KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Suasana di Tempat Tugas Laksana Kampung Sendiri

 
PROFIL

Suasana di Tempat Tugas Laksana Kampung Sendiri
Oleh : Suwarno | 23-Nov-2009, 01:55:04 WIB

KabarIndonesia - Bintan, Siapa yang tidak tahu Satuan Radar (Satrad) 213 Bintan TNI AU letaknya adalah 51 KM dari kota Tanjungpinang, ibukota provinsi Kepri, tepatnya berada di desa Sribintan, kecamatan Teluk Sebong, kabupaten Bintan. 

Saat ini, Satuan Radar 213 Bintan dipimpin oleh Letkol (Lek) Wachid Alchamdani Zen yang lahir pada 40 tahun lalu di Surabaya merupakan Alumni Karbol AAU pada tahun 1992.

Pada Alumni Karbol AAU pada tahun 1992 dengan nomor urut Alumni 29 dari 84 0rang dan dilantik sebagai Perwira pertama berpangkat Letnan Dua (Letda) dan bertugas di Depohar Adi Sumarmo Solo hingga pangkat Lettu.

Kemudian pada saat berpangkat Kapten bertugas di Kosek II Kohanudnas Makassar  lalu pada waktu Mayor (Lek) Wachid Alchamdani Zen melanjutkan SESKOAU ANGKATAN 44 TP 2007.

Letkol (Lek) Wachid Alchamdani Zen merupakan ALUMNI SESKOAU ANGKATAN 44 TP 2007 berpangkat  Mayor Lek/516350 PASIS TNI AU nomor 131 dari 149 siswa. Pada 5 Oktober 2008 yang lalu baru naik pangkat dari Mayor ke Letnan Kolonel (Letkol).

Letkol (Lek) Wachid Alchamdani Zen mengatakan saat Pasis SESKOAU ANGKATAN 44 TP 2007 itu, 136 orang berasal dari TNI AU, 2 orang PASIS TNI AD, 2 orang PASIS TNI AL dan seorang  perwakilan dari utusan masing-masing Negara seperti Tanzania, USA, Pakistan, Australia, Filipina, Thailand, Singapura, China, dan India.

Sebagai Matra Udara (TNI AU) yang bertugas di Satuan Radar ini berprinsip bahwa tugasnya selalu menjaga Kedaulatan Negara walaupun  ditempatkan jauh dari kota atau tepatnya selalu di Pegunungan dan Hutan laksana kampung halaman sendiri.

Jadi sudah tidak asing bicara soal jauh dari keramaian kota, listrik sering mati, karena asrama satrad 213 Bintan listriknya menyala hanya dari jam 17:00 WIB hingga 00:00 WIB, dan yang ada hanya  hiburan bunyi suara-suara mahkluk hutan dan kurang penerangan setiap hari, serta TNI harus selalu siap ditempatkan di mana saja di wilayah NKRI.

Komandan Satrad 213 Bintan ini mendapatkan pendamping yang selalu setia menempati tugas di mana saja, yaitu  seorang putri berasal dari Jogyakarta bernama Arwati dan dikaruniai dua orang  Putri bernama Riska dan Amanda. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia