KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalTotal Pasien Covid-19 Yang Sembuh di Tanah Air Berjumlah 1.317.199 Orang oleh : Danny Melani Butarbutar
25-Mar-2021, 12:08 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Melansir berita KOMPAS.com, bahwa hingga Kamis (25/3/2021),jumlah Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bertambah 4.656 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh berjumlah 1.317.199 orang.

Data tersebut disampaikan Satuan Tugas
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA








 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Aizan Tan Sang Penggila Wushu-Liong-Barongsay dan Tambur Naga Asal Minang

 
PROFIL

Aizan Tan Sang Penggila Wushu-Liong-Barongsay dan Tambur Naga Asal Minang
Oleh : Yohanes | 05-Sep-2012, 11:29:51 WIB

KabarIndonesia - Andai di bulan ada pasar, mungkin kita bisa menemukan orang Minang di sana karena memang kebiasaan orang Minang adalah merantau. Bagi orang Minang merantau adalah naluri dan salah satu cara menempa dan menggembleng diri untuk bekal menjalani hidup.  

Ada yang kembali ada yang tidak. Ada yang menjadi pedagang, pengusaha, politikus, artis dan instruktur olahraga seperti yang dilakoni oleh Aizan sebagai instruktur Wushu–Liong–Barongsay dan Tambur Naga.

Aizan dilahirkan di Tebing Tinngi Deli, 23 Juli 1965. Seteah lulus SMA, ia berangkat ke Jawa untuk melanjutkan sekolah  di Bandung. Sebelum berangkat ayahnya memberi petuah yang ternyata akhirnya menjadi profesi dan jalan hidupnya: “Jaga harga dirimu dirantau, sampai di Bandung cari guru dan belajar silat….”  

Sebagai penggemar komik Kho Ping Hoo dan pengagum pendekar Super Sakti: Suma Han-Han dan istrinya Nirahai, yang di kemudian hari kedua nama itu dijadikannya menjadi nama putra-putrinya, Aizan sangat menyadari merantau tanpa bekal kemampuan beladiri, ibarat keluar rumah tanpa baju. Ia akan menjadi sasaran empuk orang orang yang berniat jahat padanya.  

Di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Bandung, ia menemukan Kungfu Naga Mas, Perguruan yang ia yakini bisa mendidik dan menggembleng dirinya untuk belajar Kungfu yang memiliki filosofi “Satu Musuh Terlalu Banyak, Seribu Kawan Masih Kurang” yang dipimpin oleh Sifu Kirman Tanjung dan Yo Beng Tie.  Di sini Aizan menemukan teman, pelatih dan suasana kekeluargaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya sehingga tiada hari yang ditunggunya dalam seminggu kecuali jadwal latihan Kungfu.

Karena keranjingan latihan, 2 tahun kemudian Aizan diangkat menjadi Asisten Pelatih dan diwajibkan membuka Unit Latihan Kungfu Naga Mas di Bandung. Tujuan ke Bandung yang tadinya untuk melanjutkan sekolah berubah.

Aizan memutuskan menjalani hidup sebagai instruktur Kungfu Nama Mas, apa pun resikonya dan ternyata profesi itu dijalaninya dengan konsisten. Berbagai prestasi diraihnya selama menjadi Atlet dan pelatih seperti:
Koordinator Pelatih Naga Mas Unit Yulius Usman Bandung 1987-1988
Koordinator Pelatih Naga Mas Unit Kampus FE Unpar 1988-1992 Koordinator Pelatih Naga Mas Unit Kampus Unpas 1989-1991 Koordinator Pelatih Kungfu Naga Mas Gym bandung 1990-1995 Koordinator Pelatih Naga Mas kampus Ikopin Sumedang
1994-1995
Juara II Klas 52 Kg Tournament Kungfu Naga Mas Jakarta
1987
Juara II Klas 52 Kg Tournament Kungfu naga Mas Jakarta 1989 Juara III Klas 54 Kg Kejuaraan Kungfu Nasional Perwuna Jakarta
1990
Juara I Klas 54 Kg Kick Boxing Profesional Go Skate Surabaya
1991
Atlet Pelatnas Wushu Sea Games XVII Singapore Jakarta
1992
Atlet Indonesia Wushu Sea Games XVII Singapore 1993 Juara I Pedang Kejurnas Wushu Bandung
1994
Juara I Pedang Sirkuit Nasional Wushu Semarang 1995 Juara III Tombak Sirkuit Nasional Wushu Semarang
1995
Wasit/Juri Wushu Jabar Angkatan I 1995 Pengurus Pelatih Pangda Wushu Jabar
1995-2002
Wasit/juri Nasional Wushu Kejurnas Piala Kapolri Surabaya
1996
Wasit/Juri Nasional Wushu Pra Pon Jakarta
1996
Pelatih Nasional Wushu Indonesia Angk. I 1994 Bandung

Ketika Reformasi melanda Negeri ini, seni tari Barongsay dan Naga; yang merupakan seni permainan orang-orang Kungfu di masa lalu mulai menggeliat dan bangun dari tidur panjangnya.   Tertantang atas ejekan dan cemoohan karena dianggap tidak mempunyai team barongsay, Aizan bertekad akan membentuk sebuah team barongsay sekaligus ingin membuktikan team siapa yang terbaik.

Saat itu untuk mendapatakan sebuah barongsay sangat sulit, selain tidak ada yang menjualnya, juga mahal dan lagi harus import. Tanpa putus asa akhirnya Aizan berhasil mendapatkan sebuah kepala barongsay yang sudah usang dan disimpan di gudang. Kepala barongsay itu dibelinya seharga Rp. 150.000,- dalam keadaan rusak, berdebu dan dipenuhi kecoa.  

Seperti mendapatkan barang impian, kepala barongsay itu dibersihkannya, diperbaikinya sendiri, dicat ulang, dipasangkan bulu, dijahitkan kostumnya sehingga ketika barongsay itu selasai direnovasi dan diperlihatkan kembali kepada penjualnya, iahanya bisa bergumam: “Kaduhung aing ngajual na kamaneh…” Itulah awal mulanya Aizan mendirikan persatuan barongsaynya. Seperti halnya kungfu ia pun keranjingan barongsay.  Sama gilanya.  

Dengan rasa penasaran ia pelajari teknik dan karakter permainan barongsay secara otodidak. Bekal sebagai pelatih kungfu dan atlit wushu memudahkannya memecahkan teknik-teknik yang tadinya dianggap mustahil, hasilnya tidak tanggung-tanggung.  Pada tahun 1999 Aizan berhasil membentuk team barongsay Patok LONG QING hanya dalam waktu setahun.  

Satu-satunya orang Minang yang berhasil mengembangkan team barongsay patok di Bandung dan Jawa Barat saat itu. Tidak puas dengan itu untuk mengetahui teknik-teknik barongsay Patok yang memiliki nilai tinggi dalam perlombaan, tahun 2001 Aizan mengikuti penataran Wasit/Juri Internasional Barongsay Patok di Malaysia dan lulus sebagai Wasit/Juri Barongsay Patok Internasional oleh International Dragon and Lion Dance Federation(IDLF).  

Keseriusan dan kerja keras Aizan sebagai Instruktur spesialis barongsay Patok membuahkan prestas :  
Juara I Kejuaraan Barongsay Patok Jakarta Open 2000
Juara II Kejuaraaan Barongsay Patok Plbsi Taman Mini 2001 JuaraI, II, III Kejuaraan Barongsay Patok Kejurda Wushu Jabar 2002
Juara III Kejuaraan Barongsay Patok Kejurnas Wushu Semarang Peringkat 8 Besar Nasional Kejuaraan Barongsay Patok Indonesia Open 2003 Padang
Juara III, IV Kejuaraan se-Indonesia Barongsay Patok Bandung Open Challenge 2003
Juara I Barongsay Patok Festival 5 Naga 50 Barongsay Ibcc Bandung 2005

Sayang pada tahun 2005 saat berada di puncak prestasi, team barongsay Patok LONG QING yang didirikan Aizan secara sepihak diklaim dan diambil alih oleh pembina LONG QING, orang yang selama ini mendapatkan nama besar, kebanggaan dan pujian dari prestasi team barongsay yang didirikannya, orang yang sangat dipercayai dan dihormatinya dan sudah dianggap sebagai ayahnya, bahkan nama marganya pun dijadikan namanya (Aizan Tan) ternyata mengkhianatinya.

Kejadian itu tidak hanya menghancurkan kebanggaannya atas team barongsay Long Qing yang merupakan ide kreatif dan kerja kerasnya, tapi juga menghancurkan rumah tangganya karena mantan istri beserta keluarganya justru membela sang pembina dan menjadi pendukungnya. Tapi tempaan hidup itu tidak membuat Aizan Tan patah arang, kemelut yang pernah meluluhlantakkan hidupnya itu dijalani dengan tegar.  Kini didampingi seorang istri yang merupakan anugrah pengganti diberikan Tuhan kepadanya--Maria seorang gadis muda berusia 19 tahun yang cantik nan lembut--bersedia menjadi pendamping hidupnya dan menerima dirinya apa adanya.

Aizan bangkit kembali dan mendirikan team barongsay NAGA MERAH. Tidak mau terlena dengan prestasi masa lalu, Aizan meningkatkan kemampuannya dengan mengembangkan Seni Tari Naga (Liong) serta Seni Tambur Naga yang merupakan seni tambur perang satu-satunya di Bandung yang sangat populer di negara China, Jepang, Malaysia dan Singapore. Tidak bisa dipungkiri, Aizan Tan sangat mencintai Seni Budaya Tionghoa sehingga ia mengadopsi nama yang pernah mengkhianatinya.  

Tahun 2012 Aizan Tan mendirikan Asosiasi Liong dan Barongsay Bandung (ALBA).   Melalui lembaga ini ia mengembangkan konsep pembinaan seni budaya dan olah raga Wushu-Liong-Barongsay dan Tambur Naga sebagai sebuah kesatuan tak terpisahkan.   

Aizan mendirikan pelatihan Wushu sebelum mengajarkan seni Liong, Barongsay dan Tambur Naga.  Hal ini dilakukan karena seni Liong dan Barongsay dulunya merupakan seni permainan orang-orang kungfu karena dasar langkah dan kuda-kudanya banyak mengadopsi langkah dan kuda-kuda kungfu walaupun sekarang ini sudah mengalami banyak perkembangan.  

Dengan lembaga ini juga Aizan melakukan pembinaan bagi generasi muda dan masyarakat kota sistematis, terkonsep dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga ke depannya seni budaya dan olah raga Wushu-Liong-Barongsay dan Tambur Naga dapat menjadi kegiatan yang populer dan digemari masyarakat.

Asosiasi Liong dan Barongsay Bandung (ALBA) juga memberikan pelatihan dan pembinaan bagi anak-anak, remaja dan pemuda yang tidak mampu secara gratis dengan harapan mereka memiliki kegiatan yang positif, kreatif dan atraktif sehingga dapat terhindar  dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan narkoba.  

Dengan Asosiasi ini Aizan mengajak dan menawarkan kerjasama dengan Badan, Lembaga, Yayasan maupun Perusahaan untuk ikut membantu membina generasi muda melalui seni budaya dan olah raga Wushu-Liong-Barongsay dan Tambur Naga dengan cara menjadi Bapak Angkat/Pembina untuk 1 Team Liong, Barongsay dan Tambur Naga dengan konsep 1 bendara untuk 1 Pembina. 

Untuk Pembina/Bapak Angkat, ALBA akan membuatkan sebuah bendera team atas nama Bapak Angkat/Pembina tersebut pada Team Barongsay–Liong dan Tambur Naga yang dibina laporan rutin dan berkala (Video dan Foto) tentang kegiatan team tersebut sepanjang tahun serta dapat mengikuti acara lomba sosial yang diadakan oleh ALBA atau lembaga lain.
 

Aizan melalui Asosiasi Liong dan Barongsay Bandung juga menawarkan jasa pertunjukan seni budaya dan olah raga Wushu-Liong-Barongsay dan Tambur Naga untuk memeriahkan pesta, HUT, launcing produk, launcing toko, pernikahan, Imlek dan Cap Go Meh di Bandung, dan sekitarnya.  

Bagi yang berminat dapat menghubungi  Aizan Tan melalui Asosiasi Liong dan Barongsay Bandung ( ALBA) dan Kungfu Naga Mas Bandung. Sekretariat: Gedung GGM Lantai 2 Jl. Merdeka no. 64 Bandung, telp 081723389. (*)


Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 
 
 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia