KabarIndonesia - Nama Lita Tamzil semakin banyak dibicarakan setelah buku pertamanya "Belajar Gaul,Jadi Manusia Unggul" terbit. Buku setebal 218 halaman yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama ini, merupakan bukti kesuksesan Lita Tamzil, yang atas prakarsa suaminya, Paulus Tamzil,
SEMARANG PESONA ASIA: Program Tanpa Persiapan? | HOKI | Harian Online KabarIndonesia
DAERAH
SEMARANG PESONA ASIA: Program Tanpa Persiapan? Oleh : Sisilia Novita Susanti | 19-Jul-2007, 14:50:46 WIB
KabarIndonesia - Semarang - Dalam beberapa bulan ini kota Semarang mendadak disibukan dengan sebuah event besar yang secara mendadak ditawarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kepada masyarakatnya. Event tersebut bertajuk SPA atau Semarang Pesona Asia.
Ide yang didengungkan sejak awal tahun 2007 ini memunculkan banyak pertanyaan dan opini publik yang akhirnya tejawab ketika brosur acara disebarkan pihak panitia kepada beberapa kalangan tertentu. Pada brosur tersebut ada kalimat yang berbunyi "Semarang The Beauty of Asia 2007 is an international art and culture performance event that show the dance and music spectacular collaboration from the world and traditional artists from each countries…".
Hal ini menunjukan bahwa SPA bukan diprogram untuk menjadi sebuah acara tahunan yang akan menambah agenda travel agent dunia seperti Solo dengan Spirit of Javanya dan Jogja dengan Never Ending Asianya, tapi hanya sekedar acara yang rencananya akan digelar pada bulan Agustus tahun 2007.
Beberapa komunitas baik komunitas tradisional dan kesenian rakyat sampai komunitas IT digandeng oleh pihak panitia untuk memeriahkan event yang rencananya juga akan mengundang beberapa negara ini. Event ini sendiri berisi beberapa agenda acara yang di jadwalkan sebagai berikut (dapat di download di http://www.semarangpesonaasia.com) : Pagelaran Seni dan Budaya Internasional, Simpanglima 10 - 15 Agustus 2007
Pagelaran Semarang Pesona Asia (Asian Art and Culture Festival)
Pagelaran BUsana Asia (Adian Designer Fashion Show)
Kids Drawing Contest
Festival Film Insiprasi Asia (Asia Inspiring Film Festival)
Festival Jajan Pasar Asia (Asian Culiner Festival)
Festival Cheng ho (Cheng Ho Festival)
Lomba Barongsai Internasional (Internasional Barongsai Competition)
Festival Layang-layang (Kites Festival)
Festival Wayang (Puppets Festival)
Festival Kaligrafi Asia (Asian Calligraphic Festival)
Pameran dan Seminar, PRPP - Convention Hall, 3 - 19 Agustus 2007
Pameran Internasional dan Temu Bisnis (International Expo and Business Meeting)
Seminar Perdagangan, Pariwisata dan Investasi
Wisata, 10 - 15 Agustus 2007
Wisata Pesona Semarang (Experience The Beauty of Semarang Tour)
Wisata Kota (City Tour)
Wisata Pedesaan (The Javanese Village )
Ditengah segala agenda yang direncanakan Pemkot, masih ada pertanyaan mendasar yang seharusnya menjadi perhatian Pemerintah terutama Pemkot Semarang. Sebenarnya sudah siapkah Semarang dan masyarakatnya menjadi tuan rumah sebuah event sebesar ini? Ada banyak hal yang harus dibenahi di ibu kota Jawa Tengah ini.
Mulai dari kebersihan kota, fasilitas umum, sampai kesiapan masyarakat. Pemerintah tidak bisa hanya sekedar merencanakan sesuatu dan mengundang banyak pihak tanpa persiapan yang baik. Apa yang terjadi di semarang rasanya mirip orang yang berencana punya kerja dan sudah mengundang banyak tamu tapi tidak menyediakan tempat yang layak.
Kalau dibuatkan daftar, ada banyak kekurangan yang harus di benahi. Ketika pemkot menawarkan perhelatan ini, sudahkah mereka juga memikirkan bahwa mereka harus mengatasi masalah rob (genangan air pasang) yang setiap tahun melanda semarang?
Ketika panitia menjadikan wilayah kota lama sebagai obyek wisata, sudahkah mereka juga memikirkan bagaimana membenahi jalan-jalan di sekitar kawasan tersebut plus membenahi serentetan bangunan kuno yang memenuhi daerah tersebut dari bangunan yang terawat sampai bangunan bangunan yang terbengkalai? Ketika mereka membenahi tata kota demi acara ini, sudahkah mereka memikirkan berapa banyak pedagang kaki lima baik di pasar pasar maupun di pinggir jalan yang resah memikirkan nasib mereka?
Siap atau tidak saat ini agenda sudah ditetapkan, 18 dari 85 negara yang diundang sudah menyatakan kesiapannya memeriahkan event ini, dana yang entah dari mana datangnya sudah dikeluarkan demi event dadakan ini. Dan sebagai warga Semarang kami hanya bisa melihat, menunggu akan bagaimana wajah Semarang yang di tampilkan dalam SPA. Semoga event ini yang akan memicu Semarang untuk memperlihatkan wajah yang lebih baik lagi dan kalau memungkinkan sebagai warga juga bisa sedikit membantu. Setidaknya itu lebih baik dari pada hanya berdiam diri dan protes kanan kiri.
Sejumlah turis asing dan lokal tidak menghiraukan tumpukan sampah yang ada di sepanjang Pantai Kuta Bali beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya mengatasi permasalahan sampah kiriman tersebut agar tidak merusak citra pariwisata Pulau Bali. Peran serta semua elemen