KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
PROFIL

Semakin Putih Semakin Sibuk
Oleh : Damar Jiwangga Jati | 17-Des-2014, 19:12:29 WIB

KabarIndonesia - Rambut putih kini telah menutupi kepalamu, semakin banyak dari yang biasanya. Namun, semakin banyak warna putih itu, semakin banyak juga yang engkau kerjakan. Siang dan malam engkau terus bekerja tanpa terhalangi oleh waktu. Seiring berjalannya waktu, semakin besar saja kantung matanya itu.
           
Ya, dia adalah sosok ayahku, Budi Sulistio, yang saya pandang akhir-akhir ini. Dia selalu bekerja tanpa kenal lelah baik di siang hari maupun malam. Tidak seperti manusia yang lainnya, jam tidur beliau juga telah berganti. Jika yang lainnya sedang beristirahat, hanya beliau sendiri yang masih terlihat. Dan jika yang lainnya sedang bersiap-siap, hanya beliau sendiri yang masih terlelap.
           
Di malam hari ayah selalu memandangi layar monitor yang berukuran 21 inchi. Beliau tidak ingin tidur jika pekerjaannya belum selesai. Rutinitas itu membuat kantung mata nya semakin membesar. Ingin sekali rasa nya aku membantu tetapi apa daya, akupun juga sudah lelah dan sibuk oleh dunia kuliah. Semua ini dilakukan demi kami-Mama, saya, dan kakak-agar tidak menderita dikemudian hari.

Di tengah kesibukannya, Ayah juga meluangkan sedikit waktunya untuk kami. Beliau sangat senang jika waktu yang dilungkan terpakai untuk berkumpul bersama di meja makan. Namun sayang, kami sudah jarang untuk berkumpul kembali di meja makan. Karena kami pun juga mempunyai kesibukan nya sendiri sehinga membuat kami jarang berkumpul. Walaupun demikian beliau tetap makan bersama dengan Mamaku. Sedih rasanya jika harus melihat itu.

Ingin rasanya aku ikut bergabung kembali kedalam suasana hangat itu. Tetapi tidak bisa, karena sekarang jaraklah yang memisahkan itu semua. Aku harus menempuh perguruan tinggi di salah satu kampus ternama-Politeknik Negeri Jakarta-di Depok. Mau tak mau aku harus bertempat tinggal sementara disalah satu rumah orang yang ada di Pondok Cina agar tidak pulang pergi menguras tenaga. Namun hal itu sedikit lebih memakan biaya dari yang biasanya.

Aku tahu, kondisi perekonomian keluarga kami tidak menentu. Terkadang bisa naik dan juga turun. Seturun apapun kondisi keluarga kami, Ayah selalu memperlihatkan dirinya bahwa dia dapat menghadapi semua hal itu. Kondisi turun itu terjadi saat orderan Ayah sedang kosong. Dengan semua usahanya beliau selalu mencoba membuat kondisi itu naik kembali. Mulai dari mencari orderan hingga mencari usaha yang lain.

Di posisiku yang sekarang, hal yang dapat kubantu hanyalah dengan menempuh pendidikan yang sudah diperjuangkan. Tetapi sangat disayangkan, semakin tinggi pendidikan yang kutempuh semakin tinggi juga biaya yang diperlukan. Hal itu seakan membuat diriku berada dalam dilemma kehidupan. Kucoba mencurahkan sedikit kebingungan yang ada kepada beliau. Mendengar curahanku itu beliau dengan tenang menyanggupi semua itu.

Mulai dari hari itu beliau semakin menyibukan diri kedalam pekerjaannya. Lebih sibuk dari yang biasanya sehingga membuat waktu luang nya terpakai. Tidak ada lagi waktu untuk makan bersama. Semuanya berubah total begitu saja. Dengkuran Ayah yang biasanya terdengar di larut malam, kini hanya bisa didengar di pagi hari.

Sungguh sangat keras perjuangan beliau memperjuangkan segalanya untuk keluarga. Di siang hari beliau bersusah payah mengangkut kesana kemari setumpuk kertas cetakan yang di pesan orang. Malamnya beliau kembali mendesain hasil pesanan orang yang lainnya. Hampir seperti itu rutinitas yang Ayah lakukan. Pantas saja jika beliau kelelahan.
       
Setiap kali kulihat wajahnya, beliau sama sekali tidak menunjukan keletihan dalam dirinya. Ayah selalu tampak bersemangat ketika dihadapan kami. Memang sosok seorang Ayah yang patut di contoh.
          
Seiring waktu berlalu semakin membaik pula perekonomian kami. Alhamdulillah, Tuhan masih memberikan banyak nikmat dan karunia nya. Dibalik kesusahan yang Ayah lewati ada kemudahan yang pada akhirnya beliau dapati. Sungguh bagaikan cerita hidup yang telah dirancang oleh Tuhan kepada hambanya agar selalu bersyukur dan berusaha.
         
Ya, aku sangat mensyukuri apa yang diberikan tuhan kepada ku yaitu sosok pribadi seorang Ayah yang tidak dimiliki oleh orang lain. Rasa syukur ini akan selalu kucurahkan dengan selalu mendoakan beliau dimana pun dan kapan pun serta berusaha menjadi sebaik-baiknya pribadi yang lebih hebat dari beliau.***



Blog: http://www.pewarta.kabarindonesia.blogspot.com/ 
Alamat ratron (surat elektronik): 
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini.  Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia