KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Selamat Jalan Gus!

 
PROFIL

Selamat Jalan Gus!
Oleh : Titiek Hariati | 30-Des-2009, 21:50:51 WIB

KabarIndonesia - 30 Desember 2009, jam 18.45 WIB, Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya, Gus Dur, mantan presiden RI yang ke-4. Mengejutkan, meskipun berita sakitnya sudah diketahui publik sejak beberapa waktu silam, mulai tokoh-tokoh masyarakat, pejabat, hingga RI-1 tampak berdatangan silih berganti ke RSCM sebelum jenazah akhirnya diberangkatkan ke rumah duka di Ciganjur untuk nantinya dilanjutkan ke kampung halaman beliau di Jombang.

Gus Dur adalah sosok yang unik dan menarik. Cucu pendiri NU ini telah mengisi buku sejarah nasional bangsanya dengan catatan-catatan yang sulit terlupakan. Bagi masyarakat Tionghwa terutama, nama beliau adalah simbol dari sebuah era baru bagi etnis ini. Imlek dinyatakan sebagai Hari Libur Nasional. Maka tidak ada lagi tabu bagi siapa pun untuk menyaksikan kegiatan tradisi dan budaya Tionghwa  di tanah air ini yang sejak era Gus Dur seolah tidak terbendung lagi.

Pandangan-pandangan politiknya juga seringkali mencengangkan terutama untuk luar negeri. Hubungan dengan Israel misalnya, meskipun banyak mendapat tantangan di dalam negerinya sendiri.

Ada lagi yang bisa dicatat, yakni tentang gaya personal life-nya.  Tradisi dan protokoler kepresidenan di istana, seringkali harus dibingungkan dengan kebiasaan-kebiasaan Gus Dur yang dianggap keluar pakem sebagai RI-1 di rumah presidennya.

Cara bicaranya yang ceplas ceplos, juga kritikan-kritikannya yang tajam dan bahkan sinis terhadap lawan-lawan politiknya adalah gaya khas seorang Gus Dur yang diam-diam banyak
penggemarnya karena keberanian ini tidak dimiliki oleh setiap politikus yang lebih suka berdiplomatis.

Kendala fisik yang dideritanya beberapa tahun terakhir tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk tetap menyumbangkan pemikiran-pemikirannya bagi bangsa ini. Orang-orang terdekatnya telah turut memelihara eksistensi seorang Gus Dur dengan penuh ketelatenan, sehingga Gus Dur menjelang akhir hayatnya masih banyak berpikir tentang
bangsa ini.

Saat ini Gus Dur sudah pergi, yang tertinggal adalah keteladanan dan semangatnya bagi generasi-generasi penerusnya. Selamat jalan Gus, semoga dilapangkan jalanmu
menghadap-Nya ....!!  Amien. (*)


(foto diambil dari wiwitfatur.wordpress.com )

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia