|
|
|
| |
KabarIndonesia - Kampanye lingkungan, sudahkan berdampak positif pada perubahan gaya hidup? Pertanyaan itu ditujukan untuk kita, khususnya masyarakat yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta.
Armely Meiviana, mewakili Green Life-style, sebuah komunitas atau tepatnya mailing list yang anggotanya kerap selengkapnya....
|
|
|

DAERAH
Pemuda Pancasila Sweeping Atlet Malaysia
Oleh : Mohammad Khakim | 30-Aug-2007, 05:19:28 WIB
|
KabarIndonesia - Ratusan anggota Pemuda Pancasila (PP), Rabu (29/8), mencari atlet bulu tangkis Malaysia yang sedang menginap di Hotel Garden Palace, Jl. Yos. Sudarso, Surabaya. Aksi dilakukan setelah anggota PP tersebut berunjuk rasa di Gedung DPRD Jatim, mengecam arogansi polisi Malaysia yang telah menganiaya wasit karate Indonesia, Donald Pieter Luther. Namun, polisi sudah mengantisipasi hingga menghalau anggota PP yang mengenakan seragam loreng kekuningan tersebut.
Meski tak sampai kena sweeping, nyali empat atlet badminton asal Malaysia tersebut menciut. Mereka yang sebelumnya menginap di Garden Palace Hotel terpaksa dipulangkan ke negaranya dengan alasan keamanan. Empat atlet itu adalah Pie Wee Chung, Teo Yu Kheng, Ho Kek Mong, dan Chew Koe Seang. Selain empat atlet, ada salah satu official juga dipulangkan ke Malaysia. Seharusnya, mereka yang sudah menginap sejak 27 Agustus 2007 itu, berada di Surabaya hingga 31 Agustus 2007 mendatang guna mengikuti Turnamen Gudang Garam Jawa Pos Indonesia Challange (GGJPIC). Menurut salah satu panitia pelaksana turnamen, Irwan Setiadi, pemulangan itu terpaksa dilakukan dengan alasan keamanan. “Cuma mereka tidak diterbangkan langsung ke Malaysia tapi saat ini diterbangkan dulu ke Jakarta,” katanya saat ditemui wartawan di Garden Palace Hotel Jalan Yos. Sudarso. Menurutnya, penerbangan dari Jakarta ke Kuala Lumpur lebih banyak dibandingkan dari Surabaya ke Kuala Lumpur. Keempat atlet badminton tersebut dipulangkan sekitar pukul 13.30 WIB. Sementara, dalam aksinya, ratusan anggota PP juga mengibarkan spanduk besar bertuliskan “Ganyang Malaysia! Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia!”
Koordinator aksi Pemuda Pancasila Sahlan Husein meminta pemerintah bersikap tegas atas peristiwa pemukulan wasit yang dilakukan aparat kepolisian Malaysia. “Saya minta supaya pemerintah dan masyarakat Indonesia lebih berani mengambil sikap yang tegas terhadap pemerintahan Malaysia atas apa yang telah dilakukan kepada wasit Indonesia. Putuskan hubungan diplomatik dan perdagangan,” tuturnya. Sementara, Ketua Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila Dony Adinegara dalam orasinya juga mengatakan, pelecehan dan kekerasan terhadap warga negara Indonesia yang dilakukan bangsa Malaysia sudah berkali-kali.
Di antaranya pencaplokan kepulauan Ambalat dan ratusan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap TKI. “Malaysia sudah kurang ajar, melukai hati rakyat Indonesia, ganyang Malaysia dan usir diplomat negara Malaysia di Indonesia sekarang juga,” tegasnya.
Mahasiswa Malaysia Bagaimana dengan mahasiswa Malaysia yang sedang melaksanakan studi di beberapa perguruan tinggi di Surabaya? Mereka memilih hati-hati dalam menyikapi sentimen sebagian warga Surabaya. Mereka bungkam menanggapi aksi sweeping yang dilakukan PP terhadap atlet bulu tangkis asal Malaysia. “Saya nggak mau jawab, tanya saja yang lain,” ujar Elkhairee B Mohamad Radzie, mahasiswa Malaysia yang kuliah di Unair, saat ditanya soal sweeping oleh PP terhadap atlet bulu tangkis negaranya itu.
Jawaban serupa dilontarkan Hafizun Sarijari, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair. Dia bahkan mencurigai setiap pertanyaan yang dilontarkan wartawan. “Apa maksud pertanyaan Anda,” kata mahasiswa angkatan 2000 ini. Meskipun sudah dijelaskan sejelas mungkin, tetap saja jawaban yang keluar dari gadis adalah “no comment”. Bahkan Hafizun mengelak setiap pertanyaan dengan jawaban ia sudah lama tidak melihat televisi dan sebentar lagi akan pulang ke Malaysia karena masa studinya sudah kelar.
Sementara, Presiden Perkumpulan Mahasiswa Malaysia di Surabaya Muhamad Iqbal Bin Radin Muhamad Amin memilih diam dan langsung menutup teleponnya saat dihubungi. Sebelumnya Iqbal mengatakan belum tahu adanya aksi sweeping. “Saya nggak berani ngomong, coba tanya ke konjen Malaysia,” ujarnya.
Teks foto: Anggota Pemuda Pancasila saat akan melakukan sweeping atlet badminton Malaysia di Hotel Garden Palace Jl Yos Sudarso, Surabaya, Rabu (29/8). Namun, polisi menghalau mereka.
Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com Email: redaksi@kabarindonesia.com Big News Today..!!! Let's see here www.kabarindonesia.com
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Hari kelima (31/8) pasca pengungsian akibat adanya letusan Gunung Sinabung, keadaan 1.500 pengungsi di pos penampungan Jambur Taras, Berastagi mulai terganggu masalah kesehatannya. Tim medis yang bertugas mengatakan bahwa penyakit ISPA dan diare mulai menyerang para pengungsi. (*)selengkapnya.... |
|
|
|
|
|