KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaPeran Serta Ita Siregar dalam Mengembangkan Dunia Sastra Kristen di Indonesia oleh : Fida Abbott
13-Feb-2018, 23:22 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berkenalan dengan sosok Ita Siregar beberapa tahun lalu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Saya bertemu dengannya lewat salah satu media sosial terbesar di dunia, yaitu facebook, melalui sebuah grup penulisan. Facebook memungkinkan siapa pun berkenalan dengan mudah walau
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 

Prof. Asep Saefuddin: Statistika Penting Untuk Pembangunan Bangsa

 
PROFIL

Prof. Asep Saefuddin: Statistika Penting Untuk Pembangunan Bangsa
Oleh : Syafbrani | 26-Sep-2014, 05:57:18 WIB

KabarIndonesia - Bogor, "Statistika Sebagai Tongkat Di Daerah  Ketidaktahuan". Inilah judul orasi guru besar yang dibacakan oleh Prof. Andi Hakim Nasoetion sekitar empat puluh tahun lalu. Rektor IPB yang mencetuskan adanya jalur penelususan minat dan kemampuan untuk masuk perkuliahan ini menekankan pentingnya statistika sebagai alat bantuk untuk penarikan kesimpulan. Kalimat sederhana yang ingin disampaikan oleh guru besar statistik ini adalah statistik adalah tongkat yang beliau sodorkan agar manusia tidak semakin buta terhadap hal yang belum diketahuinya.

Inilah isi dari kalimat-kalimat pengantar orasi ilmiah salah satu mahasiswa terbaik dari Prof. Andi Hakim Nasution, yakni Prof. Dr. Asep Saefuddin. Orasi ilmiah Guru Besar IPB  ini merupakan bagian dari ditetapkannya Prof. Dr. Asep Saefuddin sebagai guru besar tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB Bogor.

Dalam orasi yang disampaikan di Auditorium Rektorat Andi Hakim Nasution IPB pada hari Sabtu (20/9) itu. Peraih gelar Doktor dari Kanada ini menyampaikan orasi yang berjudul "Statistika: Dulu, Kini, dan Masa Depan." Menurutnya memahami statistika dalam pembangunan yang berbasis data menjadi penting. Bukan sekedar untuk keperluan riset semata atau hanya untuk pemuasan hasrat para ilmuan.

Oleh karena itulah Guru Besar Statistika yang juga Rektor Universitas Trilogi ini menginginkan agar statistika menjadi bidang ilmu yang tidak ‘diselewengkan'. Terutama saat prosesi pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, maupun pilpres.

"Penyiapan data besar saat ini bukan persoalan. Untuk itu data kependudukan yang sering menjadi persoalan lima tahunan khususnya pada saat pemilihan anggota legislatif dan presiden dibenahi melalui kerjasama Kementerian Dalam Negeri dan BPS," tegas ahli statistik yang sempat menjadi pencerah saat adanya pro-kontra mengenai hasil hitung cepat pilpres 2014 lalu ini.

Statistika sebagai data intensive science semakin dibutuhkan, karena di dalamnya menyangkut tiga kegiatan utama, yaitu penangkalan, pengolahan, dan analisis. Di dalam konteks ini, penyimpanan data bukan saja ukurannya menjadi besar tapi juga kompleksitasnya. Hal ini jugalah yang menjadikan salah satu alasan Prof. Asep Saefuddin merasa terpanggil untuk melakukan pencerahan mengenai perbedaan hasil quick count Pilpres lalu. 

Menurutnya jika dibiarkan, maka orang tidak akan mempercayai lagi ilmu statistika dan ilmu pengetahuan secara umumnya.

Selain itu, orasi ilmiah Suami dari Ratna W. Saefuddin ini juga menyinggung bahwa persoalan Indonesia dari berbagai aspek selain menarik dari sudut pandang penelitian, juga sangat memubutuhkan solusi yang berbasis sains (science based solution).

"Disinilah hakikat perguruan tinggi sebagai universitas yang tidak sekedar meluluskan sarjana, magister, dan doktor tanpa rekomendasi yang dapat dijalankan oleh negara dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar kandidat Menteri Pendidikan Tinggi dan Ristek yang langsung diusulkan oleh Yohanes Surya ini.
 
Untuk diketahui, Prof. Dr. Asep Saefuddin merupakan salah satu ahli statistik Indonesia yang saat ini diamanahkan menjadi Rektor Universitas Trilogi Jakarta. Sebelum mendapatkan gelar guru besar dari Insitut Pertanian Bogor (IPB). Beliau telah menempuh pendidikan sarjana jurusan statistika Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Sementara itu para program master bidang yang diambilnya adalah ‘Quantitative Genetics and Breeding Strategy' dan program doktor pada bidang ‘Quantitative Epidemology.' Program master dan doktor diraihnya dari kampus yang sama, yaitu University of Guelph, Kanada.

Deputy President for Islamic Country Society on Statistical Science ini juga terus komitmen untuk meningkatkan pendidikan dan riset di Indonesia. Hal ini terlihat dari salah satu usahanya dalam membangun salah satu grup diskusi yang beranggotakan beberapa dosen dan mahasiswa S2/S3. Tidak hanya itu. Selain rajin mengikuti berbagai kegiatan keilmuan baik dalam maupun luar negeri. Mantan aktifis mahasiswa ini juga selalu menyempatkan diri menulis artikel, makalah, buku, dan membuat kolokium keilmuan dengan para mahasiswanya.

Melalui Universitas Trilogi yang dipimpinnya saat ini. Selain akan mengembangkan tradisi keilmuan kampus yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Prof. Dr. Asep Saefuddin juga mempunyai tujuan agar mahasiswa yang menempuh studi di kampusnya bisa terlahir sebagai teknopreneur dengan semangat kolaborasi dan kemandirian. Semoga!***



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Konsisten Pegang Teguh Netralitas 15 Feb 2018 23:19 WIB


 

 
 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia