktu  di bangku SMP dulu, saya mendapat buku gratis pelajaran Bahasa Inggris komplit delapan jilid yaitu: "English for you from radio Australia." Hasilnya memang sangat bermanfaat. Saya dapat bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, kemudian meneruskannya ke fakultas sastra Inggris.

Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia disingkat ‘RASI', begitulah namanya, menyajikan berita aktual, laporan dan ulasan peristiwa-peristiwa terhangat, serta acara pendidikan, sosial politik, ilmu pengetahuan, hal-ihwal Australia, dan pelajaran Bahasa Inggris.

Tak kenal maka tak sayang. Gambar foto di atas adalah para penyiar dan pembuat berita dari kiri ke kanan depan penyiar laki-laki adalah: Hidajat Djajamihardja, Itas Pratomo, Nuim Khayath, Oska Leon Setyana. Sedangkan penyiar perempuan dari kiri ke kanan depan adalah: Juni Tampi, Dian Islamiati, Enny Wibowo, Meike Tjoeka.

Sejarah Singkat Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia menurut situs siaran radio tersebut sebagai berikut:

Radio Australia untuk pertama kalinya mulai mengudara dari kompleks studio Australian Broadcasting Commission (ABC), Sydney pada tanggal 20 Desember 1939, dengan pidato peresmian disampaikan oleh Perdana Menteri Robert Menzies.

Sedangkan siaran pertama dalam Bahasa Indonesia dimulai pada tanggal 10 Agustus 1942. Betapa sukar dan berbahayanya rakyat Indonesia mendengarkan berita ketika itu, mengingat bahwa daerah Kepulauan Nusantara sudah lima bulan diduduki tentara Jepang.

Namun, melalui siaran Radio Australia, pada kenyataanya cukup banyak yang dapat mengikuti jalannya pertempuran di luar Indonesia, terutama di kawasan Pasifik, sehingga para pendengar dapat mengetahui berbagai perkembangan perang.

Mulai dari gerak maju pasukan sekutu sewaktu memukul mundur pihak Jepang dari berbagai daerah, mendengarkan berita kembalinya Jenderal MacArthur ke Filipina, pendaratan sekutu di Okinawa, penggempuran kota Tokyo dan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, yang juga sekaligus menjadi babak akhir Perang Pasifik, yang ditandai dengan menyerahnya Jepang.

Dari siaran Radio Australia juga para pendengar mengetahui berbagai peristiwa yang berlangsung di Australia waktu itu, di antaranya kegiatan warga Indonesia di Melbourne, Sydney, Brisbane dan kota-kota lainnya menjelang kemerdekaan Indonesia, termasuk di antaranya soal dukungan kaum buruh pelabuhan Australia terhadap tuntutan kemerdekaan Indonesia dengan jalan memboikot kapal-kapal Belanda, khususnya yang membawa senjata.

Perang beralih ke kawasan Pasifik pada bulan Desember 1941. Sekitar awal tahun 1942 Filipina sudah diduduki Jepang. Sedangkan pada tanggal 8 Maret, tentara Jepang mulai memasuki Indonesia. Siaran dalam Bahasa Jepang dimulai pada bulan Mei 1942, khususnya diarahkan pada satuan-satuan tentara Jepang di Asia Tenggara dan kepulauan Pasifik.

Pemerintah Hindia-Belanda telah mengungsi ke Australia. Kota Melbourne dijadikan pusat kegiatan Pemerintah Hindia-Belanda, dengan dibentuknya Jawatan Penerangan, NIGIS (Netherlands Indies Government Information Service), lengkap dengan bagian-bagian penerangan, pers, serta percetakan dan bagian monitoring, antara lain bagi kepentingan sekutu. Bagian ini berkedudukan di Melbourne dan Broome, Australia Barat.

Pada tahun 1945 Jepang menyerah. Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus, dan NIGIS pun bubar. Dengan resmi pada tanggal 1 Maret 1946 siaran dalam Bahasa Indonesia dikelola oleh Departemen Penerangan Australia dan menjadi Seksi Indonesia, yang merupakan bagian badan Radio Australia - nama baru untuk Suara Australia.

Dengan tercapainya kemerdekaan Indonesia, makin penting pulalah hubungan Australia dengan negara baru itu sebagai dua bangsa bertetangga yang perlu saling mengenal dan bekerjasama.

Pada tanggal 1 April 1950, Radio Australia dikelola oleh ABC selaku badan nasional sampai sekarang melayani dan menyiarkan berbagai bahasa etnis di dalam masyarakat multikultural di Australia. Australia adalah satu-satunya negara yang mengakui pertama kali Indonesia memproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Semogalah hubungan Indonesia dengan Australia semakin baik dan akrab adanya.


Blog: http://pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Bandung Karnaval KAA 2015oleh : Johanes Krisnomo
29-Apr-2015, 21:36 WIB


 
  Pesona Bandung Karnaval KAA 2015 Peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) - 2015 selain menyatukan komitmen dan kesepakatan, juga menampilkan aneka budaya antar bangsa. Karnaval Asia Afrika salah satunya, diikuti 20 negara dan 60 daerah di Indonesia, Sabtu (25/4/15), di Jalan Asia Afrika,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Ada Apa dengan Kartini? 24 Apr 2015 08:21 WIB

 

 
 

 

 

 
Lions Clubs Rayakan Hari Kartini 30 Apr 2015 07:38 WIB


 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia