KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
PROFIL

Satu Aktor Dua Peran
Oleh : Hosea Andi Marcelino | 08-Des-2014, 18:44:00 WIB

KabarIndonesia - Sosok orang tua adalah seorang yang paling berpengaruh untuk perkembangan anak yang dibesarkannya. Kasih sayangnya tidak akan pernah lekang oleh waktu meskipun, perasaannya selalu dibuat kecewa oleh anak-anaknya. Seorang yang selalu bisa memaafkan setiap kesalahan yang dilakukan oleh anaknya, dan yang selalu berusaha untuk membahagiakan anaknya dengan keringat yang bercucuran.

Sosok itu adalah ayah saya. Beliau adalah seorang yang tangguh, layaknya seorang aktor di film layar lebar yang hebat dalam berperan. Mengapa seperti aktor? Karena beliau dapat berperan menjadi seorang ayah juga ibu untuk saya dan saudara-saudara saya.

Sejak saya menginjak usia 8 tahun, keluarga kami dilanda masalah yang mengharuskan ayah dan ibu 'pisah ranjang'. Kenyataan pahit harus diterima oleh ayah saya karena, harus mengurus ketiga anaknya yang masih sangat muda. Beliau menjalankannya dengan segenap hati. Ayah selalu menutupi kesedihan yang dirasakan didepan kami anak-anaknya.

Ayah saya adalah orang yang memiliki tanggung jawab yang besar, beliau tetap berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ketiga anaknya. Beliau adalah seorang Polisi yang membuatnya harus bekerja siang malam. Ditambah pula dengan mengurus ketiga anaknya sendirian tanpa adanya seorang pendamping hidup.

Beliau selalu berhasil menyembunyikan beban hidupnya saat berada didepan kami bertiga, tidak pernah sekalipun beliau menunjukan kalau dia sedang terpuruk merasakan akar pahit yang diterimanya. Hanya dengan bersenda gurau dengan kami bertiga, beliau dapat sejenak melupakan kesedihannya.

Yunus Supeno adalah nama dari pria kelahiran Pati, 15 juni 1958 yang menjadi ayah sekaligus ibu untuk saya dan dua saudara saya. Mustahil rasanya seorang polisi memerankan ayah sekaligus ibu untuk anak-anaknya tapi, kami bertiga mengerti dengan keadaan itu dan berusaha menjadi anak-anak yang mandiri dan berjuang untuk bertahan tanpa adanya seorang ibu yang mendampingi kami.

Segala usaha yang dilakukan beliau menghasilkan 'buah' yang manis juga untuknya. Saya dan kakak saya dapat menyelesaikan wajib belajar 12 tahun berkat kerja keras yang beliau lakukan dan adik saya masih dalam proses penyelesaian pendidikan. Hal itu masih menjadi tanggung jawab yang harus terpenuhi oleh beliau.
***
 
Hampir tiga tahun sudah seorang yang paling berjasa, menginspirasi, dan menjadi panutan dikeluarga saya sudah pergi meninggalkan kami bertiga. Tapi, namanya, tubuhnya yang tegap, wajah bahagianya selalu terbayang dalam benak saya setiap hari
 
Tiga tahun juga penyesalan selalu datang menghujam saya. Pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah saya undang untuk datang, menghampiri tanpa izin. Mengapa saya tidak mendengarkan ayah saat itu? kenapa aku sering mengeluh ketika ayah meminta? kenapa aku tidak bisa menjadi seperti yang ayah inginkan?

Rasanya masih sulit untuk menerima kepergian dari beliau, masa itu datang terlalu cepat menghampiri kami. Semua angan-angan untuk membalas jasa ayah mendadak sirna saat ayah pergi mengahadap yang kuasa.

Beliau meninggal dunia karena pada 21 desember 2012 karena, penyakit yang dideritanya. Penyakit itu seperti menguasai tubuh beliau sehingga, tidak dapat beraktivitas seperti hari-hari biasanya. Hanya terbaring di tampat tidur lah yang dapat beliau lakukan setiap harinya, terbujur lemas dan mencoba berjuang menghadapi penyakitnya.

Melihat keadaan tersebut kami bertiga memilih untuk membawa beliau kerumah sakit agar dapat ditangani lebih serius oleh ahlinya. Setelah membaik beliau memaksakan diri untuk bekerja karena, dia merasa bertanggungjawab penuh atas kelangsungan hidup ketiga anaknya.

Adik saya yang bungsu adalah seorang anak yang memiliki perlakuan istimewa dari ayah. Beliau beralasan bahwa adik saya ini membutuhkan perhatian yang khusus karena, dia tidak mendapatkan itu semua saat masih kecil. Alasan seperti itu bisa saya dan kakak saya terima dan umur saya dengan adik saya memang cukup jauh.

Terkadang rasa iri itu datang saat ayah lebih memperhatikan si bungsu daripada saya dan kakak saya. Tapi rasa iri itu tidak tersalurkan karena, takut mengecewakan perasaan beliau yang rela berkorban dengan keringatnya untuk membahagiakan saya. Sepertinya juga rasa itu lebih baik selalu tersimpan dalam hati saya.

Sampai sekarang yang ada hanyalah penyesalan yang datang menghampiriku. Penyesalan mengapa waktu ayah ada saya belum bisa mempersembahkan yang terbaik untuk membuatnya bangga. Sampai sekarang yang bisa saya lakukan hanya mendoakannya agar beliau tenang, dan bahagia. Rasa terima kasih akan selalu terucap untuk ayah yang sudah berjuang sebaik mungkin untuk menghidupi ketiga anaknya hingga keadaan memaksanya untuk berperan sebagai ayah dan ibu.***
 



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia