KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilMelani Butarbutar: Tekad Putra Samosir, Melayani Aspirasi Rakyat Sepenuh Hati oleh : Wahyu Ari Wicaksono
05-Nov-2018, 09:11 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mengawali karir sebagai CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo Ambarita (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) dengan pangkat/golongan Juru Muda Tingkat I (I/b), pada Februari tahun 2017 lalu, Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar atau biasa disebut Melani Butarbutar
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku 09 Nov 2018 15:39 WIB


 

Haji Sagi Arungi Samudra Kehidupan

 
PROFIL

Haji Sagi Arungi Samudra Kehidupan
Oleh : 1 | 19-Aug-2009, 20:48:49 WIB

H Sagi Arungi Samudera Kehidupan. Dari Kampung Auah Malintang ke Jakarata, dengan terombang ambing. Tulisan ini mengisahkan tentang seorang anak manusia asal minang yang pergi merantau jauh datang ke Jakarta demi perbaikan nasib.

Antah sia nan mangarang (Entah siapa yang mengarang) dan antah sia pulo nan partamo nan mampopulerkan pantun ko. Tak seorangpun tau, tapi nan pasti tantu salah satu anak negri dari ranah minang.

Tradisi merantau bagi orang minang sesungguhnya sudah berlangsung lama dan berjalan secara turun menurun sejak dulu kala hingga sekarang.
Dorongan pantun yang sangat populer dikalangan orang minang seperti tersebut diatas, seakan menambah semangat bagi orang minang untuk pergi merantau meninggalkan kampung halamannya.
H Sagi yang dilahirkan di ranah minang kampung Auah Malintang Kecamatan Sungai Garingiang Padang Pariaman, Sumatra Barat, adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara dari pasangan H Kari Wahit dan Hj. Djamara.
Awalnya, setamat dari sekolah SMOA di Kota Padang H Sagi ingin melamar ke sekolah angkatan laut, bahkan surat lamarannyapun telah dikirimkan ke Surabaya. Tapi apa hendak dikata, keinginan tinggal keinginan kedua orangtua H Sagi tidak mengijinkan untuk bersekolah di Surabaya waktu itu. H Sagi disarankan untuk belajar dagang dengan udanya di KOta Padang. Ia pun menurut apa yang disarankan orangtuanya itu, maka belajarlah H sagi mengikuti Kakak laki lakinya itu. Setelah memiliki pengalaman dagang, H Sagi membulatkan tekad untuk berangkat pergi merantau ke Pulau Jawa. Dengan diiringi derai air mata dan doa kedua orangtuanya, H Sagi naik kapal Bogowonto dari Teluk Bayur Menuju negeri seberang untuk mengadu nasib.
Batang gasan aihnyo nan janiah tampek mandi mandi dek H Sagi jo kawan kawan samo gadang di kampuang salamoko ditinggalkannyo dan seakan menjadi saksi bisu atas kepergian H Sagi ke rantau orang. Padahal waktu itu, rasanya berat sekali bagi H Sagi untuk mrninggalkan kampung halamannya, apalagi selama ini belum pernah berpisah dengan kedua orang tuanya, ditambah harus rela berjauhan dengan sang kekasihnya, Hj Karlina.
Namun demi untuk memperbaiki nasib serta membahagiakan kedua orang tua dan kekasihnya, kelak kalau sudah menjadi istri, H Sagi iklas untuk pergi merantau.
Sebelum berangkat, terlebih dahulu H Sagi melangsungkan acara tukar cincin atau mengikat janji dengan sng kekasih Hj Karlina, seorang gadis yang menjadi pilihannya.
Setiba di Jakarta, untuk tempat tinggal sementara menumpang di ruamh kenalannya orang sunda yang sebelumnya sudah kenal saat masih di Padang.
Tidak lama kemudian barulah H Sagi mencari tempat untuk berdagang, alhamdulillah dalam tempo yang tidak begitu lama H Sagi mendapat sewaan sebuah kios di lantai II Pasar Mayestik Kebayoran Jakarta.
Setelah itu, barulah H Sagi mulai berdagang secara kecil kecilan dengan modal seadanya yang dibawa dari Padang. Sebulan pertama sekitar tahun 1975, dagangan H Sagi kadang kadang laku kadanga tidak, karena baru mulai belajar dagang di Ibukota yang sangat ketat persaingannya. Walu demikian, dengan semangat yang menggelora H Sagi tetap bersabar dan tekun dalam menghadapi kerasnya tantangan hidup di Jakarta dengan timgkat gangguan selalu datang dari preman preman pasar kala itu. Ketika itu kehidupan H Sagi betul betul prihatin sehingga harus pandai mengatur keuangan, karena kalau tidak modal yang sedikit akan cepat habis. Apalagi di perantauan, H Sagi hanya hidup sebatang kara tidak ada sanak famili untuk tempat mengadu.
Oleh sebab itu, disamping harus berhemat, dalam ushanya itu tidak lupa senantiasa berdoa, meminta kepada Allah SWT, agar dimudahkan dalam usahanya dan dikabulkan permintaannya dengan limpahan rizeki.
Dalam mengarungi kehidupan selama di perntauan, banyak sekali suka duka yang dialaminya. Namun biduk kehidupan itu tetap didayungnya tanpa kenal lelah dan keluh kesah. Kadang kala H Sagi pernah mengalami makan satu kali satu hari untuk berhemat mempertahankan modal yang sangat minim agar dapat bertahan lama hidup di rantau orang.
Kurang lebih dua tahun lamanya H Sagi merasakan, bagaimana phit getirnya kehidupan di rantau orang. Tiga tahun kemudian tahun 1978, H Sagi mulai merasakan ada tanda tanda perkembnagan usaha sedikit demi sedikit. Kemudian lama kelamaan usaha yang dirintisnya itu secara bersusah payah ini menunjukan adanya perkembangan menggembirakan. Hal ini tentunya berkat doa restu kedua orang tua dn sang kekasih di kampuang. tidak lama kemudian H Sagi mampu membeli sebuah toko di dekat kontrakannya. Tidak sampai disitu, secara bertahap toko yang dimilikinya terus bertambah, baik di Jakarta maupun di Kota padang.
Sesungguhnya, kunci sukses bagi H Sagi dalam menjalani kehidupan di rantau yang terpenting menurut pengakuan H Sagi adalah Nawaetu dalam berusaha. Kiat lainnya, ia senantisa menghindarkan hal hal yang dilarang agama , karena hal itu pasti akan merusak tatanan kehidupan, seperti, mabuk mabukan, berjudi, keluar malam dan lain lain, katanya mantap, saat berkemapatan bincang bincang dg Kabar Indonesia di salah satu tokonya di kawasan Blok M Jakarta.
Setelah kehidupan beranjak agak membaik, H Sagi pulang kampung dengan maksud menengok kedua orangtuanya serta saudara saudaranya sekaligus menepati janji mempersunting sang kekasih tercinta. Setelah menikah, iapu memboyong sang istri ke Jakarta, sampai sekarang. Dari hasil pernikahannya dengan Hj Karlina, pasangan sakinah ini telah dikaruniai sebelas putra putri yang elok elok laku soleh sarato ranca ranca yang patuh kepada kedua orang tua.
Dari perjalanan hidup H Sagi selama berjuang berusha di perantauan, patut diambil hikmahnya untuk diteladani oleh siapapun, terutama ketaatannya dalam menjalankan perintah agama serta sifatnya yang tetap bershaja tidak sombong, rendah hati dan kepeduliannya terhadap sanak famili dan kampung halamannya. Sabagai rasa mensyukuri nikmat yang telah diperolehnya itu, ia secara rutin selalu menyisihkan rezekinya dengan membayar zakat dan sumbangan juga ia berikan bagi kepentingan sosial seperti untuk pembangunan Mesjid, sekolah Pondok pesantren, insfrastruktur dll, baik di Jakarta maupun di kampung halamannya. Melalui Kabar Indonesia, H Sagi, meminta kepada orang minang di perantauan yang memiliki SDM agar mau dan sudi menyumbangkan ilmunya untuk turut membangun kampung halamannya Ranah Minang.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawaoleh : Rohmah S
12-Nov-2018, 10:18 WIB


 
  Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno (kedua kiri) didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) saat flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa di Surabaya (12/11).
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Rocky Gerung dan Jokowi 05 Nov 2018 15:56 WIB

Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia