KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
HukumRUU Omnibus Law Inskonstitusional Buruh Minta Stop Pembahasan Sidang Paripurna DPR RI oleh :
05-Okt-2020, 04:26 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA PROFIL LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Tan Ek Tjoan, Penjaja Roti Lintas Rezim

 
PROFIL

Tan Ek Tjoan, Penjaja Roti Lintas Rezim
Oleh : Antonius | 19-Aug-2011, 09:06:46 WIB

KabarIndonesia - Nama Tionghoanya memang tidak sepopuler nama Liem Sio Liong, Kwik Kian Gie, So Hok Gie atau Laksamana Cheng Ho. Nama-nama Tionghoa di atas memang sudah tidak asing lagi di telinga rakyat Indonesia. Tetapi untuk nama yang satu ini memang terbatas hanya di kalangan masyarakat Jabodetabek saja. Padahal usianya sudah melebihi usia negeri ini.

Tan Ek Tjoan memang sebuah nama yang tak lekang dimakan zaman. Bahkan menjadi sebuah legenda tersendiri serta sebuah simbol kekuatan proses pembauran alami .

Tahun 1921 tatkala negeri ini masih bernama Hindia Belanda karena memang masih dalam jajahan Belanda, Tan Ek Tjoan, warga Tionghoa Bogor memberanikan diri untuk membuka pabrik roti dengan nama merk namanya sendiri. Dikatakan berani karena saat itu pabrik roti sejenis hanya dimiliki atau dibuat oleh orang-orang Belanda. Dan Tan Ek Tjoan adalah pelopor dari pabrik sejenis lainnya dengan citra rasa ala Belanda di Nusantara.

Dengan usia yang 90 tahun saat ini, roti Tan Ek Tjoan seolah menjadi simbol saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia dari zaman penjajahan Belanda hingga zaman reformasi sekarang ini.Dengan gerobak roti yang jumlahnya puluhun,yang tersebar di Bogor dan Cikini (Jakarta),  gerobak dengan nama roti Tan Ek Tjoan ini seolah menjadi simbol kekuatan etnis Tionghoa yang tidak setuju dengan kebijakan Soeharto (Orde Baru) yang mengharuskan setiap warga keturunan harus ganti nama ke nama Indonesia, dan tidak boleh lagi memakai nama Tionghoa.

Ada satu cerita lucu, seorang pedagang roti Tan Ek Tjoan  sering mondar-mandir di seputar area kediaman Soeharto menjajakan roti dengan plang papan nama besar bertuliskan Tan Ek Tjoan. Konon katanya  sih keluarga Soeharto sering membeli roti jajanan gerobak ini. Padahal saat itu Soeharto sedang geram-geramnya sama etnis Tionghoa.

Tan Ek Tjoan memang tidak hanya membuktikan bagaimana warisan bisnis rotinya mampu eksis dan diajalankan oleh keturunannya (yang juga ahli warisnya) hingga saat ini. Tetapi juga memberikan pelajaran berarti sekaligus simbol bagaimana proses pembauran alami terjadi di masyarakat majemuk ini melalui bisnis roti. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com// 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia