KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tan Ek Tjoan, Penjaja Roti Lintas Rezim

 
PROFIL

Tan Ek Tjoan, Penjaja Roti Lintas Rezim
Oleh : Antonius | 19-Aug-2011, 09:06:46 WIB

KabarIndonesia - Nama Tionghoanya memang tidak sepopuler nama Liem Sio Liong, Kwik Kian Gie, So Hok Gie atau Laksamana Cheng Ho. Nama-nama Tionghoa di atas memang sudah tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia. Tetapi untuk nama yang satu ini memang terbatas hanya di kalangan masyarakat Jabodetabek saja. Padahal usianya sudah melebihi usia negeri ini.

Tan Ek Tjoan memang sebuah nama yang tak lekang dimakan zaman. Bahkan menjadi sebuah legenda tersendiri serta sebuah simbol kekuatan proses pembauran alami .

Tahun 1921 tatkala negeri ini masih bernama Hindia Belanda karena memang masih dalam jajahan Belanda, Tan Ek Tjoan, warga Tionghoa Bogor memberanikan diri untuk membuka pabrik roti dengan nama merk namanya sendiri. Dikatakan berani karena saat itu pabrik roti sejenis hanya dimiliki atau dibuat oleh orang-orang Belanda. Dan Tan Ek Tjoan adalah pelopor dari pabrik sejenis lainnya dengan citra rasa ala Belanda di Nusantara.

Dengan usia yang 90 tahun saat ini, roti Tan Ek Tjoan seolah menjadi simbol saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia dari zaman penjajahan Belanda hingga zaman reformasi sekarang ini.Dengan gerobak roti yang jumlahnya puluhun,yang tersebar di Bogor dan Cikini (Jakarta),  gerobak dengan nama roti Tan Ek Tjoan ini seolah menjadi simbol kekuatan etnis Tionghoa yang tidak setuju dengan kebijakan Soeharto (Orde Baru) yang mengharuskan setiap warga keturunan harus ganti nama ke nama Indonesia, dan tidak boleh lagi memakai nama Tionghoa.

Ada satu cerita lucu, seorang pedagang roti Tan Ek Tjoan  sering mondar-mandir di seputar area kediaman Soeharto menjajakan roti dengan plang papan nama besar bertuliskan Tan Ek Tjoan. Konon katanya  sih keluarga Soeharto sering membeli roti jajanan gerobak ini. Padahal saat itu Soeharto sedang geram-geramnya sama etnis Tionghoa.

Tan Ek Tjoan memang tidak hanya membuktikan bagaimana warisan bisnis rotinya mampu eksis dan diajalankan oleh keturunannya (yang juga ahli warisnya) hingga saat ini. Tetapi juga memberikan pelajaran berarti sekaligus simbol bagaimana proses pembauran alami terjadi di masyarakat majemuk ini melalui bisnis roti. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia