KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahUsulan Pembentukan Wartawan Unit DPRD Tidak Dijawab Pemkab Serdang Bedagai oleh : Agus Suriadi
21-Nov-2017, 20:36 WIB


 
 
Kabar Indonesia - Serdang Bedagai, Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sergai terkait pembahasan R-APBD Sergai TA 2018, Kamis (16/11)  di gedung DPRD Sergai, Dusun II Desa Firdaus, Sei Rampah.Sambil menyampaikan pandangan umum Fraksi, tiga fraksi antara lain
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kisah Sukses Djasarmen Purba Si Anak Holang Bangkei

 
PROFIL

Kisah Sukses Djasarmen Purba Si Anak Holang Bangkei
Oleh : Argopandoyo Tri Hanggono | 09-Nov-2017, 05:27:34 WIB

KabarIndonesia - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) Majelis Umat Kristiani Indonesia (MUKI), Djasarmen Purba, S.H., meluncurkan buku otobiografi berjudul; "Hidup Adalah Ibadah: Anak Holang Bangkei" di Hotel Bunga-bunga, jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (01/11/2017) malam. 

Buku otobiografi yang diluncurkan bersamaan dengan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) MUKI tersebut ditulis oleh Jannerson Girsang, penulis banyak buku otobiografi tokoh yang bermukim di Medan, Sumatera Utara.
Dalam buku setebal 530 halaman tersebut berkisah tentang masa kelahiran dan kanak-kanak Djasarmen yang memilukan hingga ia dijuluki "Anak Holang Bangkei" (abang dan 2 adiknya meninggal saat balita), yang membuat ia menjadi anak sulung dan berpaut usia jauh dengan adik-adiknya yang hidup hingga dewasa, masa jatuh bangun kehidupannya hingga meraih sukses justru di saat berusia senja.

"Hidupnya penuh dengan rintangan namun mampu ia lewati. Djasarmen meraih sukses kejayaan di saat usia senja hingga saat ini sebagai pengusaha dan anggota DPD RI mewakili masyarakat kepulauan Riau yang notabene mayoritas muslim," kata Jannrrson dalam kata pengantarnya sebelum peluncuran buku secara resmi.

Jannerson mengaku mau menulis buku otobiografi ini karena mengenal Djasarmen sebagai sosok yang baik dan bisa menginspirasi orang lain. "Beliau (Djasarmen) sangat dikenal di Batam, oleh seorang Kyai di sana ia dijuluki Kyai-nya orang Kristen. Bayangkan di daerah yang mayoritas muslim, Djasarmen yang Kristen bisa menjadi perwakilan Kepri sebagai DPD RI dengan perolehan suara 83 ribu," jelasnya.

Lagi diceritakan Jannerson, Djasarmen pernah menjadi seorang manager perusahaan BUMN di Medan, lalu jatuh miskin hingga tidur beralas koran di emperan toko di Jakarta, namun Djasarmen tidak putus asa, terus berjuang hingga meraih sukses di Batam menjadi seorang developer tanpa modal di saat krisis moneter tahun 1998-1999. "Pernah menjadi supir taksi di bandara Soekarno Hatta, lalu hijrah ke Batam diajak kerja sebagai pegawai perusahaan saudaranya yang pernah dia tolong, lalu sukses menjadi seorang pengusaha pengembang perumahan." jelas Jannerson.

'Sarmen Raya' yang berdiri di atas tanah 5 hektare tanpa modal pada usia 50 tahun, usia yang seharusnya pensiun, bermain dengan cucu. Di usia 57 tahun terjun ke politik, jadi anggota DPRD Kepri dan kini anggota DPD RI," bebernya. Adapun rahasia sukses Djasarmen menjadi pengusaha properti tanpa modal diceritakan dalam buku tersebut karena beliau dinilai sebagai orang yang bisa dipercaya dan cerdas. 
Pemilik prinsip "Hidup adalah Ibadah" ini juga dikenal sebagai seorang yang aktif di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Lahir dari keluarga yang rohaniawan membuat Djasarmen selalu mengandalkan doa dalam setiap aktivitasnya. Keterpurukan dan keberhasilan baginya adalah anugerah yang terbaik yang Tuhan berikan. "Dia pernah mengampuni orang yang menabrak anak sulungnya hingga tewas tanpa tuntutan apapun. Alasannya kasihan dengan nasib anak istri si penabrak nantinya " tutur Jannerson.

Sementara itu, dalam sambutannya, Djasarmen mengaku bahwa alasan dia menerbitkan buku tersebut bukan karena ego agar terkenal tetapi karena prinsipnya bahwa "Hidup Harus Menjadi Berkat" dan juga agar semakin banyak orang mengenal apa itu MUKI, mengingat dalam buku otobiografi tersebut ada 1 Bab bercerita tentang organisasi MUKI, yang saat ini ia pimpin. "Saya semakin kecil,  Tuhan yang semakin besar," tegasnya.

Dalam acara peluncuran buku otobiografi sosok yang pernah mendapatkan apresiasi dari Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna ID) tersebut, beberapa perwakilan mendapat kehormatan menerima buku yang diserahkan langsung oleh Djasarmen. Diantaranya, perwakilan dari pengurus pusat GMKI, API, UKI, Pewarna ID, Perwakilan keluarga Purba dan perwakilan seluruh pengurus MUKI dari tingkat DPD, DPW se Indonesia hingga DPP.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 
Memahami Inflasi Lebih Dalam 21 Nov 2017 03:39 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia