KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRobert T.S. Nio Didaulat Menjadi Peragawan Tertua di Indonesia oleh : Redaksi HOKI
24-Nov-2017, 23:27 WIB


 
 
KabarIndonesia – Jakarta, Ada yang unik dalam peragaan busana (fashion show) bertajuk “Imagine Possibilities Fashion Trunk Show” oleh desainer Anthony Bachtiar yang digelar di Jakarta Creative Hub Jakarta tadi malam (25/11).

Pada peragaan busana yang dimulai pukul
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

Kontemplasi (تفكر) 23 Nov 2017 09:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Belajar Yong Moo Do Dengan Benar Hasilnya Akan Cantik

 
PROFIL

Belajar Yong Moo Do Dengan Benar Hasilnya Akan Cantik
Oleh : Stanley Teguh | 11-Okt-2016, 11:09:25 WIB

KabarIndonesia-Bandung, Cabang olah raga Yong Moo Do di eksebisi PON XIX 2016 Jawa Barat telah sukses di gelar pada tanggal 23-25 September 2016 lalu, menyisakan prestasi, kebanggaan, cerita dan heroisme atlet yang ikut berlaga dari kontingen peserta juga tentang suasana dan sejuknya kota Bandung.

Untuk diketahui, Yong Moo Do adalah cabang olah raga beladiri termuda yang hadir di Indonesia, dan sekarang merupakan beladiri yang wajib dikuasai oleh kalangan militer di Indonesia, terutama di TNI Angkatan Darat (AD). Berasal dari Korea pada era 90-an, Yong Moo Do terus berkembang ke seantero dunia, termasuk ke Indonesia pada sekitar tahun 2008.

Pada tahun 2016 ini beladiri Yong Moo Do di bawah payung organisasi Federasi Yong Moo Do Indonesia (FYI) berhasil ikut serta pada eksibisi multi event empat tahunan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX, dan di PON XX tahun 2020 yang akan datang di Papua beladiri Yong Moo Do menjadi salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan resmi di bawah naungan KONI dan PB PON.

Terdapat sekitar 270 atlet yang berlaga di eksebisi Yong Moo Do PON XIX, ada dua orang atlet yang berhasil menorehkan prestasi menyabet medali dan berkenan membagikan pengalamannya yakni, "Yong Moo Do adalah gabungan dari beberapa ilmu beladiri seperti Judo, Tae Kwon Do, Apkido, Ssirum, dan Hon Sin Sul", terang peraih medali di Kelas Bebas 90 Kg, Sutrisno. Petarung dari provinsi Banten ini mengatakan, "Seni beladiri Yong Moo Do relatif lebih efektif dan efisien, karena paduan teknik beladiri Yong Moo Do sudah lengkap untuk bisa melemahkan lawan, namun demikian petarung Yong Moo Do harus mempunyai motivasi dan semangat yang kuat untuk bisa menguasai teknik-tekniknya", terang Sutrisno. Lebih jauh, Sutrisno berpesan bahwa pelatihan dan pembinaan dasar harus terus di asah, bila melalui proses yang baik hasilnya pun akan baik untuk raihan prestasi.

Riska Ayu, atlet putri peraih medali di cabor Yong Moo Do kelas <60 kg asal Sumatera Selatan lulusan Akademi Keperawatan ini pada pewarta Kabar Indonesia menjelaskan bahwa dirinya berharap agar beladiri Yong Moo Do bisa menyebar luas di kalangan masyarakat Indonesia, "Yong Moo Do mungkin terlihat seperti beladiri yang keras, namun sebetulnya tidak seperti yang orang kebanyakan bayangkan, Yong Moo Do selain mengajarkan tentang teknik beladiri juga mengajarkan tentang kerendahan hati dan kebijaksanaan serta menumbuhkan watak patriotisme", jelas Ayu, "Secara umum untuk kondisi sekarang, terutama wanita yang sering beraktifitas baiknya menguasai teknik beladiri untuk berjaga-jaga dari kemungkinan yang tidak diharapkan diluaran", tambah Ayu. Filosofi Riska Ayu selama berlatih beladiri Yong Moo Do adalah,"Belajar teknik beladiri Yong Moo Do dengan benar, hasilnya akan cantik", ujar Riska Ayu sambil mengembangkan senyumnya yang manis. 

Keduanya bahkan semua masyarakat Yong Moo Do di Indonesia kini bisa sama-sama berbangga, karena saat Pembukaan pertandingan eksibisi Yong Moo Do di PON XIX Jawa Barat tepatnya di DisJas TNI AD Cimahi, di awali dengan peragaan beladiri Yong Moo Do oleh siswa-siswi dari SMA Efarina Simalungun. Hal ini menjadi bukti bahwa Yong Moo Do telah memasyarakat, dan ini menjadi momentum bahwa beladiri Yong Moo Do merupakan ilmu beladiri yang bisa dipelajari oleh siapapun. Terlebih beladiri Yong Moo Do telah resmi dipertandingkan menjadi salah satu cabang olahraga di PON XX tahun 2020 di Papua yang menentukan peringkat perolehan medali untuk kontingen, jadi terbuka kesempatan untuk membuka prestasi baru pada olahraga Yong Moo Do ini. ***

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini. Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia