KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sepekan Wafatnya Umar Said

 
PROFIL

Sepekan Wafatnya Umar Said
Oleh : Berthy B Rahawarin | 15-Okt-2011, 23:14:19 WIB

KabarIndonesia - Setelah tujuh hari istirahat di kediaman abadi Warga Negara Indonesia, tidak patut bila menganggap tidak ada, figur Umar Said (akrab dipanggil Ayik) dalam catatan sedikit orang yang bertahan di pengasingan. Indonesia patut mencatat riwayat hidup Umar Said sebagai Warga Negara Indonesia yang pada tahun ini menerima predikat sebagai Warga Kehormatan Kota Paris, Perancis, sekaligus pengaminan terakhir warga dunia internasional, pada sosok langka seperti almarhum. 

Kematiannya tidak mendapat pemberitaan luas media, kecuali pemberitahuan beberapa teman lewat milis, di mana Umar Said dan rekannya Ibrahim Isa, curhat dan saling memberi catatan. Setelah mengenal lebih baik perjalanan hidupnya lewat blog pribadi A. Umar Said, Personal Blog, dan catatan teman, menampilkan figur Umar Said yang Soekarnois dan perjuangannya, seberapa besar pun kontroversialnya, catatan mereka tentang sejarah Indonesia yang berjuang, menjadi acuan sejarah penegakkan bangsa dan Negara Indonesia yang historistasnya, tidak dicatat dengan "hanya satu pena" versi penguasa. 

Sejak awal tahun 1950-an ia aktif sebagai wartawan Indonesia Raya, kemudian menjadi pemimpin redaksi koran Ekonomi Nasional, satu-satunya surat kabar ekonomi Indonesia yang berskala nasional ketika itu. Bersamaan dengan itu, ia dan kawan-kawan lainnya aktif menyelenggarakan Konferensi Wartawan Asia-Afrika di Jakarta pada tahun 1963. Konferensi itu merupakan pelaksanaan Semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung, 1955.  

Umar Said adalah salah seorang yang sering disebut "orang yang terhalang pulang". Awal mula Ayik menjadi manusia "stateless" menjadi "eksil" penyebabnya adalah perlawanan kongkrit dan "face to face" terhadap 'kudeta merangkak' Soeharto yang menjatuhkan Presiden Sukarno. Pada akhir 1965, saya dan Ayik menyusun Delegasi Indonesia agar terwakili dengan baik dalam konferensi Asia-Afrika-Amerika Latin, yang populer dikenal sebagai konferensi Trikontinental di Havana, Kuba, awal 1966. Di forum internasionl itulah Umar Said ambil bagian dalam perjuangan untuk menjelaskan kepada seluruh dunia tentang pelanggaran HAM terbesar di Indonesia.   

Tetapi situasi tanpa kewarganegaraan di Perancis tidak mematahkan semangat juang Umar Said. Bersama kawan-kawan Indonesia lainnya yang bernasib sama, Umar Said, atas bantuan kawan-kawan progresif Perancis dan pihak gereja, berhasil mendirikan koperasi Restoran Indonesia, Paris. Restoran itu bukan saja memberikan kesempatan kerja pada teman-teman eksil lainnya, sehingga tak perlu minta bantuan sosial pemerintah Perancis, tetapi juga menjadikannya salah satu pusat kegiatan budaya Indonesia. Arief Budiman yang ketika itu dilarang mengunjunginya nekat pergi kesana dan kemudian menulis di koran Kompas bahwa kegiatan promosi budaya Indonesia di restoran Indonesia jauh lebih efektif ketimbang yang dilakukan oleh KBRI di Paris.


Umar Said terpisah dengan keluarganya sejak 1965, ketika Umar Said bersama Francisca Fnggidaej (anggota DPR dan pemimpin kantor berita INPS), bertugas mewakili Indonesia dalam suatu pertemuan wartawan internasional di Chili. Karena Peristiwa 1965  dan berdirinya Orba, Ayik tak bisa pulang. Berkat usaha tak kenal lelah dari Joesoef Isak, alamat Ninon dan dua orang putranya bisa ditemukan. Selanjutanya Joesoef Isaklah yang menghubungkan kembali keluarga Umar Said yang hampir selama 13 tahun tercerai berai. Suatu manifestasi cemerlang dari semangat solidaritas wartawan pejuang Joesoef Isak bagi Umar Said, tulis Ibrahim Isa.

Kerja kerasnya terlukiskan secara singkat bukan hanya dalam perjalanan keliling benua, tetapi juta sebagai jurnalis ia mencapai daerah-daerah terpencil Indonesia Timur, seperti Pulau Seram, Ambon, hingga Kei, dan beberapa lama berada di wilayah paling Timur Indonesia itu.

Ayik, demikian saya memanggilnya, wafat pada pukul 22 .50 waktu Paris, Prancis setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit kota Paris sejak Rabu (5/10) yang lalu. Saya sangat berduka kehilangan seorang sahabat akrab. Perasaan yang sama persis muncul ketika kehilangan Joesoef Isak pemimpin penerbit Hasta Mitra, beberapa tahun yang lalu.    

Umar Said dilahirkan tanggal 26 Oktober 1928, di Pakis, dekat Tumpang, sebuah kota kecil dekat kota Malang, Jawa Timur. Ayahnya seorang guru, tamatan Normaal School Blitar. Dia dengan bangga mengatakan, bahwa di masa penjajahan Belanda, ia hidup di lingkungan keluarga guru. Sepak terjang selain dapat dibaca di Blog Pribadinya, buku tentang A. Umar Said Perjalanan Hidup Saya, Pengantar Rosihan Anwar, terbitan Yayasan Adikarya dapat menghantar pembaca mengenal lika-liku perjuangannya.

Selamat jalan Umar Said. Selamat memasuki Tanah Air Abadi. Hakim dari Segala Hakim yang akan memberikan keadilan-NYA.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia