KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Lucunya Negeri Ini 21 Feb 2018 04:39 WIB

Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Pergi Haji dari Upah Buruh Cuci

 
PROFIL

Pergi Haji dari Upah Buruh Cuci
Oleh : Chairoel Anwar | 01-Jan-2008, 08:37:29 WIB

KabarIndonesia, TANJUNGPINANG - Berbahagialah bagi seseorang yang telah pergi haji atas biaya dinas. Tentunya bukan sembarang orang yang bisa pergi haji dengan "beasiswa" negara itu. Punya kecakapan, kemampuan, dan moralitas tinggi, paling tidak menjadi syaratnya.

Tidak demikian dengan Satariah, warga Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang. Bagi ibu satu orang anak ini, tidak ada nikmat yang tiada tara selain usai menunaikan ibadah haji.  Harapan dan cita-cita yang telah lama dipendam buruh cuci pakaian ini. Bagaimana tidak, secara logika, niat dan harapan Satariah bak jauh panggang dari api. Upah dari buruh cuci, jelas tak masuk akal untuk membiayainya pergi haji. Bahkan, pernah ketika dia hendak mengikuti manasik haji, ada tetangganya yang mencibir, "Kaya' mau pergi haji aja. Buruh cuci kok mau pergi haji."

Semua cibiran dan pandangan miring terhadapnya, ditanggapi Satariah dengan berbesar hati. "Gusti Allah iku Maha Kuoso lan Maha Adil (Allah itu Maha Kuasa dan Maha Adil—Red)," Satariah berucap (dengan bahasa Jawa). Malah setahun sebelum dia menunaikan ibadah haji, Satariah sudah berdoa agar kelak di Tanah Suci dia tidak mendapatkan rintangan dan godaan yang berarti. Bahkan ketika di Tanah Suci, Satariah termasuk jamaah yang paling lama berdoa dan berzikir di mesjid. “Mumpung ada kesempatan, saya berdoa dan menumpahkan semua yang ada di dada,” katanya sedikit terisak.

Niat untuk menunaikan ibadah haji sudah lama dipendamnya. Apalagi, beberapa tetangga yang usai menunaikan ibadah haji telah memberinya motivasi untuk melakukan hal serupa. Namun, apa daya dana yang tersedia tak sebanding dengan ongkos ke Tanah Suci. Bahkan, Satariah pernah mengalami sakit yang menahun.

Harapan menunaikan rukun Islam yang kelima itu sangat kuat. Lantas dia pun mengutarakan niatnya itu pada sang suami yang kesehariannya sebagai buruh tukang borongan. “Alhamdulillah, Bapak mengijinkan,” kata anggota Majelis Ta’lim ini bernada senang.

Atas persetujuan suami pula, Satariah “mengumpulkan” upah dari buruh cuci di sana-sini dengan cara tidak mengambil upahnya sama sekali. Ibu yang berasal dari Pacitan ini “menitipkan” upahnya pada sang majikan dengan maksud jika kelak sudah mencukupi untuk ongkos pergi haji, upah itu ditagih kembali. Sementara, biaya kebutuhan sehari-hari ditutupi oleh sang suami.

Satariah bercerita, pernah pula ada pihak-pihak yang memanfaatkan “tabungan” tersebut. Seorang warga pernah menagih upah Satariah kepada beberapa majikan dengan kilah atas suruhan Satariah. Namun bagi Satariah, pengalaman itu semakin memantapkannya untuk pergi ke Tanah Suci. Untunglah, majikan-majikan Satariah punya hati. Upah cuci yang tak dimanipulasi. Bahkan, majikannya yang bekerja di salah satu Hotel di jalan Gudang Minyak “mengganti” upah yang tak diambil selama bertahun-tahun dengan uang sebesar 500 US Dollar.

“Majikan saya Pak Abun berpesan, agar uang dolar Amerika ini jangan sampai kunyek (kusam—Red) karena nanti nggak laku. Sampai di Arab, saya simpan baik-baik jangan sampai sobek atau lusuh,” ucap ibu rumah tangga yang hanya sampai kelas II SD ini berbunga.

Berbekal uang yang dikumpulkan dari upah buruh cuci, plus tambahan dari sang suami sebesar Rp 7 juta, Satariah berangkat ke Tanah Suci. “Alhamdulillah, saya hanya bisa pergi haji dengan biaya Rp 27 juta. Nggak bisa yang pakai plus-plus,” katanya.

Banyak hal-hal yang membuat satariah tercenung saat di Tanah Suci. “Saya heran, kok bisa kambing sama unta bisa hidup di sana. Padahal, suket (rumput—Red) secuilpun nggak ada di sana. Yang ada pasir sama batu saja yang ada. Memang Gusti Allah Maha Besar,” ucapnya masih berwajah heran. Bukan hanya itu. Pernah waktu wukuf di padang Arafah dia melihat sekawanan kambing dan unta yang tengah minum di suatu mata air (oase). “Yang herannya,  kok bisa kambing dan unta itu ganti-gantian minumnya. Nggak berebut, gitu. Yang satu selesai minum, gantian yang lainnya. Nggak rebutan seperti kambing di sini,” kata Satariah yang mengaku sempat termangu melihat pemandangan seperti itu.

Kini, Satariah sudah kembali ke rumahnya. Di dalam sholatnya, Satariah mengaku selalu mendoakan agar tetangga-tetangganya bisa menunaikan ibadah haji. “Saya berdoa kepada Gusti Allah agar tetangga-tetangga, saudara, termasuk sampeyan, bisa berangkat haji. Asal niat sudah mantap, insya Allah bisa pergi haji. Gusti Allah pasti memberi jalan,” katanya. Amin.




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia