KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
EkonomiGubsu Minta Mobil Mewah Pakai Pertamina Dex oleh : Jenda Bangun
30-Aug-2014, 12:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Medan, Pasca normalisasi pasokan BBM, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujonugroho memantau langsung penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Pertamina Jalan KL Yosudarso, kemarin.

Gubsu juga mengimbau pengendara mobil mewah yang sedang mengantri mengisi BBM. Dengan ramah,
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Kucingku dan Gadisku 13 Aug 2014 15:52 WIB

PINTU 12 Aug 2014 14:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Raffi Achmad Tagih Janji Jokowi 31 Aug 2014 04:13 WIB

Ditha dan Dina Dukung Argentina! 13 Jul 2014 05:44 WIB

 

 

Wawancara Eksklusif bersama Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro

 
PROFIL

Wawancara Eksklusif bersama Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 29-Des-2008, 00:44:44 WIB

KabarIndonesia, Semarang - Alhamdulillah, pewarta HOKI (Harian Online Kabar Indonesia) berhasil mewawancarai Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang.

Bila kita melihat kurikulum vitae Beliau (tercantum setelah wawancara), maka ungkapan berikut ini tampaknya tidak berlebihan. "Bukan hanya kedua orang tua Dr. Muchlis, melainkan juga Indonesia, bahkan dunia pun bangga memiliki salah satu putera terbaiknya."

Saat mewawancarai, pewarta HOKI amat berkesan dengan gaya bertutur Beliau yang santun, lembut, amat menyentuh hati, dan memotivasi. Satu hal lagi, di balik kesederhanaan Beliau, tersimpan berjuta ilmu dan pengalaman. Sehingga tidaklah berlebihan bila Beliau disebut sebagai:
“Dokter yang jenius, religius, sekaligus berotak Jerman, berhati Mekah, dan berkepribadian Jawa.”

Wawancara berikut ini dilakukan oleh salah seorang pewarta HOKI, Dito Anurogo, di kediaman Beliau, Jalan Taman Lamongan V, nomor 5 Semarang.


Seputar Tahun Baru

HOKI:
Sehubungan dengan datangnya tahun 2009, apa makna tahun baru bagi Dr. Muchlis?
Jawab: Setiap memasuki tahun baru, saya bersama isteri dan anak-anak biasanya naik ke atap rumah yang kebetulan dalam bentuk lantai semen, jadi bisa melihat langit luas sambil menikmati kembang api yang dinyalakan oleh sekeliling rumah. Kami sendiri tidak menyalakan kembang api (eman-eman).

Kemudian merenung bersama, apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Dan sepakat untuk memperbaiki diri di tahun mendatang.

HOKI: Ada pengalaman yang berkesan sehubungan dengan tahun baru?
Jawab: Selalu ada pengalaman berkesan setiap kali merenung di bawah atap langit yang luas. Rasanya begitu dekat dengan Allah. Sering sujud bersama pas jam 24.

HOKI: Ada persiapan khusus untuk menyambut dan mengisi tahun baru ini?
Jawab: Tidak ada persiapan khusus. Semua berjalan seperti biasa.


Meraih Bintang Menjadi Dokter Spesialis

HOKI: Sebagaimana diketahui, banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi dokter, dengan berbagai alasan. Pewarta OKI ingin tahu apakah menjadi dokter merupakan cita-cita Dr. Muchlis sejak kecil, jika ya, mengapa (memilih profesi dokter)?
Jawab: Sampai dengan kelas 1 SMA saya bercita-cita menjadi insinyur pertanian. Karena orang tua punya sawah cukup luas. Tapi setelah kelas 2 SMA, ikut kakak yang menjadi dokter, setiap hari menemani praktek sore, menata dan membersihkan tempat praktek, lama-lama muncul keinginan menjadi dokter. Apalagi bapak saya meninggal saat saya kelas 3 SMP karena sakit kencing manis, hipertensi, sirosis hepatis. Menambah semangat untuk menjadi dokter.

HOKI: Mengapa Dr. Muchlis tertarik memilih spesialis penyakit dalam (interna) dengan sub spesialis penyakit tropis infeksi?
Jawab: Ketika tahun keempat di puskesmas saya mencoba mendaftar spesialis anak. Tapi oleh kepala dinas tidak diijinkan karena baru empat tahun di puskesmas, menunggu lima tahun dulu baru boleh mendaftar.

Saya senang sekali merawat anak yang sakit. Setelah dibolehkan mendaftar, saya berubah pikiran ingin spesialis penyakit dalam, karena di praktek sore 75 persen pasien saya kasusnya penyakit dalam.

Sebetulnya setelah lulus spesialis saya ingin kembali ke Kudus, tempat saya mengabdi di puskesmas, pasien sudah banyak, dan tidak usah memulai dari nol lagi. Tapi sebelum lulus spesialis ditawari menjadi staf pengajar di Subspesialis tropik infeksi. Kebetulan saya memang senang mengajar, ya saya terima penawaran itu, walaupun harus mulai praktek dari nol lagi.


Pengalaman Hidup

HOKI: Bagaimana Dr. Muchlis menjalani kehidupan masa anak-anak dan remaja?
Jawab: Masa anak-anak dan remaja saya habiskan di kota Pemalang. Rumah saya persis di sebelah masjid Kauman Pemalang. Setiap hari di”opyaki” untuk sholat di masjid. Sejak kecil saya selalu menjadi ketua kelas, ketua regu pramuka, ketua kelompok dolanan anak-anak.
Senang bersepeda bersama teman-teman sampai jauh, kadang-kadang sampai 30-40 km dan tidak pamit sama orang tua, pasti ketahuan dan dimarahi, tapi diulangi lagi.

Shalat saya sering lupa, setiap sore main sepak bola di lapangan depan rumah, nanti kalau ditanya bapak, ”Sudah shalat Ashar?” ya...saya jawab, ”Belum.” Akibatnya dimarahi, tapi...besok diulangi lagi....


HOKI: Dapatkah Dr. Muchlis berbagi cerita tentang "masa lalu" yang begitu menempa dan mendewasakan Dr. Muchlis, dan yang mengandung hikmah?
Jawab: Setelah bapak meninggal (saat kelas 3 SMP) saya diasuh kakak di Yogyakarta. Bersekolah di SMA Muhamadiyah 1 Yogyakarta. Tinggal bersama keluarga kakak, membantu menimba air, mencuci popok bayi kakak saya, membersihkan rumah, dan makan seadanya.
Sekolah naik sepeda onthel sampai lulus Drs. Med (S.Ked), ketika koas, dipinjami vespa oleh kakak. Setelah lulus vespanya diminta lagi.


Uang dari ibu saya sangat terbatas hanya untuk bayar SPP, kalau mau jajan tidak punya uang sama sekali. Mulai masuk FK UGM saya mencoba menulis artikel di Harian Kedaulatan Rakyat. Alhamdulillah hampir sebulan sekali tulisan tentang kesehatan bisa muncul dan honornya bisa untuk tambahan sangu (uang saku-red.).

HOKI: Apa sajakah pengalaman Dr. Muchlis yang paling berkesan selama menjadi mahasiswa kedokteran dan koas?
Jawab: Sejak tingkat satu selalu mendaftar sebagai panitia ”sumpah dokter” dan panitia ”simposium”, Mengapa? Agar bisa ikut makan siang secara gratis (ha ha ha). Sehingga kakak kelas banyak yang tahu karena setiap kali sumpah dokter saya terlibat.

Menjadi petugas yang mengetik hasil catatan kuliah kemudian distensil untuk disebarkan ke mahasiswa lain. Saya di tingkat satu ikut kursus mengetik sepuluh jari. Dari honor mengetik bisa untuk tambahan uang saku.

Waktu koas, ikut menjadi asisten penelitian Dr.Tony Sadjimin (sekarang Beliau sudah menjadi Prof. Dr. Tony Sadjimin, SpA). Honornya lumayan bisa untuk beli bensin vespa.

Sempat jualan buku-buku agama, untungnya 10 persen dari harga buku. Saya tahu, teman-teman yang membeli karena "pekewuh" (sungkan-red), dan "kasihan", lumayan untuk tambahan uang saku.

HOKI: Apa sajakah pengalaman Dr. Muchlis yang paling berkesan selama menjadi residen (peserta pendidikan dokter spesialis?
Jawab: Saya menjadi “chief” residen yang dipilih secara aklamasi, Jiwa kepemimpinan saya tersalur. Menjadi Koordinator Seksi Acara setiap kali Guru punya hajat mantu. Dan terkena serangan jantung saat mau maju “Karya Akhir”. Faktor pencetusnya: stres karena ingin lulus tepat waktu dengan nilai yang baik.

HOKI: Ada pengalaman yang berkesan selama mengajar?
Jawab: Saya merasa bisa lega kalau mampu menularkan ilmu kepada murid saya. Saya menjadi guru di SPK (Sekolah Perawat kesehatan) Muh Kudus, Akademi Perawat Muhammadiyah Semarang, Dosen S1 Keperawatan FIKKES UNIMUS (Universitas Muhammadiyah Semarang) dan Dosen di FK UNDIP. Semuanya memberikan kebahagiaan bagi saya karena jiwa mengajar saya tersalurkan. Bapak dan ibu saya juga pengajar HIS (SD di jaman Belanda-red.)

HOKI: Ada pengalaman yang menarik saat berinteraksi dengan pasien?
Jawab: Saya pernah dimarahi pasien karena tidak disiplin datang di tempat praktek “Dokter itu harus disiplin, masak datang ke tempat praktek terlambat, saya kan bosan menunggu.” Saya jelaskan bahwa saya terlambat karena agak flu. Dokter juga manusia yang bisa sakit. Sejak itu pasien tersebut malah menjadi baik dan saya berusaha untuk lebih disiplin.


Top Ten Diseases

HOKI: Menurut Dr. Muchlis, apa saja "top ten diseases" yang sering dijumpai di dalam praktek/kehidupan sehari-hari?
Jawab: Sepuluh penyakit utama (top ten diseases) yang sering saya jumpai adalah:
1. Demam Berdarah,
2. Demam Tifoid,
3. Hipertensi,
4. Diabetes Melitus,
5. Penyakit Jantung Koroner,
6. Penyakit Ginjal Kronik,
7. Anemia,
8. Osteoartritis,
9. TBC (tuberkulosis),
10. HIV-AIDS.


HOKI: Secara umum, bagaimana solusi untuk mencegah dan mengatasi "top ten diseases" tersebut?
Jawab: Dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat (antara lain: makan teratur dengan pola "empat sehat lima sempurna", sempatkan berolah raga, tidur yang cukup, dan tidak “ngoyo”/bekerja keras dengan terlalu memaksakan diri-red.)

Khusus untuk HIV-AIDS, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Para pria sebaiknya berkhitan (sunat), menahan diri (termasuk kemaluan dan pandangan) dari semua hal yang diharamkan Allah, jangan suka menebar rayuan maut/tebar pesona, hindari rokok dan narkoba semaksimal mungkin, jangan bangga bila memiliki pasangan atau pacar lebih dari satu! Astaghfirullah.

2. Para wanita sebaiknya juga menahan diri dari semua hal yang diharamkan Allah, jangan terbujuk rayuan lelaki, jangan gampang menyerahkan keperawanan anda (sebagai bukti cinta). Ingatlah…seorang lelaki/kekasih yang baik dan takut kepada Allah tentunya akan menjaga kesucian dan harga diri anda, tidak akan memintanya meskipun untuk bukti cinta!

Bagi yang sudah punya pacar, hindari gaya pacaran yang beresiko tinggi, jangan mau kalau si dia ingin meraba-raba, memegang-megang, memeluk, atau mencium(i) anda. Tolaklah jika diajak berduaan di tempat sepi. Tolaklah pula dengan tegas jika diajak menonton film porno.

Jangan suka pergi ke dugem (dunia gemerlap-red). Jangan pernah berdua-duaan dengan pria yang bukan muhrimnya di tempat yang sepi. Jika bepergian, jangan seorang diri. Waspadalah pula terhadap minuman atau makanan yang ditawarkan siapapun kepada anda, meskipun itu teman/sahabat baik anda sendiri. Ingatlah, bahwa wanita itu tiang negara. Jika rusak kaum wanita, maka rusaklah negara itu.

3. Para remaja jangan sekali-kali berhubungan seks (free sex) sebelum menikah; perilaku berpacaran sangat tidak sesuai dengan agama apapun. Gunakan waktu yang telah diberikan Allah untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti: membaca, menulis, dan lain-lain. Ingatlah…nasib bangsa ini terletak di tangan anda semua wahai para remaja!

4. Para orang tua yang memiliki anak terutama yang menginjak masa puber, remaja, atau "ABG", berikanlah mereka kasih sayang sehingga mereka tidak mencari kasih sayang di luar.

Jangan terlalu mengekang atau membatasi putra/putri anda di dalam bergaul, namun juga jangan terlalu memberikan kebebasan. Perlu diketahui, sekarang ini "bintang film porno", beberapa bahkan masih SMP, banyak yang berasal dari Indonesia. Ya, mereka adalah produk lokal yang sudah kehilangan akal dan nurani.

5. Bagi yang telah menikah, setialah kepada pasangan anda.

6. Bagi kaum homo/heteroseksual, segeralah bertaubat dan kembalilah ke jalan yang benar.


Dokter dan Pasien yang Ideal

HOKI: Menurut Dr. Muchlis, bagaimana kriteria dokter ideal itu?
Jawab: Dokter yang ideal adalah dokter yang siap menjadi pribadi yang terbaik dan memberi pelayanan yang terbaik (to be the best and to serve the best).

HOKI: Berbicara tentang dokter yang ideal, tentunya ada "pasien ideal", menurut Dr. Muchlis?
Jawab: Pasien ideal adalah pasien yang memberi kepercayaan penuh “tapi kritis” terhadap pelayanan dokter. Tidak waton ngeyel (asal membantah atau "debat kusir"-red)


Rahasia Sukses

HOKI:
Sebenarnya, apa sih rahasia sukses Dr. Muchlis?
Jawab: Alhamdulillah kalau saya dikatakan sukses. Saya selalu berpegang teguh ”di dalam kesulitan ada kemudahan”. ”Akhir selalu lebih baik dari awal.”

HOKI: Menurut Dr. Muchlis, siapa sajakah orang penting yang berada di balik kesuksesan Dr. Muchlis, dan apa peran mereka?
Jawab: Pertama: ibu saya. Sejak kecil menjadi partner dalam pengambilan keputusan penting. Saya mau diangkat menjadi ketua OSIS SMP tanya ke ibu boleh tidak? Jawabannya: kalau tidak mengganggu belajar ya boleh saja. Saya menentukan pacar dan calon isteri juga berkonsultasi dengan ibu. Mau jadi staf pengajar juga berkonsultasi dengan ibu. Mau mengambil program S3 juga berkonsultasi dengan ibu. Sekarang Beliau masih sehat meskipun telah berusia 80 tahun.

Kedua: bapak saya (alm). Beliau yang menggembleng kedisiplinan saya sejak kecil, sampai saya sempat membencinya karena setiap hari selalu memarahi saya. Ternyata niatnya baik, itupun saya ketahui setelah Beliau meninggal.

Ketiga: isteri saya. Dia pacar saya sejak tingkat dua di kedokteran. Dia adalah pengritik dan pendorong semangat saya untuk maju.

Keempat: kakak-kakak saya yang memberi kesempatan untuk menumpang hidup saat di SMA dan FK. (Saya anak kesebelas dari tiga belas bersaudara).

HOKI: Siapakah guru-guru yang amat berkesan dan berpengaruh dalam kehidupan Dr. Muchlis sampai saat ini?
Jawab: Bapak Adi Wiyono, guru pramuka saya, yang memudahkan saya bisa ikut Jambore di Sibolangit Medan saat SMP.

Bapak Muhammad Muqoddas, guru agama saya di SMA, yang mengarahkan saya memilih Fakultas Kedokteran ketimbang IAIN (Insitut Agama Islam Negeri).

Dr. Tony Sajimin, yang mengarahkan saya menjadi dosen di FK UGM tapi saya "membelot" ke Puskesmas.

Dr. Budi Riyanto, MSc, SpPD-KPTI, yang mengarahkan saya masuk staf penyakit dalam dan sub tropik infeksi, ternyata sekarang bisa KPTI dan boleh sekolah S3 bidang infeksi.

HOKI: Boleh tahu resep Dr. Muchlis di dalam me-manage waktu?
Jawab: Saya berusaha menikmati semua yang saya lakukan.
Jam 05.00 sudah visit di rumah sakit.
Jam 07.00 sudah berada di RSUP dr. Kariadi.
Jam 14.00 mengajar di UNIMUS.
Jam 16.00 praktek sore.
Jam 18.00 sholat jamaah maghrib dengan anak-anak dilanjutkan
              dengan membaca satu halaman Quran dan terjemahan
              bersama mereka.
Jam 19.00 praktek malam.
Jam 22.00 membaca atau ber-internet.


Pelajaran Kehidupan

HOKI: Apa pelajaran kehidupan terpenting yang telah Dr. Muchlis dapatkan (bisa dari pasien, keluarga pasien, sejawat, mahasiswa, atau masyarakat umum) selama ini?
Jawab: Dari pasien, saya selalu bersyukur karena lebih sehat dari pasien. Belajar kesabaran dari mereka yang mendapat musibah sakit.
Dari keluarga pasien: saya belajar bagaimana agar tidak cerewet (banyak bicara-red.), menjadi keluarga pasien yang secukupnya bertanya, tidak keminter (merasa lebih berpengalaman, tahu, pintar-red.), minteri (merasa lebih pandai dari – red.) dokter.

Dari rekan sejawat: saya belajar bagaimana tidak menyalahkan dokter lain, tentang pengobatan mereka. Bagaimana jangan mengejar setoran, sehingga pelayanan pasien sesuai dengan etika kedokteran.
Dari mahasiswa: saya belajar bagaimana mereka bisa tekun belajar, tidak gaptek internet, dan lain-lain.

Dari masyarakat umum: saya belajar dari mereka bagaimana menyikapi kehidupan, ada yang bisa sabar sampai berusia 60 tahun tetap menjadi tukang parkir yang menyenangi pekerjaannya.



Kesan dan Pesan

HOKI: Apa kesan dan pesan Dr. Muchlis untuk mahasiswa kedokteran dan residen?
Jawab: Cobalah untuk be the best (menjadi yang terbaik-red) and serve the best (memberikan pelayanan yang terbaik-red). Di dalam kesulitan selalu ada kemudahan. Akhir dari usaha kita selalu lebih baik dari awal usaha kita.

HOKI: Apa pesan dan kesan Dr. Muchlis untuk pembaca HOKI di seluruh dunia?
Jawab: Selalu berprasangka baiklah kepada Allah. Ternyata Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita walaupun dalam bentuk musibah atau sesuatu yang tidak kita inginkan. Jadilah pelayan Allah bagi sesama.

Demikian wawancara eksklusif HOKI dengan Dr. H. Muchlis AU Sofro, SpPD, KPTI. Semoga bermanfaat. (*)


Curriculum Vitae
Nama: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI
Tempat, Tanggal lahir: Pemalang, 19 Maret 1963
Alamat: JL. Taman Lamongan V No. 5 Semarang.
Pekerjaan: Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP
Pangkat/Golongan: IV–B Pembina
Isteri: Dr. Retnaningsih, SpS-KIC
Anak: Annisa Laras

Pendidikan:
SD: SD Negeri Kebondalem I Pemalang, Lulus: 1974
SMP: SMP Negeri I Pemalang, Lulus: 1977
SMA: SMA Muhammadiyah I, Yogyakarta, Lulus: 1981
FK: Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta, Lulus: 1988
SpPD: Fakultas Kedokteran UNDIP, Semarang, Lulus: 2000
KPTI: Konsultan Penyakit Tropik Infeksi, PB PABDI : 2008
Peserta Program S3 FK UGM: 2007-sekarang.

Organisasi:
1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang
2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang.
3. Anggota Tim ”Emerging Infectious Disease” RSUP Dr Kariadi Semarang
4. Anggota Tim “Pengendalian Infeksi Nosokomial” RSUP Dr Kariadi Semarang
5. Anggota Tim “Penanggulangan Penyakit SARS” RSUP Dr Kariadi Semarang
6. Anggota Tim “Pengendalian dan Pencegahan Resistensi Antibiotik” AMRIN Study RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
7. Pengurus dan Anggota PETRI Cabang Semarang
8. Pengurus dan Anggota PAPDI Cabang Semarang
9. Pengurus dan Anggota IDI Wilayah Jawa Tengah.`

Penelitian:
1. Muchlis AU Sofro, Budi Riyanto, Clinical Manifestation and thrombocyte count Dengue Haemorrhagic Fever in Kariadi Hospital, Semarang. Asia Pasific Conggress of Traveller Health, KONAS PETRI VI, Denpasar, 2000).

2. Muchlis AU Sofro, Budi Riyanto, The pattern of thrombocyt count and clinical manifestation of Dengue Haemorrhagic Fever in Adult in Dr. Kariadi Hospital, Semarang. . (KONAS PETRI VII, Yogyakarta, 2001).

3. I Made Mardika, Muchlis AU Sofro, Tedjo Minuljo, Budiriyanto. Clinical aspects of severe malaria at Purworejo General Hospital. (KONAS PETRI VII, Yogyakarta, 2001).

4. Kuntio SH, Muchlis AU Sofro, Budi Riyanto, Case Report: woman 24 years old with cerebral malaria from non endemic malaria. . (KONAS PETRI VII, Yogyakarta, 2001).

5. Imam Fathurrohman, Muchlis AU Sofro, Budi Riyanto, Tetanus in Dokter Kariadi Hospital Semarang during five years (1996-2000). . (KONAS PETRI VII, Yogyakarta, 2001).

6. Maria Irawati, Muchlis AU Sofro, Budi Riyanto, The succeptibility test of commensal pathogens in patien of emergency room in Kariadi Hospital Semarang, . (KONAS PETRI VII, Yogyakarta, 2001).

7. K Heri Nugroho HS, Muchlis AU Sofro, Budi Riyanto, The Pattern of bacterial sepsis patients at Dr Kariadi General Hospital 2000. . (KONAS PETRI VII, Yogyakarta, 2001).

8. Didik Indiarso, Muchlis AU Sofro, Dewi Setiani, Budi Riyanto, Correlation between tetanus level and mortality of tetanus patient in Dr Kariadi Hospital Semarang, (KONAS PETRI, XI Solo, 2005).

9. Nur Farhanah, Muchlis AU Sofro, MH Gasem, Budi Riyanto, Infeksi Oportunistik pada HIV-AIDS di RS Dr Kariadi Semarang, (KONAS PETRI XI, Solo, 2005).

10. Muchlis AU Sofro, Manifestasi Klinis & Diagnosis HIV-AIDS, PIT PAPDI Cabang Semarang, 2005.

11. Muchlis AU Sofro, Herry Djagad Purnomo, Esophageal Candidiasis in AIDS patient. Case Report. (KONAS PETRI XII, Medan, 2006).

12. Muchlis AU Sofro, Meilien Himbawani, Drug Eruption with Nelfinafir in AIDS Patient. Case Report. (KONAS PETRI XII, Medan, 2006).

13. Muchlis AU Sofro, Budi Riyanto, Monique Keuter, Peterhans J van Den Broek. Interventions for improvements of antibiotic use in patients admitted with fever in the Department of Internal Medicine Kariadi Hospital Semarang. (KONAS PETRI XII, Medan, 2006).

14. Muchlis Achsan Udji Sofro, M Hussein Gasem, Budi Riyanto, Soeharyo Hadisaputro. HUBUNGAN ANTARA HITUNG CD4 DENGAN MORTALITAS PADA PASIEN HIV-AIDS DI SEMARANG. Pertemuan Nasional HIV-AIDS ke 3. Surabaya. 2007.

15. Muchlis Achsan Udji Sofro, Agus Suryanto, M Hussein Gasem, Budi Riyanto, Soeharyo Hadisaputro. HIV-TB CO-INFECTION IN DR KARIADI HOSPITAL SEMARANG INDONESIA. International AIDS Society, Sydney, 22-24 July, 2007.

Pelatihan:
1. Workshop ”Aplikasi Biomolekuler dalam Diagnosis dan Penelitian. Laboratorium Bioteknologi FK UNDIP. Semarang, 30-31 Mei 2000.
2. Pelatihan “Pengendalian Infeksi Nosokomial” di RS Jantung “Harapan Kita”, Jakarta 30 Agustus – 1 September 2000.
3. Short Course on Infection Immunology, FK UGM, Yogyakarta, 2001.
4. Pelatihan “Diagnostic and Treatment HIV-AIDS” PB IDI, Jakarta. 2001.
5. The 3 rd Course on Immunology : Mucosal Immunology, Yogyakarta, 8-12 Mei 2001.
6. Short Course on Moleculer Biology, Bogor, 2001.
7. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Kedokteran, FK UNDIP. 2002.
8. 4th Course on Immunology : Tropical Infectious Diseases, Yogyakarta, 25 april 2002.
9. Pelatihan Delapan Jam Penuh Buprenorfin, Semarang, 13 September 2002.
10. Pelatihan “Universal Pecaution dalam Penanganan SARS”, RS Sulianti Sarosa, Jakarta. 2003.
11. Short Course on Dengue Hemorrhagic Fever, Depkes RI, Jakarta, 2003.
12. Short Course on Molecular Biology, FK UNIBRAW Malang. 2003.
13. Short course on Malaria, Manado, 2003.
14. Pelatihan Pencegahan Infeksi dalam “Strict Barrier hospital And Nursing Care on SARS”, Jakarta, 22-25 April 2003.
15. Pelatihan TUTOR IV (Belajar Bertolak dari Masalah). 24-26 Februari 2004.
16. First Indonesian Clinical Microbiology Course 2004. Semarang 8-10 Maret 2004.
17. Konselor Mahir bagi Petugas Kesehatan, Jakarta 19-24 April 2004.
18. Short course on Parenteral Nutrition, Korea. 2005.
19. Short course “Pharmacokinetic – Pharmacodinamic Antibiotic” Perdici, Semarang. 2005.
20. Medical Genetics Course: From Basic to Clinic, Semarang, 23-25 Maret 2005.
21. Total Nutritional Therapy. Seoul. Korea. 1 Oktober 2005.
22. Short course “Pharmacokinetic-Pharmacodinamic Antibiotic” PB Petri, Jakarta. 2006.
23. Breakfast Lectures 2006. Virology, from basic to clinic. Semarang, July 19, 26 and August 2,9,16, 2006.
24. Workshop Pengendalian Infeksi Rumah Sakit. Semarang September 2006.
25. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Internasional, Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, Semarang. 28-29 November 2006.
26. Pembicara dalam Workshop HIV-AIDS pada PIT Nasional I, PIT XI PAPDI. Semarang 1 September 2007.
27. Pembicara dalam Short course on Comprehensive Care and Treatment HIV, FK UGM, 16-20 Desember 2008.

Kegiatan Ilmiah Tingkat Nasional dan Internasional
1. KONAS PETRI IV, Semarang 1998.
2. KONAS PETRI VI, Denpasar, 2000.
3. KONAS PETRI VII, Yogyakarta, 2001.
4. KONAS PETRI VIII, Malang, 2002.
5. KONAS PETRI IX, Manado, 6-9 Agustus 2003.
6. KONAS PETRI X, Palembang, 2004.
7. KONAS PETRI XI, Surakarta, 22-24 Juli 2005. Moderator Makalah Bebas Oral.
8. KONAS PETRI XII, Medan, Agustus 2006. Pembicara Makalah Bebas Oral.
9. KONAS PETRI XIV, Banjarmasin, Agustus 2008, Moderator Makalah Bebas Oral.
10. 2th Jakarta Antimicrobial Update 2001.
11. 3th Jakarta Antimicrobial Update 26-27 April 2002.
12. 4th Jakarta Antimicrobial Update 5 April 2003.
13. 5th Jakarta Antimicrobial Update 2004.
14. 6th Jakarta Antimicrobial Update 16-17 April 2005.
15. 7th Jakarta Antimicrobial Update April 2006.
16. 8th Jakarata Antimicrobial Update April 2007.
17. Pembicara dalam 9th Jakarta Antimicrobial Update April 2008.
18. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 1999 Cabang Semarang.
19. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2000 Cabang Semarang.
20. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2001 Cabang Semarang.
21. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2002 Cabang Semarang.
22. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2003 Cabang Semarang.
23. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2004 Cabang Semarang.
24. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2005 Cabang Semarang.
25. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2006 Cabang Semarang.
26. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PAPDI tahun 2007 Cabang Semarang.
27. Simposium: ”Atypical Pathogens in Respiratory and Cardiovascular Disorder. Semarang. 10 April 1999.
28. 3th Asia Pacific Conference on Travel Health, 6th National Congress of Tropical and Infectious Diseases. Bali. 2000.
29. Simposium “Evolving Expectations for the Empiric Therapy of Bacterial Infections in Hospitalized Patients”. Semarang, 10 Juni 2000.
30. KOPAPDI XI, Surabaya, 7-11 Juli 2000.
31. Simposium Nutrisi Klinik dalam bidang Ilmu Penyakit Dalam. Semarang, 26 Agustus 2000.
32. Symposium Molecular Approaches to Host Parasite Relationship In Malaria, Jakarta, 6-7 Maret 2000.
33. Satellite Symposium 8 “ Current Treatment of Antibiotic Use in Community Acquired Infections”, Jakarta, 25 Februari 2001.
34. The First Indonesian Symposium on Infection Control” (FISIC), Jakarta, 24-25 Februari 2001.
35. Seminar kedokteran Tropis : ”Perkembangan Ilmu Kedokteran Tropis Dalam Era Globalisasi”, Yogyakarta, 2001.
36.  Plasma Based Therapy Symposium”Current Approach in The Management of Critical Ill patients, Using Plasma Based Thrapies”, Jakarta 2001.
37. 2nd International Eijkman Symposium "Tropical Diseases: From Molecule to Bedside” Bogor, 2-6 September 2001.
38. Antimicrobial Resistance in Indonesia, Prevalence and Prevention (AMRIN) Study, Semarang, 7 Januari – 13 Mei 2002.
39. Cellular Derangement in Shock, Jakarta, 1 Juni 2002.
40. Perkembangan Mutakhir Strategi Penanggulangan Resistensi Anti Mikroba dan Immuno-Sains di Bidang Penyakit Tropik dan Infeksi, Malang, 17 – 21 Juli 2002.
41. Simposisum Leptospirosis, Semarang, Agustus 2002.
42. Peran dan Keamanan Levofloxacin pada Penatalaksanaan Infeksi, Semarang, 25 Januari 2003.
43. Symposium on Antibiotic Upadate 2003 and Infection Control in Hospital, Semarang 5 April 2003.
44. 9th National Congress of The Indonesian Society for The Study of Tropical Medicine and Infectious Diseases and 6th National Congress of The Indonesian Travel Health Society“ Controlling The Infectious Diseases Toward Health for Indonesians”, Manado, 9-11 Agustus 2003.
45. Simposium “The Role of Quinolone in Septicaimea and Respiratory Tract Infection. Semarang. 23 Agustus, 2003.
46. Simposium “Peranan Echinacea (EFLA 894) sebagai Immunomodulator pada Penyakit Infeksi, Semarang, 27 September 2003.
47. Future in Trends Molecular Medicine, Jakarta 12 – 13 Desember 2003.
48. One Day Seminar on Microbial Infections. Semarang. 11 Maret 2004.
49. Seminar Pengobatan Rasional, Semarang, 14 Oktober 2004.
50. Seminar Penatalaksanaan Kasus HIV/AIDS dalam Upaya Pencegahan Penularan, Karanganyar, 25 Januari 2005.
51. 5th International Symposium on Antimicrobial Agents and Resistance. Seoul Korea, 27-29 April 2005.
52. Pertemuan Ilmiah HIV/AIDS Plenary Annual Scientific Meeting on Infectious Diseases II, Jakarta, 20-21 Mei 2005.
53. Lokakarya Nasional Pertama. “Strategy to Cambat the Emergence and Spread of Antimicrobial Resistant Bacteria in Indonesia. Bandung. 29-31 Mei 2005.
54. Pharmacokinetics/Pharmacodynamics Antimicrobial , Semarang, 23 Juni 2005.
55. Evidence Based Use of Antimicrobials in The Era of Alarming Resistance, Jakarta 2-3 Juli 2005.
56. Recent Updates and Challenges in Internal Medicine, Semarang, 2005.
57. The 11th Congress of Parenteral and Enteral Nutrition Society of Asia (PENSA), Seoul, Korea, 1-4 Oktober 2005.
58. Temu Ilmiah Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia. Jakarta, 26-28 Nopember 2005.
59. Simposium Nasional SEPSIS dan Antimikrobial Terkini. Solo, 20-21 Januari 2007.
60. International AIDS Society “Pathogenesis, Therapy, and Prevention”, Sydney, 22-24 July, 2007.

Pengabdian Masyarakat
Mengajar
1. Nutrisi pada pasien infeksi, Program Studi S1 Gizi, Fakultas Kedokteran UNDIP.
2. Patofisiologi dan Penyakit Dalam, S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat UNIMUS Semarang.
3. Demam Berdarah dan Malaria, Program S1 Keperawatan UNDIP.
4. Program D3 Keperawatan, D3 Analis Kesehatan, D3 Gizi, UNIMUS, Semarang.
5. Koordinator Kepaniteraan Senior Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang.
6. Dosen Pengampu Tutorial ”Belajar Bertolak Dari Masalah (BBDM)” Fakultas Kedokteran UNDIP.
7. Pengajar S2 Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP.
8. Pembimbing ”Karya Tulis Ilmiah (KTI)” Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNDIP
a. Correlation between tetanus level and mortality of tetanus patient in Dr Kariadi Hospital Semarang.
b. Infeksi Oportunistik pada HIV-AIDS di RS Dr Kariadi Semarang.
c. Korelasi antara Trombositopeni dan Hemokonsentrasi dengan kejadian Syok pada Demam Berdarah Dengue Dewasa di RSUP Dr Kariadi Semarang.
d. Hubungan antara jumlah leukosit dengan kejadian Syok pada Demam Berdarah Dengue Dewasa di RSUP Dr Kariadi Semarang.
e. Hubungan antara Trombositopeni dengan Perdarahan pada Demam Berdarah Dengue Dewasa di RSUP Dr Kariadi Semarang.

9. Pembimbing Tesis S2 Prodi Epidemiologi FKM UNDIP.
10.Pembina SEPADAN (Satuan Peduli AIDS dan Narkoba) Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNDIP.

Ceramah Ilmiah Populer
1. Televisi:
a. Penanganan Anthrax, di TV Borobudur, Semarang. 2003.
b. Penanganan HIV-AIDS, di TV Borobudur, Semarang, 2005.
c. Penanganan Travelers Diarrhoea, di TV Borobudur, Semarang, 2005.
d. Penanganan Tuberkulosis Paru dan HIV di TVRI, Semarang, April 2006.
e. HIV-AIDS dapat menyerang siapa saja. TV Borobudur, Semarang, Juni 2006.
f. Penanganan masa kini ”Demam Berdarah”. TV Borobudur, Semarang, Maret 2007.

2. Radio:
a. Pencegahan dan Penanganan Leptospirosis. RRI Semarang 5 Mei 2005.
b. Penanganan Demam Berdarah Dewasa, Di Radio Trijaya FM Semarang, Nop 2005.
c. Penanganan TB Paru dan HIV di Radio Gajahmada FM, Semarang, 5 Maret 2006.
d. Peringatan Hari AIDS sedunia, di RRI Nusantara II, Semarang, Maret 2006, Maret 2007.
e. Penanganan Flu burung, April 2007.

3. Penatalaksanaan pasien SARS di IDI Wonosobo, Juni 2003.
4. Universal Precaution dalam pelayanan Gigi, PDGI Jawa Tengah, Semarang Juni 2003.
5. Ada apa dengan HIV AIDS, , Ceramah untuk Pelajar & Mahasiswa di Tegal. Juni 2004.
6. Peran Dokter Umum dalam Diagnosis dan Terapi HIV-AIDS. Tegal, 18 Oktober 2004.
7. Info Dasar HIV-AIDS di Lokalisasi WTS Gambilangu. Semarang. 2 September 2004.
8. Diagnosis dan Terapi AIDS bagi Mahasiswa FK UNDIP, 12 September 2004.
9. Care, Support, and Treatment HIV-AIDS. Ceramah untuk RS se Jawa Tengah, Maret 2005.
10. Penanganan ODHA di Rumah Sakit. RS Blora. 16 Februari 2005
11. Pencegahan Penularan HIV bagi Pengelola Panti Pijat. 22 Septermber 2005.
12. Efek samping obat ARV (Anti RetroViral), Dokter Puskesmas se-Kota Semarang. 28 September 2005.
13. Kepatuhan minum obat ARV. Dokter Puskesmas se-Kota Semarang. 28 September 2005.
14. Kewaspadaan Universal HIV-AIDS. RS se-Jawa Tengah. 3 April 2006.
15. Mengenal lebih dekat HIV-AIDS. Pelajar se-kota Semarang. 6 April 2005.
16. Penanggulangan HIV-AIDS di Rumah Sakit. RS se-Jawa Tengah. 16 Maret 2005.
17. Pengobatan, perawatan dan dukungan bagi ODHA. Seminar Yayasan Sidomulyo, Kabupaten Semarang. 18 Juni 2006.
18. Penanganan TB (Tuberkulosis) Paru dengan HIV. BP4 Semarang. 10 Maret 2006.
19. Diagnosis dan Terapi HIV-AIDS. RS Swasta se-Kota Semarang. 19 Maret 2005.
20. Jejaring Antiretroviral terapi. Puskesmas dan LSM se-Kota Semarang. 28 Septermber 2005.
21. Perawatan, Pengobatan dan Dukungan bagi ODHA. Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah. 10 Oktober 2005.
22. Pencegahan dan Pengobatan HIV-AIDS bagi Anggota DPRD Jawa Tengah. 4 Agustus 2005.
23. Penanganan NAPZA bagi Mahasiswa FK UNDIP. 25 Mei 2006
24. Penanganan Demam Berdarah Dewasa. Di berbagai kota, antara lain:
a. Klaten (4 Juni 2004),
b. Magelang (15 Juni 2005),
c. Brebes (22 Juni 2005),
d. Tegal (19 Juli 2005),
e. Ungaran (19 Maret 2003).
25. Patogenesis dan Terapi DHF Dewasa. Grobogan. 3 Januari 2006
26. Pencegahan dan Penanganan Flu Burung. RRI Nusantara 2 Semarang. 9 Maret 2006.
27. Peranan Laboratorium dalam Penanganan Penyakit Infeksi. Laboratorium Cito Semarang. 12 Februari 2005
28. Patogenesis dan Penatalaksanaan Demam. RS Roemani Semarang. 12 April 2005
29. Panduan ”Switch Therapy Antibiotic”. RS Roemani Semarang. 6 Juni 2005
30. Penanganan Intoksikasi. Pelatihan Manajemen RS. 2 Januari 2006
31. Penanganan Syok Septik. RS Jiwa Semarang. 4 April 2006
32. Penanganan DHF Dewasa. RS se Kota Semarang. 6 Juni 2006
33. Penanganan kedaruratan Syok Septik. Pelatihan Manajemen PPDS FK UNDIP. 23 Juli 2005
34. Bimbingan Teknis Penanganan Gawat Darurat Intoksikasi. RS Jiwa Semarang, 4-5 Juli 2005
35. Universal Precaution bagi petugas dalam penanganan HIV-AIDS, RS Jiwa Semarang 2 April 2006
36. Medical Training 2006. Departemen Riset dan Diklat BEM FK UNDIP.8-9 Desember 2006
37. Seminar HIV-AIDS dan NAPZA, BEM FK UNDIP. Semarang, 3 Desember 2006.
38. Pelatihan Pencegahan & Pengendalian Infeksi Bagi Perawat di RSUP Dr Kariadi Semarang. 11-12 Desember 2006.
39. Pelatihan Asuhan Keperawatan Komprehensif Pasien HIV-AIDS bagi Perawat dan Bidan se-Jawa Tengah. 26-27 Juni 2007.
40. Diagnosis dan Terapi HIV-AIDS di RS Daerah: Jepara, Pati, Kendal, Batang, Purwodadi, Blora. Juni-Juli 2007.

TULISAN ILMIAH POPULER DI SURAT KABAR (HARIAN) SUARA MERDEKA SEMARANG
(Judul artikel di bawah ini hanyalah sebagian yang berhasil didata)
1. Penyebab Diare Kronis dan SLE, 7 September 2003.
2. Diare akibat Perjalanan, 30 Nopember 2003.
3. Pengobatan Alternatif HIV Aids, 21 Desember 2003.
4. Penanganan Leptospirosis. 8 Januari 2004.
5. Tetanus Bisa karena Gigi Berlubang, 31 Januari 2004.
6. Demam Berdarah Bisa Dicegah, 7 Maret 2004.
7. Mengapa Tipes (Demam Tifoid) Mudah Kambuh? 4 April 2004
8. Jangan Sembarangan Meminum Antibiotik, 26 Mei 2004.
9. Haruskah Difteri di isolasi, 18 Juli 2004.
10. Mencegah Penularan Hepatitis A, 29 Agustus 2004.
11. Mengapa Asma mudah kambuh? 31 Oktober 2004.
12. Mengapa Pengobatan TBC Perlu Waktu Lama? 28 Nopember 2004.
13. Apa Makna Tes HIV Positif? 19 Desember 2004.
14. Infeksi Paru-paru, 9 Januari 2005.
15. HIV AIDS, 12 Februari 2005.
16. Mengenal Toxoplasmosis, 13 Maret 2005.
17. Pankreatitis Akut, 3 April 2005.
18. HbsAg Positif Boleh Bekerja, 24 April 2005.
19. Penyebab Diare Berkepanjangan, 15 Mei 2005.
20. Penularan Hepatitis A, 5 Juni 2005.
21. Mengapa Flu Burung Menular ke Kita ?, 7 Agustus 2005
22. Sakit Kuning Tidak Selalu Hepatitis, 9 Oktober 2005
23. Demam Berdarah, 11 Desember 2005.
24. Hepatitis C Bisa Diobati, 15 Januari 2006.
25. Infeksi Saluran Kencing, 5 Maret 2006.
26. Kolitis Ulseratif, 7 Mei 2006.
27. Pengobatan Penyakit Demam Tifoid, 18 Juni 2006.
28. Cara Penularan HIV-AIDS. 16 Agustus 2007
29. Penyebab Nyeri Perut Mendadak, 23 November 2008.
30. Pengaruh Alkohol pada Tubuh, 7 Desember 2008.
31. Berbagai Penyakit akibat Nikotin, 21 Desember 2008.

Keterangan Foto: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro memakai batik putih-coklat sedang memberikan senyumannya yang terindah, seindah bunga yang berada di sampingnya.
Dito Anurogo, memakai batik motif Cina, berwarna kuning muda-merah, berada di samping Dr. Muchlis.

Tentang Pewawancara
Dito Anurogo:
- An active and extraordinary student in School of Medicine, Sultan Agung Islamic University (UNISSULA), Semarang, Central Java, Indonesia.
- A member of International Federation of Medical Students'
Associations (IFMSA).
- A member of Center for Indonesian Medical Students' Activities
(CIMSA).
- A member of Forum Lingkar Pena (FLP) Semarang, Indonesia.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com
 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Upacara Bendera HUT RI-69oleh : Gholib
22-Aug-2014, 08:56 WIB


 
  Upacara Bendera HUT RI-69 Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69, 17 Agustus 2014, puluhan anggota pecinta kereta api dan pegawai PT. KAI melakukan upacara bendera di pelataran gedung Lawang Sewu Semarang, Jateng, dengan memakai baju dan atribut pejuang tempo dulu.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
PILPRES 2014: Tidak Perlu Fanatik 07 Jul 2014 19:08 WIB

 
KSPI Tolak Kenaikan BBM 29 Aug 2014 10:55 WIB


 

 

 

 
Perang Bintang di MILO Camp 29 Aug 2014 10:57 WIB


 

 

 
Mantan Pengguna Perlu Pertolongan 15 Jul 2014 23:00 WIB

 
Kampanye LEBE 28 Apr 2014 07:21 WIB

 
Ajang Kreatif dan Inovatif 20 Aug 2014 18:54 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia