KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJokowi Resmikan Tugu Titik Nol di Barus oleh : Jenda Bangun
25-Mar-2017, 00:04 WIB


 
 

KabarIndonesia - Medan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi meresmikan Tugu Titik Nol Islam Nusantara yang terletak dipinggir pantai Barat Sumatera di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (24/3).

Hadir juga Ketua
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Langkah Menuju Pasti 23 Mar 2017 23:05 WIB

Walau Satu Detik Bersama Tuhan 10 Mar 2017 04:05 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Paulus Tamzil - My Life, My Way

 
PROFIL

Paulus Tamzil - My Life, My Way
Oleh : Redaksi | 07-Des-2014, 15:30:26 WIB

KabarIndonesia - Bandung, Paulus Tamzil dilahirkan 69 tahun silam di Bandung. Mengingat postur tubuhnya yang hampir dua meter maka ia memiliki hobi Judo. Paulus pernah menjadi juara nasional Judo pada saat PON di Surabaya. Sampai saat ini ia masih menjalani tugas sehari-harinya sebagai Direktur Utama dari Politenik & STIMK LPKIA - Bandung. Semasa remaja, sarjana Psikologi Unpad ini memiliki sebuah skuter Vespa butut, satu-satunya kendaraan yang membuatnya bisa blusukan kemana-mana. Apalagi pada saat aktif sebagai aktivis mahasiswa CSB yang senang bergaul entah dengan siapapun juga.

Bagaimana caranya agar bisa "Membuat Hidup ini Menjadi Lebih Hidup" adalah falsafah yang dimiliki Paulus. Hal inilah yang membuatnya selalu memiliki pandangan yang positif. Selain itu ia selalu mensyukuri setiap masa kehidupan yang ia jalani, karenanya setiap masa kehidupan itu bagi Paulus merupakan masa kehidupan dekade emas (golden decade).

Semasa kecil, apabila Paulus dipanggil ke depan kelas oleh ibu guru untuk menyanyi (karena pada masa itu ada pelajaran seni suara yang akan diambil nilainya untuk diisikan di rapor), maka sudah dapat dipastikan murid-murid sekelas akan terbahak terpingkal-pingkal, jungkir balik saat mendengarnya menyanyi. Sekalipun hanya menyanyikan lagu ‘Potong Bebek Angsa' yang begitu mudah, nada-nada yang keluar dari mulutnya sangat fals dan cenderung monoton saja alias tidak ada pitch (tidak ada beda nada antara do, re, mi atau sol).

Belum lagi menyangkut soal birama atau rhythm yang melompat-lompat, seakan-akan kita melihat orang menyanyi sambil menahan kebelet pipis. Namun entah kenapa, dalam usia kepala enam secara secara tiba-tiba timbul keinginan dan juga kesenangannya untuk menyanyi. Di situlah ia mulai aktif belajar dan melatih suaranya untuk menyanyi. Bahkan sekarang menyanyi menjadi hobi utamanya. Hampir di setiap kesempatan atau ajang pertemuan, ia selalu berusaha untuk menghibur teman-temannya maupun para tamu lainnya dengan menyanyi.

Paulus sekarang telah menjelma layaknya seorang penyanyi profesional dengan suara yang indah dan terlatih. Bahkan video clip saat Paulus menyanyikan lagu favoritnya "My Way" di Youtube, telah diunduh dan di klik oleh puluhan ribu pemisra. Mungkin ada benarnya juga asumsi banyak orang bahwa semua orang terlahir dengan kemampuan untuk menyanyi. Sulit dipercaya, namun silahkan simak sendiri: PAULUS My Way
https://www.youtube.com/watch?v=LUyYO6FGZsg

Tidak bisa dipungkiri, lagu favorit Paulus adalah My Way. Ia memiliki pandangan bahwa setiap orang diciptakan untuk sebuah tujuan! Tujuan hidup yang harus dijalani dengan caranya sendiri, dengan kehidupannya sendiri. My Life, My Way. Masih berkaitan dengan itu, ia juga memiliki pandangan bahwa Your Life, Your Way. Jangan mengharap orang lain berpikir dan bertindak sama seperti kita bereaksi. Masing-masing orang memang diciptakan unik dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Nikmati hidupmu dan biarlah orang lain menikmati hidup yang menjadi bagian mereka. Tak perlu iri, tak perlu cemburu, tak perlu merasa tersaingi, apalagi merasa sombong karena merasa dirimu lebih baik. Setiap orang punya jalannya masing-masing, nikmatilah hidupmu dan hargai hidup orang lain.
Menurut Paulus, lirik lagu My Way sangatlah inspiratif, karena menggambarkan perjalanan hidup seseorang yang sangat penuh liku-liku. Meski sering kali dicerca dan diremehkan orang, namun ia tetap teguh memegang prinsipnya dalam menjalani hidupnya. Sampai pada akhirnya ia mampu menyelesaikan semuanya tanpa ada yang tersisa.

Berikut makna dari liriknya yang sudah sedikit diutak-atik...

MY WAY
And now the end is near
(dan kini sebuah akhir akan kujelang)
--Saat ku pahami bahwa akhir kehidupanku telah hampir tiba

And so I face the final curtain
(maka aku menghadapi penuntasan terakhir)
--Dan aku menghadapi babak akhir dalam kehidupanku

My friend, I'll say it clear
(sahabat, aku akan mengatakannya dengan jelas)

I'll state my case of which I'm certain
(aku akan menyatakan hal yang kuyakini)

I've lived a life that's full
(aku memiliki kehidupan yang penuh)

I've travelled each and every highway
(aku telah menjelajahi setiap jalan besar)

and more, much more than this
(dan jalan-jalan yang lain, lebih dari ini)

I did it my way
(aku melakukannya dengan caraku sendiri)

Catatan: Sahabat, ingin kukatakan kepadamu sesuatu yang aku yakini selama ini dalam hidupku, untuk setiap jalan yang telah kulalui dan masih banyak lagi, yang semuanya kulakukan dengan caraku sendiri

Regrets I've had a few
(aku memiliki secuil penyesalan)

But then again too few to mention
(tapi kemudian memang terlalu sedikit untuk disebutkan)

I did what I had to do
(aku melakukan apa yang harus kulakukan)

And saw it through without exemption
(dan menyelesaikannya tanpa ada yang tersisa)

Catatan: Aku tahu ada beberapa beberapa penyesalan, tapi terlalu sedikit untuk disebutkan. Aku telah lakukan apa yang harus kulakukan dan menyelesaikannya dengan cara yang terbaik.

I planned each chartered course
(aku telah merencanakan setiap detail perjalanan)

Each careful step along the by-way
(berhati-hati melangkah disetiap jalan yg ku lalui)

And more, much more than this
(dan lagi, lebih dari itu)

I did it my way
(aku melakukannya dengan caraku sendiri)

Catatan: Aku telah merencanakan setiap bagian dari langkah-langkahku dengan matang dan penuh perhitungan. Dan begitu banyak hal lain yang semuanya kulakukan dengan caraku sendiri

Yes, there were times
(ya, memang ada saatnya)

I'm sure you knew
(aku yakin kautahu)

When I bit off more than I could chew
(kala aku menggigit lebih dari apa yang dapat kukunyah),

But through it all when there was doubt
(Dan terus menjalaninya, saat ada keraguan muncull),

I ate it up and spit it out
(aku menghabiskannya dan meludahkannya),

I faced it all
(aku menghadapi semua itu)

And I stood tall
(dan aku berdiri tegak)

And did it my way
(dan melakukan semuanya dengan caraku sendiri)

Catatan: Ada sebuah masa di mana kamu tahu bahwa aku menginginkan sesuatu yang melebihi kemampuanku. Dan terus menjalaninya walaupun kadangkala muncul keraguan. Namun aku selalu habiskan keraguan itu dan aku hadapi dengan sepenuh keyakinanku bahwa aku bisa terus kuat menjalaninya dengan caraku sendiri.

I've loved, I've laughed, and cried

(Aku telah mencintai, tertawa, dan menangis)

I've had my fill, my share of losing
(aku telah menikmati sepuasnya rasa kehilangan)

And now, as tears subside
(dan kini saat air mata telah surut)

I find it all so amusing
(aku mendapati semuanya sangat menggelikan)

To think I did all that
(Saat berpikir bahwa aku telah melakukan semua itu sebelumnya)

And may I say, not in a shy way
(dan bolehkah aku berkata, tanpa malu-malu)

"Oh no, oh no, not me
("Bukan, bukan, bukan aku--saat melakukan hal2 menggelikan itu, krn aku sekarang...telah..)

I did it my way"
(aku melakukannya dengan caraku sendiri")

Catatan: Aku sudah menjalani segala suka dan duka dalam perjalananku. Aku pernah merasa kehilangan dan masih banyak lagi. Dan saat ini, saat semua beban ini telah mulai berkurang. Aku bisa memaknai bahwa semuanya yang telah kulalui ternyata begitu indah dan menyenangkan. Dan semuanya telah kulalui sebelumnya dengan cara yang aku pilih, caraku sendiri.

For what is a man, what has he got?
(sebab apakah arti seorang manusia, apakah yang telah dimilikinya?)

If not himself then he has naught
(jika bukan dirinya sendiri maka tak ada lagi yang dimilikinya)

To say the things he truly feels
(mengungkapkan apa yang benar-benar dirasakannya)

And not the words of one who kneels
(dan bukan kata-kata permohonan yang diucapkan saat bersujud)

The record shows I took the blows
(rekaman itu menunjukkan aku telah menerima pukulan dan tamparan sekaligus)

And did it my way
(dan menjalaninya dengan caraku sendiri)

Yes, it was my way
(ya, begitulah jalanku)

Catatan: Apalah arti seorang manusia jika tidak menjadi dirinya sendiri. Mereka memilih untuk menjalani sesuatu yang sebenarnya tidak dinikmatinya. Dan memang selalu ada konsekuensi saat kita memilih jalan dengan cara yang kita pilih berdasarkan sesuatu yang memang kita sukai.

Kereeen sekali bukan lagu ini, lagu yang menggambarkan mengenai seseorang yang mencari jati dirinya, mencari sesuatu yang itu adalah dirinya.
Resapi maknanya dan dapatkan sesuatu yang menginspirasi untuk kita menjadi diri kita yang original. (*)



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 



 

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Kavaleri Udara TNI AD 25 Mar 2017 11:08 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Berdoa untuk Perdamaian Dunia 11 Mar 2017 19:07 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia