KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PendidikanTeliti Situs HOKI, Cucu Sulastri Lulus Sarjana UIN Syarif Hidayatullah oleh : Supadiyanto S.sos.i. M.i.kom.
21-Sep-2014, 20:01 WIB


 
 
Teliti Situs HOKI, Cucu Sulastri Lulus Sarjana UIN Syarif Hidayatullah
KabarIndonesia - Ketertarikan Cucu Sulastri dalam dunia jurnalistik dan komunikasi, akhirnya mengantarkannya menjadi salah satu calon wisudawati UIN Syarif Hidayatullah dalam waktu dekat ini. Pada 26 Juni 2014 kemarin, Cucu Sulastri baru saja menyelesaikan penelitian berjudul: Dinamika Kerja Citizen Journalism
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kehadiran-MU 23 Sep 2014 00:31 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 
Gita Gutawa, Diva Muda Indonesia 06 Sep 2014 09:34 WIB

Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

 

 

Suharno, Mantan Tapol yang Kini Menjadi ”Pahlawan”

 
PROFIL

Suharno, Mantan Tapol yang Kini Menjadi ”Pahlawan”
Oleh : St. Sutrisno | 10-Mar-2008, 22:05:40 WIB

KabarIndonesia - Siapa mengira bahwa seorang Suharno (71), petani kecil yang pernah dibuang ke Pulau Nusa Kambangan sebagai tahanan politik (Tapol) itu, bisa mengubah nasib kampungnya yang dulunya ibarat tidak pernah dilirik orang, kini menjadi daerah tujuan wisata kuliner paling ramai di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah?

Ceritanya begini. Sekitar tahun 1965, tanpa proses pengadilan, Suharno dijebloskan ke Nusa Kambangan, sebuah pulau kecil di sebelah selatan pulau Jawa, pulau yang memang dikenal sebagai tempat pembuangan tahanan politik, khususnya mereka yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI), meskipun belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya. Maklum, saat itu PKI dinyatakan sebagai partai terlarang oleh rezim Suharto. Setelah sekitar tiga tahun berada di Nusa Kambangan, Suharno berhasil kembali dan menjalani kehidupan ”normal”-nya di kampung halamannya, Dusun Blater, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Bandungan (dahulu masih wilayah kecamatan Bawen), Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan istri dan delapan anaknya, dua laki-laki dan enam perempuan, dia menjadi petani biasa di kampung itu.

Ceritanya mulai berubah ketika tahun 1995, Dinas Perikanan Kabupaten Semarang melakukan penyuluhan dan pembinaan pemeliharaan ikan. Maka dibentuklah kelompok perikanan Ngudi Mulyo. Kelompok tersebut diberi bantuan bibit ikan dan perbaikan kolam. Meskipun tidak menjabat sebagai ketua kelompok, Suharno bisa dibilang paling getol mengupayakan keberhasilan kelompok ini. Maklum, awalnya kelompok tersebut menderita kerugian, maka Suharno pun bekerja keras untuk bisa membuktikan bahwa kelompok perikanan tersebut memiliki masa depan.

Waktu terus berjalan. Dan kini keberhasilan sudah bisa dinikmati tidak hanya oleh keluarga Suharno, tetapi juga oleh penduduk setempat. Kampung di dekat daerah wisata Bandungan, yang dulunya ibarat tidak pernah dilirik orang itu kini menjadi daerah wisata kuliner paling ramai di Kabupaten Semarang, khususnya di hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya. Kini, di sana terdapat 15 kolam pemancingan, tiga di antaranya adalah milik Suharno. Omzet dari tiga kolam tersebut mencapai Rp. 100 juta lebih per bulan. Dengan asumsi pendapatan kolam yang lain sama, maka total omzet mereka bisa mencapai Rp. 500 juta/bulan. Belum lagi pemasukan dari parkir sepeda motor dan mobil yang mencapai tidak kurang dari Rp. 3 juta/bulan. Sedangkan hasil retribusi mobil yang bisa disumbangkan ke kampung mencapai Rp. 700.000,- lebih per bulan. Pemasukan ini dipakai untuk pembangunan kampung, di antaranya untuk pengaspalan jalan dan perawatannya.

Berkat kerja keras Suharno dan rekan-rekannya di kelompok perikanan Ngudi Mulyo-lah Kampung Blater yang dahulu ibarat tidak pernah dilirik orang itu kini menjadi kampung yang sangat asri, ramai, mandiri, dan menjadi kampung tujuan wisata banyak orang untuk mancing, menikmati pecel lele, gurami bakar dan sebagainya. Meskipun perannya yang sangat besar terhadap kemajuan kampung ini, dan dia barangkali bisa disebut sebagai ”Pahlawan”, tetapi Suharno tetap merendah, sebagaimana disampaikan putra sulungnya berikut ini: ”Semua tidak lepas dari bantuan dan penyuluhan dari Dinas Perikanan Kabupaten Semarang. Khususnya Bapak yang fotonya ada bersama Bapak saya itu,” katanya.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obat Ambeiyen Akutoleh : Kholil Effendi
22-Sep-2014, 10:39 WIB


 
  Obat Ambeiyen Akut Handeuleum/Daun Wungu (Graptophylum pictum Griff) adalah tumbuhan perdu yang berbatang tegak. Umumnya tumbuh liar di daerah dataran rendah, sangat bermanfaat bagi penderita ambeiyen ringan dan akut. Caranya ambil 7 helai daunnya, lalu diremas-remas dengan air hangat sampai hancur dan saring
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pejabat Negara dan Penjara 23 Sep 2014 00:35 WIB

 

 
HMI Gelar Training Leadership 23 Sep 2014 10:03 WIB

 

 
Indonesia Siap Hadapi Thailand 22 Sep 2014 13:06 WIB

Asian Games 2014 Resmi Dibuka 22 Sep 2014 11:59 WIB

 
Kumpulan Petapa dari Kanekes 19 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia