KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pergi Haji dari Upah Buruh Cuci

 
PROFIL

Pergi Haji dari Upah Buruh Cuci
Oleh : Chairoel Anwar | 01-Jan-2008, 08:37:29 WIB

KabarIndonesia, TANJUNGPINANG - Berbahagialah bagi seseorang yang telah pergi haji atas biaya dinas. Tentunya bukan sembarang orang yang bisa pergi haji dengan "beasiswa" negara itu. Punya kecakapan, kemampuan, dan moralitas tinggi, paling tidak menjadi syaratnya.

Tidak demikian dengan Satariah, warga Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang. Bagi ibu satu orang anak ini, tidak ada nikmat yang tiada tara selain usai menunaikan ibadah haji.  Harapan dan cita-cita yang telah lama dipendam buruh cuci pakaian ini. Bagaimana tidak, secara logika, niat dan harapan Satariah bak jauh panggang dari api. Upah dari buruh cuci, jelas tak masuk akal untuk membiayainya pergi haji. Bahkan, pernah ketika dia hendak mengikuti manasik haji, ada tetangganya yang mencibir, "Kaya' mau pergi haji aja. Buruh cuci kok mau pergi haji."

Semua cibiran dan pandangan miring terhadapnya, ditanggapi Satariah dengan berbesar hati. "Gusti Allah iku Maha Kuoso lan Maha Adil (Allah itu Maha Kuasa dan Maha Adil—Red)," Satariah berucap (dengan bahasa Jawa). Malah setahun sebelum dia menunaikan ibadah haji, Satariah sudah berdoa agar kelak di Tanah Suci dia tidak mendapatkan rintangan dan godaan yang berarti. Bahkan ketika di Tanah Suci, Satariah termasuk jamaah yang paling lama berdoa dan berzikir di mesjid. “Mumpung ada kesempatan, saya berdoa dan menumpahkan semua yang ada di dada,” katanya sedikit terisak.

Niat untuk menunaikan ibadah haji sudah lama dipendamnya. Apalagi, beberapa tetangga yang usai menunaikan ibadah haji telah memberinya motivasi untuk melakukan hal serupa. Namun, apa daya dana yang tersedia tak sebanding dengan ongkos ke Tanah Suci. Bahkan, Satariah pernah mengalami sakit yang menahun.

Harapan menunaikan rukun Islam yang kelima itu sangat kuat. Lantas dia pun mengutarakan niatnya itu pada sang suami yang kesehariannya sebagai buruh tukang borongan. “Alhamdulillah, Bapak mengijinkan,” kata anggota Majelis Ta’lim ini bernada senang.

Atas persetujuan suami pula, Satariah “mengumpulkan” upah dari buruh cuci di sana-sini dengan cara tidak mengambil upahnya sama sekali. Ibu yang berasal dari Pacitan ini “menitipkan” upahnya pada sang majikan dengan maksud jika kelak sudah mencukupi untuk ongkos pergi haji, upah itu ditagih kembali. Sementara, biaya kebutuhan sehari-hari ditutupi oleh sang suami.

Satariah bercerita, pernah pula ada pihak-pihak yang memanfaatkan “tabungan” tersebut. Seorang warga pernah menagih upah Satariah kepada beberapa majikan dengan kilah atas suruhan Satariah. Namun bagi Satariah, pengalaman itu semakin memantapkannya untuk pergi ke Tanah Suci. Untunglah, majikan-majikan Satariah punya hati. Upah cuci yang tak dimanipulasi. Bahkan, majikannya yang bekerja di salah satu Hotel di jalan Gudang Minyak “mengganti” upah yang tak diambil selama bertahun-tahun dengan uang sebesar 500 US Dollar.

“Majikan saya Pak Abun berpesan, agar uang dolar Amerika ini jangan sampai kunyek (kusam—Red) karena nanti nggak laku. Sampai di Arab, saya simpan baik-baik jangan sampai sobek atau lusuh,” ucap ibu rumah tangga yang hanya sampai kelas II SD ini berbunga.

Berbekal uang yang dikumpulkan dari upah buruh cuci, plus tambahan dari sang suami sebesar Rp 7 juta, Satariah berangkat ke Tanah Suci. “Alhamdulillah, saya hanya bisa pergi haji dengan biaya Rp 27 juta. Nggak bisa yang pakai plus-plus,” katanya.

Banyak hal-hal yang membuat satariah tercenung saat di Tanah Suci. “Saya heran, kok bisa kambing sama unta bisa hidup di sana. Padahal, suket (rumput—Red) secuilpun nggak ada di sana. Yang ada pasir sama batu saja yang ada. Memang Gusti Allah Maha Besar,” ucapnya masih berwajah heran. Bukan hanya itu. Pernah waktu wukuf di padang Arafah dia melihat sekawanan kambing dan unta yang tengah minum di suatu mata air (oase). “Yang herannya,  kok bisa kambing dan unta itu ganti-gantian minumnya. Nggak berebut, gitu. Yang satu selesai minum, gantian yang lainnya. Nggak rebutan seperti kambing di sini,” kata Satariah yang mengaku sempat termangu melihat pemandangan seperti itu.

Kini, Satariah sudah kembali ke rumahnya. Di dalam sholatnya, Satariah mengaku selalu mendoakan agar tetangga-tetangganya bisa menunaikan ibadah haji. “Saya berdoa kepada Gusti Allah agar tetangga-tetangga, saudara, termasuk sampeyan, bisa berangkat haji. Asal niat sudah mantap, insya Allah bisa pergi haji. Gusti Allah pasti memberi jalan,” katanya. Amin.




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Batu Bertuah (1) 25 Apr 2019 16:15 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia