|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|

PROFIL
Perangkat IT Tunjang Kinerja Polisi
Oleh : Hermawan | 27-Apr-2009, 23:40:26 WIB
|
KabarIndonesia - Kompol Marudut Liberty Panjaitan, Sik merupakan lulusan akademi kepolisian (Akpol) pada tahun 1997. Ia adalah putra kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara tahun 1973. Bapak Kapolsek yang baru ini, karier kepolisiannya dimulai di Sangihe Talaut, sebagai Pamapta di Polres Tahuna, Polda Sulawesi Utara. Di sana, ia bertugas relatif singkat, hanya tiga bulan, dan kemudian dimutasi ke Mabes Polri.
Kemudian karier pria berbintang Aries ini pun makin bersinar. Setelah selama bertahun-tahun tugas BKO di daerah Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Bangka Belitung dan NTB, Liberty kemudian dimutasikan tugas ke Jakarta. Di Polda Metro Jaya, Liberty menjabat Dit Samapta. Mantan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) ini sejak tanggal 4 April lalu ditempatkan di Kelapa Gading sebagai Kapolsek. Ia menggantikan Kapolsek sebelumnya, yaitu Kompol Lalu M Iwan Mahardan, Sik, yang kini menjabat Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara. Serah terima jabatan (sertijab) dengan kapolsek lama dilakukan di kantor Polres Metro Jakarta Utara pada 15 April.
Suami dari Gloria Uliningtyas, SE Akt, ini sebelum menjabat sebagai Kapolsek Kelapa Gading, ia betugas sebagai Komandan Kapal Tipe A di Direktorat Kepolisian Perairan Babinkam Mabes Polri.
Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) angkatan 41 ini merupakan pemimpin yang ramah, suka bergaul dengan siapa saja tanpa pandang bulu. Bahkan pria yang dulu punya cita-cita jadi pilot ini suka turun ke bawah dan tidak merasa sungkan bergaul dengan para anggotanya. Wajar saja pria yang punya hobi bersosialisasi, diskusi dan senang baca buku antropologi budaya ini punya jadwal khusus bermain futsal setiap Jumat dengan anggotanya jika waktunya memungkinkan. Selain itu, ia juga suka bermain golf, jogging, main jet ski dan menyelam.
Petualangan menyelam yang sangat menyenangkan pernah ia lakukan di Bali, laut Aceh, Bitung dan laut Bunaken yang terkenal dengan keindahan dasar lautnya.
Kini, ia sedang menempuh program S-2-nya, jurusan hukum bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dalam wawancara santai pada Jumat (24/4) sore, di salah satu kafe kopi di La Piazza, Kelapa Gading, ia banyak mengungkapkan ide serta gagasan yang bakal diterapkan di wilayah hukumnya. Satu di antaranya adalah soal penerapan sistem teknologi informasi (IT) di Polsek Kelapa Gading untuk menunjang kinerja serta pelayanan kepada masyarakat. Soal keamanan dan peran serta warga dalam menjaga keamanan lingkungan juga disinggung oleh pria yang tinggal di daerah Bekasi ini. Berikut petikannya:
Apa agenda kerja prioritas Anda?
Melanjutkan program kerja Kapolsek sebelumnya. Namun, itu semua akan saya poles kembali dari yang sudah ada. Menyangkut dengan masalah IT (informasi teknologi), karena saya termasuk orang yang suka dengan IT. Kemampuan aplikasi IT kepada anggota akan saya terapkan yang selama ini saya nilai belum berjalan secara maksimal. Pelacakan pakai satelit juga akan saya terapkan kepada anggota. Saya sudah training (edukasi) kepada anggota soal IT ini mengenai perkenalan alat, kegunaan dan kelebihan alat IT tersebut sampai pengaplikasiannya. Termasuk di bagian SPK, saya fasilitasi IT.
Apakah selama ini belum maksimal?
Memang belum maksimal. Alatnya sudah ada tapi aplikasinya belum berjalan semestinya. Apalagi sekarang ini adalah jaman globalisasi, internet dan teknologi. Saya melihat penggunaan perangkat IT di jaman ini seperti guna menunjang kinerja kepolisian, khususnya untuk Polsek Kelapa Gading sangat diperlukan dan suatu keharusan. Saya akan tingkatkan pendukungan IT di Polsek Kelapa Gading. Nantinya, kami akan buat situs Polsek Kelapa Gading. Milis dan email pengaduan buat masyarakat juga akan kami buat, sehingga masyarakat bisa melaporkan apa saja tentang tindak kejahatan dan keamanan. Media IT ini sangat penting sehingga pelaporan itu jadi mudah dan cepat. Jadi, nanti warga bisa mengakses informasi lewat situs kami.
Kapan target penerapan IT tersebut? Kami buat secepatnya. Itu tidak perlu lama-lama. Minggu depan juga sudah ada. Satu hari pun juga bisa selesai kalau mau buat grup di milis. Hanya masalahnya kami terbentur dengan birokrasi. Perizinan sana-sini. Terus kita laporkan terlebih dahulu.
Apalagi yang Anda akan lakukan demi terciptanya keamanan?
Pembinaan terhadap anggota dan masyarakat. Kepada masyarakat kami lakukan tindakan preventif kepada masyarakat supaya tidak melakukan tindakan kejahatan. Apabila tindakan preventif sudah dilakukan dan diabaikan, baru kami mengambil tindakan represif. Bagaimana soal pengamanan Pilpres nanti? Sejauh ini Pileg (pemilu legislatif) di Kelapa Gading kemarin dapat dikatakan aman, lancar dan tertib. Tidak ada gangguan Kamtibmas yang berarti. Pengamanan mengikuti protap yang sudah ada pada saat Pileg kemarin.
Tanggapan Anda soal keamanan di Kelapa Gading? Kami maksimalkan. Kami akan tingkatkan lagi razia dan operasi keamanan di Kelapa Gading. Saya lihat tingkat curas di Kelapa Gading sudah turun. Lalu, nanti kami tingkatkan dengan pengungkapan kasus.
Soal keamanan bukan hanya tanggungjawab kepolisian. Kami harapkan warga juga harus berperan aktif menjaga lingkungannya. Seperti memberikan informasi tindak kejahatan di lingkungannya kepada kami. Sebab secara teknis, informasi mereka yang lebih akurat karena wargalah yang tahu betul lingkungannya. Kami harapkan bentuk kerjasama yang baik dan solid dengan warga dalam menjaga keamanan.
Bagaimana kinerja anggota di lapangan? Anggota sudah bekerja maksimal dari pagi sampai malam hari. Mereka bekerja dengan baik dan profesional dalam menjaga lingkungan perumahan warga dan melayani warga. Penerapan sistem keamanan melekat di mana setiap wilayah RW ada polisi RW.
Apa konsep ke depan Bapak dalam kemimpinan? Manusia sudah menciptakan sebuah dimensi baru, dimensi budaya termasuk dalam budaya tersebut adalah proxemix (penataan dan penggunaan ruang sesuai dengan kebudayaannya). Oleh karena hubungan antara manusia dengan dimensi budaya (yaitu lingkungan budaya) merupakan satu kesatuan, maka sebenarnya baik manusia maupun lingkungannya sama-sama berpartisipasi dalam membentuk satu sama lainnya.(*)
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/ Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|