KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA BERITA REDAKSI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

PROFIL: Penerima Beasiswa PMOH Angkatan II, 2010

 
BERITA REDAKSI

PROFIL: Penerima Beasiswa PMOH Angkatan II, 2010
Oleh : Redaksi Kabarindonesia | 17-Mei-2010, 02:32:08 WIB

KabarIndonesia - Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH) Angkatan II, 15 Januari-25 April 2010 telah berlangsung dan berakhir dengan baik. Penyandang gelar beasiswa pada Pasca PMOH Angkatan II ini telah dipilih sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Management PMOH, yaitu Sdri. Nina Wardi yang pernah menjadi dosen/ peneliti dan sekarang mempunyai kegiatan utama mengurus keluarga. 

Dengan terpilihnya sebagai peserta PMOH penerima beasiswa, maka Saudari Nina telah berhak menerima kembali biaya pendaftaran setelah dikurangi PPN dan biaya administrasi. 

Untuk mengetahui lebih lanjut siapakah sosok Nina ini, Management PMOH melaporkannya sebagai berikut: 

Dari Membaca hingga Menulis
 

Mendung tebal menggantung di langit saat Nina menceritakan ayahnya, seorang pegawai negeri sipil yang tidak pernah mau korupsi tetapi selalu menyisihkan uangnya yang terbatas untuk berlangganan koran dan membeli buku-buku untuk keluarganya.  Rupanya sang ayah pengikut Ali Syari'ati yang mengatakan, "Janganlah rumahmu kamu jadikan kandang dengan hanya menyediakan makanan dan minuman untuk jasmanimu saja. Sediakan pula buku-buku untuk memenuhi rasa haus dan lapar ruhanimu."
 
Nina kecil terbiasa pergi dengan ayahnya mencari beragam buku termasuk buku-buku agama yang sudah menguning kertasnya di tempat penjualan buku bekas di Palasari, Bandung. Nina dan tiga orang saudaranya anak rumahan yang lebih senang berkumpul di ruang keluarga dengan buku, koran, komik, novel, atau majalah di tangan masing-masing, daripada melakukan outdoor activities

"Semua anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu dan anak-anaknya berkacamata," tuturnya, lalu dia segera menjelaskan, "Miopi sehingga perlu kacamata minus ini sejak anak-anak ayah masih kecil akibat banyak membaca dengan cara membaca yang salah. Jarak antara mata dan buku yang terlalu dekat, membaca tidak di tempat yang terang, atau membaca sambil tiduran."
 
Kegiatan membaca buku di luar buku-buku teks kuliah agak menurun ketika Nina mulai kuliah tetapi kegiatan menulis diari yang dilakukannya sejak SMP terus berlanjut. Penurunan membaca itu karena kesibukan perkuliahan, juga karena kesibukan menjadi asisten dosen. Setelah menjalani acara wisuda, Nina disibukkan dengan pekerjaan sebagai dosen. Kegiatan membaca di luar buku-buku dari ilmu yang ditekuninya tumbuh lagi seiring dengan kemampuan membeli sendiri buku-bukunya dan membelikan buku untuk ayahnya. 

Roda kehidupannya terus berputar. Ketika pindah ke Jakarta dan kota tersebut dilanda banjir besar, buku-bukunya yang masih dalam dus terkena air banjir. Nina hanya bisa menangis sambil duduk di lantai mengais buku-buku basah tersebut, tidak ada buku yang utuh, semuanya rusak dan basah terkena air bercampur lumpur. Setelah kehilangan buku-bukunya itu, Nina mulai senang menulis. Tulisan yang hanya dibaca sendiri dan orang-orang terdekatnya. Mereka selalu mengatakan bahwa Nina punya bakat menulis, malah ada juga orang dari satu penerbit yang menawarinya untuk menulis buku. 

Keinginan menulis Nina mulai terusik. Apalagi pekerjaannya sebagai dosen tidak hanya mendidik dan mengajar di kelas atau di laboratorium saja. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dia juga harus ikut dalam proyek-proyek penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dalam proyek-proyek yang bisa memakan waktu berbulan-bulan di berbagai kota tersebut, selain mengerjakan tugasnya untuk processing data, dia juga senang memperhatikan beragam hal yang disebutnya "membaca". 

"Selain membaca buku, saya juga mulai membaca alam semesta seperti membaca manusia, tanaman, hewan, dan ciptaan Tuhan lainnya di berbagai tempat. Membaca itu ibarat menuang air ke dalam gelas, lama-lama gelasnya penuh dan air meluap dari gelas. Otak yang diisi terus dengan kegiatan membaca tersebut akan penuh dan meluap. Ada rasa tidak nyaman dan kegelisahan pada diri saya. Saya ingin meluapkannya dalam tulisan," paparnya. 

Keinginan menulisnya semakin tinggi ketika suatu saat dia mengikuti satu acara di ITB dan salah satu pembicaranya Prof. Dr. Onno W. Purbo, penulis lebih dari 40 buku yang dulunya pernah menjadi dosen itu menjelaskan bahwa menulis adalah jalan yang ditempuh untuk memintarkan anak bangsa. Tiap buku yang ditulisnya mencerdaskan lebih banyak orang dibandingkan saat dia memberikan kuliah. 

Nina juga terinspirasi oleh Ratna Indraswari Ibrahim, penulis yang tangan dan kakinya lumpuh disertai mata yang tidak melihat sempurna, tetapi mempunyai telinga dan ingatan yang tajam ditambah bantuan orang lain yang mengetik, mampu menghasilkan tujuh buah novel dan ratusan cerpen berbobot yang menyuarakan perempuan. Bercermin dari Ratna, Nina merasa malu karena Tuhan sudah memberinya badan yang sehat dan kesempatan untuk membaca buku-buku dan membaca alam, seharusnyalah dia lebih produktif menulis yang bermanfaat. 

Sadar dengan kemampuan menulisnya yang masih belum sempurna ditambah dengan rasa percaya dirinya yang masih rendah di bidang tulis-menulis, maka Nina berusaha mengikuti pelatihan menulis tatap muka. Hanya berjalan dua kali pertemuan, dia menyerah karena tidak bisa mengatur waktunya untuk pelatihan menulis di kota lain yang sering macet dengan aktivitas kesehariannya. Solusinya kemudian setelah gagal mengikuti pelatihan menulis tatap muka adalah dengan mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH) Angkatan II.

"Saya merasa betah, nyaman belajar di PMOH," ungkapnya. Nina merasa beruntung menjalani proses belajar di lingkungan yang orang-orangnya hangat, profesional dan penuh semangat. 

"Suasana belajar di milis, blog ruang belajar dan konferensi online begitu menyenangkan. Teman-teman sesama peserta saling mendukung dan saling menyemangati. Para pembimbing juga baik dan penuh disiplin saat menebarkan ilmunya ketika membimbing, selalu mendorong untuk revisi berulang supaya tulisan lebih baik. Management PMOH juga bagus dalam memfasilitasi suasana belajar-mengajar supaya berjalan baik," tuturnya. 

Ada juga saat Nina begitu repot menyelesaikan tugas-tugas dengan deadline tertentu padahal dia harus melakukan aktivitas lain antar kota atau malah saat di luar Indonesia. Pernah dia harus memanfaatkan waktu sempit antara dua penerbangan memanfaatkan free internet access di bandara atau harus mencari warnet ketika laptopnya tidak berfungsi supaya bisa menyelesaikan tugas di blog PMOH. 

Segala pengorbanan tersebut menjadi tidak berarti saat Nina menyadari begitu banyaknya manfaat yang berkaitan dengan kemampuan menulisnya. Dia semakin tahu cara menulis yang baik dan kepercayaan dirinya juga tumbuh. Dia percaya bahwa apapun yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang baik.  

Setelah menyelesaikan serangkaian tugas di PMOH, Nina juga makin menyadari bahwa menulis itu selain membuat orang lain pintar dengan tulisannya, dia sebagai penulisnya juga akan semakin pintar karena selama proses penulisan dia harus banyak belajar tentang materi tulisannya. 

"Saya percaya dengan hadis yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi orang lain. Saya akan terus belajar untuk menulis hal-hal yang bermanfaat," pungkasnya. 

Langit kelabu mulai berganti warna menjadi biru dengan hiasan awan-awan putih. Langit cerah mengiringi Nina yang dengan semangat tinggi akan mulai merangkai huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf untuk tulisan-tulisannya selepas PMOH. (*)
 

Foto: Koleksi Pribadi, Thailand, 2010


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia