KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sajak Kodok I 17 Aug 2017 09:09 WIB

Rintih Sedih Diriku Padamu 17 Aug 2017 09:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

AMIEN RAIS DAN REFORMASI: Kado Hitam untuk Republik

 
PROFIL

AMIEN RAIS DAN REFORMASI: Kado Hitam untuk Republik
Oleh : Tony Mardianto | 14-Feb-2009, 09:11:36 WIB

KabarIndonesia - Nama Amien Rais sudah tidak asing lagi di pentas politik nasional. Politik dan Islam tampaknya sudah sangat melekat dalam diri Amien Rais. Politik disiplin ilmunya dan Islam bidang kajian yang selalu menarik perhatiannya. Empat karya penelitian ilmiahnya membuktikan hal itu, yakni “Prospek Perdamaian Timur Tengah”, “Perubahan Politik Eropa Timur”, dan “Kepentingan Nasional Indonesia dan Perkembangan Timur Tengah 1990-an”. Buku-buku itu diterbitkan oleh Litbang Departemen Luar Negeri. Satu buah buku lagi, “Zionisme: Arti dan Fungsi” diterbitkan oleh Fisipol Universitas Gajah Mada.

Sebelum terlibat secara langsung di perpolitikan nasional, Amien Rais telah aktif di ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) dan ia juga pernah menjabat ketua umum Muhammadiyah. Sebagai cendekiawan, Amien banyak dimintai pendapat soal perpolitikan nasional. Ketika itu, Amien termasuk salah satu tokoh paling vokal. Suaranya yang keras soal ketidakadilan kontrak eksplorasi pertambangan Freeport dan Busang membuatnya didaulat menjadi tokoh oposan di negeri ini.

Namun, karir politik Amien Rais sendiri baru dimulai sejak tahun 1998, yang mana ia adalah salah satu pencetus dari gerakan reformasi menyusul ambruknya perekonomian Indonesia. Amien termasuk tokoh yang berdiri paling depan menyuarakan berakhirnya rezim Soeharto. Ia bahkan pernah akan menggalang people power yang akhirnya digagalkan Pangkostrad Prabowo Subianto. Tak urung posisi ini membuat nama Amien harum sebagai salah seorang tokoh kunci Pergerakan Reformasi di Indonesia.

Setelah Soeharto berhasil dimundurkan, di tahun yang sama, tepatnya tanggal 6 Agustus 1998, bersama tokoh-tokoh reformasi lainnya ia mengagas berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan menduduki posisi Ketua Umum. Pada SU-MPR 1999, ia nyaris menjadi presiden, setelah laporan pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie ditolak. Poros tengah yang dimotorinya (beberapa partai Islam berkolaborasi dengan Golkar) telah menyepakati akan mencalonkannya menjadi presiden. Namun ia memegang prinsip telah menjagokan Gus Dur yang akhirnya terpilih menjadi Presiden RI ke-4. Ketika itu, ia benar-benar populer di pentas politik nasional, kendati perolehan suara Partai Amanat Nasional (PAN) yang didirikan dan dipimpinnya pada Pemilu 1999 hanya memperoleh 7 persen suara saja.

Dari ulasan di atas ada beberapa hal yang cukup menarik untuk diulas diantaranya:
- Tujuan Amien Rais menggerakkan reformasi;
- Dampak yang ditimbulkan oleh reformasi.

Tujuan Amien Rais menggerakkan reformasi: pada awalnya reformasi menjadi tumpuan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Reformasi diharapkan menjadi jembatan emas menuju sebuah kesejahteraan, terutama untuk masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tapi kenyataan yang ada, langkah pertama yang dilakukan oleh Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya adalah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), yang mana Amien Rais duduk sebagai Ketua Umumnya. Secara umum seorang Ketua Umum sebuah partai politik merupakan calon presiden yang akan diusung oleh Parpol yang bersangkutan. Hal ini terbukti dengan ikut sertanya Amien Rais dalam pilpres 2004, yang berakhir dengan sebuah kekalahan yang cukup telak.

Kesimpulan: tampilnya Amien Rais sebagai penggerak reformasi hanya dalam rangka melengserkan Presiden Soeharto, dan mengosongkan jabatan Presiden RI, sehingga membuka peluang bagi dirinya untuk menduduki posisi sebagai Presiden RI.

Satu pertanyaan yang timbul adalah: Mengapa dia gagal dalam pilpres 2004. Gerakan Amien Rais sejak tahun 1999-2004 menunjukkan ambisi yang luar biasa untuk menjadi Presiden RI, hal ini menyadarkan para mahasiswa dan masyarakat pada umumnya tentang siapa Amien Rais yang sebenarnya. Mahasiswa merasa diperalat, rakyat merasa dikhianati. Perpaduan kekecewaan terhadap Amien Rais terwujud dalam bentuk tidak diberikannya dukungan oleh masyarakat dan mahasiswa pada Pilpres 2004.

Lebih jauh penulis menganalisa, bahwa pergantian Ketua Umum PAN merupakan bentuk kekecewaan PAN terhadap Amien Rais yang dianggap sebagai penyebab minimnya dukungan masyarakat dan mahasiswa terhadap PAN. PAN bisa bangkit hanya bila partai ini lepas dari figur Amien Rais. Amien Rais adalah seorang intelektual muslim, kemampuan dalam hal ini tak perlu diragukan lagi. Tetapi untuk jabatan seorang Presiden RI, hal ini perlu mendapat kajian lebih lanjut.

Suatu perjudian besar apabila nasib bangsa dan negara ini kita tautkan pada pundak Amien Rais. Kebesaran nama Amien Rais diperoleh dari beberapa tulisan yang dibuatnya, bukan pada karya nyata yang pernah dilakukannya. Ingat satu hal: “Seorang komentator sepak bola” belum tentu seorang pemain sepak bola yang andal.”

Karya nyata Amien Rais adalah gerakan reformasi, suatu gerakan yang pada akhirnya menghancurkan tatana negeri ini, reformasi digerakkan tanpa melihat kultur politik, budaya dan tingkat kemampuan intelektual negeri. Reformasi digerakkan tanpa ada kelanjutan sosialisasi apa makna reformasi sebenarnya.

Terputusnya informasi tentang makna reformasi berdampak pada adanya berbagai tafsir tentang reformasi. Diantaranya:
1. Reformasi adalah kebebasan mutlak. Dengan reformasi rakyat   bebas berbicara dan menghujat siapapun yang di kehendakinya tanpa ada etika.
2. Reformasi adalah kebebasan untuk mengadakan demo
3. Reformasi adalah kebebasan sebuah propinsi untuk lepas dari pemerintah pusat
4. Reformasi adalah kebebasan berbuat anarkis.

Melihat berbagai tafsir yang sangat menyimpang, seharusnya membuat Amien Rais memiliki tanggung jawab secara moril untuk menyadarkan masyarakat tentang makna reformasi yang sebenarnya. Hal ini sangat penting, karena pembawa bendera reformasi itu adalah Amien Rais yang didukung oleh para mahasiswa, maka sudah pada tempatnya jika dia ikut bertanggung jawab. Tetapi hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Amien Rais. Seluruh energi yang ada digunakan oleh Amien Rais untuk mendorong dirinya menjadi Presiden RI.

Di saat gagal dalam perjuangan untuk menjadi Presiden RI di tahun 2004 dengan santai dan tanpa rasa dosa Amien Rais kembali ke kampus. Dia tinggalkan bola panas reformasi di negeri ini. Dan di tahun 2009 ini, saat isu Capres mulai bermunculan Amien Rais merancang rencana untuk keluar dari kampus guna ikut serta dalam perayaan Capres 2009. Melihat ini adakah yang masih tersembunyi dari sosok Amien Rais? Saya rasa sudah tidak ada. Sosok Amien Rais sebagai pemburu kekuasaan sudah sedemikian nyata.

Reformasi sebagai media pemburu kekuasaan hanya meninggalkan puing-puing kehancuran ekonomi bagi masyarakat menengah ke bawah. Reformasi tak lebih dari sebuah kudeta terselubung. Tak heran bila pada tahun-tahun terakhir ini para tokoh reformasi dicap sebagai tokoh pembawa sial bagi masyarakat kecil. Tokoh reformasi hanya bergelut dalam oper alih kepemimpinan nasional.

Yang dilupakan oleh penggerak reformasi adalah: masyarakat miskin tidak butuh kebebasan mendirikan Parpol, masyarakat kecil tidak butuh kebebasan berbicara, masyarakat kecil butuh makan. ”Biarlah mulut ini tidak boleh bicara asal perut menjadi kenyang.” (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia