KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilMelani Butarbutar: Tekad Putra Samosir, Melayani Aspirasi Rakyat Sepenuh Hati oleh : Wahyu Ari Wicaksono
05-Nov-2018, 09:11 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mengawali karir sebagai CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo Ambarita (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) dengan pangkat/golongan Juru Muda Tingkat I (I/b), pada Februari tahun 2017 lalu, Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar atau biasa disebut Melani Butarbutar
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku 09 Nov 2018 15:39 WIB


 
 
DAERAH

BPS Kalteng Tingkatkan Integritas
Oleh : Bambang M Permadi | 27-Apr-2008, 00:06:24 WIB

KabarIndonesia - Sebanyak 65 Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) di lingkungan BPS Kalimantan Tengah, 22 hingga 25 April 2008 lalu mengikuti Rapat teknis (ratek) KSK di Pangkalan Bun, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat.

Selama ini predikat KSK sebagai ‘ujung tombak’ BPS hanya dinilai sebagai jargon. Sementara upaya peningkatan integritas , profesionalisme dan kesejahteraan para KSK seakan tidak menjadi prioritas. Di sejumlah daerah masih banyak didapati KSK yang kesulitan melaksanakan tugas karena terbatasnya sarana pendukung. Seperti sepeda motor yang sudah tua, tidak memiliki meja kerja dan kesempatan meningkatkan pengetahuan teknis yang berkaitan dengan tugasnya.

Termasuk kesulitan menyusun usulan angka kredit karena kurangnya bimbingan tentang PAK(penilaian angka kredit). Akibatnya tak sedikit KSK yang putus asa, tidak kunjung naik pangkat lalu dicabut SK fungsional Statisinya. Paling tidak hak inilah yang terungkap di forum ratek KSK Kalimantan Tengah yang dihadiri langsung oleh Inspektur Utama BPS, Sunari Sarwono, MA.

Diselenggarakannya Rapat Teknis (Ratek) Koordinator Statistik Kecamatan ( KSK) merupakan satu langkah maju yang dilakukan BPS untuk menyajikan data statistik yang berkualitas, melalui pemantapan kinerja KSK. Kegiatannya sendiri dilaksanakan di Hotel Mahkota, Jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Ratek KSK dilaksanakan dalam bentuk pelatihan pleno , dengan penyaji materi Kepala BPS Kalimantan Tengah, WS Dantes Simbolon, MA dan para Kepala Bidang BPS Propinsi. Meski agenda utamanya adalah pembekalan dan pencerahan, ternyata forum Ratek malah menjadi ajang berkeluh kesah para KSK. Apalagi dihadiri langsung oleh Inspektur Utama BPS.

Keluhannya beragam, mulai dari kenaikan pangkat, kecilnya biaya ubinan hingga tidak seragamnya jumlah uang eksploitasi/operasional kendaraan yang diterima KSK di masing-masing kabupaten. Seorang KSK malah ada yang mengaku menerima biaya operasional sepeda motor sebesar Rp400 ribu. Sementara KSK daerah lain Rp.600 ribu.

KSK yang merasa ‘direcoki’ itu meminta penjelasan, berapa sebenarnya yang seharusnya mereka terima.
“Saya sulit memprotesnya, karena tidak tahu berapa sebenarnya hak yang diterima KSK. Tetapi ketika tahu teman-teman KSK lain nilainya lebih besar saya bingung juga,” kata satu KSK kepada Kabar Indonesia.

Menanggapi hal tersebut pejabat Pembuat Komitmen BPS Kalteng, Abdurrani, S.Si mengatakan, biaya eksploitasi kendaraan di setiap kabupaten /Kota sama besarnya. Untuk sepeda motor per triwulan besarnya sekitar Rp 700 ribu.

“Kalau ada pemotongan itu adalah kebijakan kepala BPS kabupaten yang bersangkutan. Harus dipertanyakan kejelasan pemotongannya, “ kata Abdurrani yang juga Kabid Nerwilis.
Merasa senasib, KSK di Kalteng memang terbilang cukup kompak dan setia kawan. Berkembangnya teknologi informasi seperti telepon Sellular membuat komunikasi di antara mereka semakin intens. Misalnya, saat honor pencacahan suatu kegiatan telah ‘cair’ KSK yang lain segera mengabari teman-temannya, lengkap dengan rincian jumlah nominalnya.

Inspektur Utama BPS, Sunari Sarwono mengatakan saat ini kepercayaan terhadap kinerja BPS semakin tinggi. Ini dibuktikan dengan tetap dipakainya data BPS sebagai rujukan utama dalam pembuatan kebijakan. Ia meminta seluruh jajaran BPS, terutama KSK memelihara kepercayaan tersebut dengan meningkatkan kinerja dan bekerja lebih profesional.

“Kalau data kita menceng, hasilnya juga akan menceng, “ tegas Sunari.

Karena peranannya yang sangat strategis , Sunari Sarwono menganalogikan KSK yang bertugas di kecamatan sebagai kepala BPS tingkat tiga. Sebagai koordinator lapangan, KSK telah menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan dan manajerial.
“KSK adalah atasannya para mitra statistik. Jadi berbanggalah menjadi kepala BPS, walaupun hanya kepala tingkat tiga,” seloroh master jebolan University Of The Philippines tahun 1990 itu.

KSK di Kalimantan Tengah menyambut baik pelaksanaan ratek tersebut. Mereka mengharapkan kegiatan ini dapat diagendakan secara berkala karena sangat bermanfaat bagi peningkatan kinerja KSK. Menurut rencana ratek KSK BPS Kalteng akan dilaksanakan tahun 2010 mendatang, yang tempatnya akan ditentukan kemudian.

‘Tali Kerbau’

Keinginan Koordinator Statistik Kecamatan ( KSK) untuk mendapatkan barang inventaris berupa komputer jinjing (laptop) ternyata cukup kuat. Meski masih tergolong barang mahal, dorongan untuk memiliki produk berteknologi tinggi ini cukup rasional. Pasalnya, sebagai salah satu institusi penting BPS, para KSK di kecamatan juga dituntut dapat mengimbangi perkembangan jaman. Sehingga dapat menyajikan data statistik yang akurat, terbaharui dan tepat waktu.

Walaupun usulan laptop untuk KSK hingga saat ini belum menggugah penentu kebijakan di BPS Pusat, BPS Kalimantan Tengah sangat optimis pada saatnya laptop juga akan sampai ke Kepala BPS “tingkat tiga”.

Untuk memotivasi tugas-tugas KSK, BPS Kalteng membagikan flashdisk dengan kapasitas 1 GB kepada sekitar 65 KSK di daerah ini.Di dalam flashdisk bermerk Kingstone itu telah terisi berbagai petunjuk teknis tentang statistik, format penghitungan angka kredit dan outline publikasi kecamatan dalam angka.
“Sementara menunggu laptopnya datang, kita bagi dulu flashdisknya,” kata Kepala BPS Kalteng WS Dantes Simbolon, saat menyerahkan flashdisk secara simbolis kepada perwakilan KSK.Karena flashdisk biasanya dilengkapi dengan tali, Dantes Simbolon menyebut alat penyimpan data tersebut ‘tali kerbau’.

Menurut Dantes dengan ‘tali kerbau’ itu KSK dapat menyimpan data-datanya dengan baik dan lebih efisien bekerja. Dengan alat ini pula KSK tidak dapat lagi beralasan terlambat membuat publikasi kecamatan dalam angka karena formatnya sudah ada. KSK hanya perlu membuka file dan meng-update datanya.

Pembagian ‘tali kerbau’ yang diserahkan dalam forum ratek KSK Kalteng itu mendapat sambutan positif KSK. Dantes Simbolon mengharapkan pembagian ‘tali kerbau’ itu dapat menjadi bahan pemikiran bersama sehingga BPS dapat menganggarkan pengadaan laptop untuk tahun-tahun mendatang.

“Sebelum dapat kerbaunya, kita bagi talinya dulu,” papar Dantes Simbolon yang langsung disambut applaus puluhan KSK.

feature

Jejak KSK di Pantai Kubu

Sinar matahari pagi menyeruak , berbinar menembus kaca jendela Hotel Mahkota, Pangkalan Bun. Waktu ,menunjuk pukul 07.00 wib. Di Hari Senin pagi itu, Ade Sutisna masih tampak bermalas-malasan beranjak dari tempat tidurnya. Demikian pula, Antang Arianto yang tertidur di sampingnya.Sesekali pria 49 tahun itu terbatuk parau, lalu membalikan badan mencoba mendengkur melanjutkan mimpinya. Kedua orang ini adalah pegawai BPS Kalteng yang ‘takdirnya’ menjadi Kordinator Statistik Kecamatan (KSK).

Ade Sutisna dan Antang Arianto adalah dua dari 65 KSK yang mengikuti Ratek KSK Se- Kalteng. Secara sporadis dari sejak petang hingga malam hari mereka berdatangan ke Hotel Mahkota, Pangkalan Bun tempat dilaksanakannya ratek tersebut.

“Siapa yang ikut ke Pantai Kubu segera mendaftar, bila terlambat kami tinggal,” ucap seorang KSK dari kamar lain sambil mengetuk pintu.

Mendengar seruan itu, dua KSK dari BPS Kota Palangka Raya ini buru-buru bangun. Hari itu peserta ratek memang berencana plesiran ke Pantai Kubu, sebuah kawasan pantai wisata di daerah ini. Kedengarannya memang sedikit aneh, acara rateknya belum dimulai tapi pesertanya sudah lebih dulu plesiran.

“Acara pembukaan ratek KSK malam hari, jadi kami masih sempat jalan-jalan pagi ini,” kata Darsono, KSK Kabupaten Seruyan yang mendapat tugas mengatur pemberangkatan peserta ke Pantai Kubu.

Dengan mencarter lima mobil jenis Kijang rombongan bertolak dari halaman hotel menuju kawasan pantai yang menghadap ke Laut Jawa tersebut.

Pantai Kubu termasuk dalam wilayah administrative Desa Kubu, Kecamatan Kumai. Jaraknya sekitar 30 km dari Kota Pangkalan Bun. Meski kondisi jalan beraspal baik sampai ke bibir pantai, hingga saat ini belum tersedia angkutan umum reguler. Untuk dapat menuju pantai wisata ini masyarakat harus menggunakan angkutan pribadi. Atau bisa mencarter angkutan berplat hitam dengan biaya sekitar Rp 200 ribu.

“Setiap hari minggu pengunjungnya cukup banyak.Apalagi saat Hari Raya atau Tahun Baru tiba pantai ini penuh sesak. Pada umumnya yang datang adalah penduduk Kota Pangkalan Bun,” kata Jailani, KSK Kecamatan Kumai yang mengenal cukup baik kawasan tersebut. Karena menguasai wilayah kerja dan jaringan luas, Jailani sering jadi pemandu bila ada pejabat BPS berkunjung ke Pangkalan Bun. Termasuk mendampingi Inspektur Utama BPS Pusat Sunari Sarwono ke Taman Nasional (TN) Tanjung Puting belum lama ini.

Panorama Pantai Kubu memang cukup indah. Pantainya terdiri dari pasir putih yang masih alami. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah laut lepas. Keindahan suasana alam Pantai Kubu seakan menjadi penawar dahaga bagi KSK yang selama ini disibukkan dengan rutinitas kerja. Beberapa KSK berphoto bersama dengan kaki telanjang di pasir pantai yang basah.Angin laut berhembus sejuk, semakin siang terpaan angin semakin kencang.Perahu nelayan di kejauhan hanya terlihat seperti noktah hitam.

Pantai Kubu merupakan teluk yang membentang sepanjang 3 Km, dengan air berwarna kemerahan. Sebagai salah satu asset pariwisata yang menjanjikan mendorong Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Kotawaringin Barat membenahi kawasan ini. Diantaranya membangun taman dan pelabuhan wisata yang menjorok ke tengah laut. Dari bangunan berkonstruksi kayu ulin ini pengunjung dapat melihat langsung aneka biota laut. Seperti kepiting, ubur-ubur dan ikan air tawar yang sesekali muncul ke permukaan.

Pesona Pantai Kubu secara tidak langsung juga menciptakan mata pencaharian baru bagi warga setempat. Hampir di setiap sudut pantai berdiri warung-warung kecil yang menjual berbagai makanan laut seperti kepiting dan udang rebus. Di tempat ini pengunjung juga dapat menikmati air kelapa muda dengan harga Rp 5000 per buah.Kelapa segar itu dipetik langsung dari pohonnya yang memang banyak tumbuh di sepanjang pantai.
 
“Rugi rasanya jauh-jauh datang ke Pangkalan Bun kalau tidak ke Pantai Kubu,” seloroh Dian, KSK Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya sambil menyantap kepiting rebus.
Ratek KSK di Pangkalan Bun ternyata tak hanya sekedar peningkatan integritas, tetapi juga penyegaran rohani dari pesona alam yang disuguhkan Kabupaten Kotawaringin Barat.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawaoleh : Rohmah S
12-Nov-2018, 10:18 WIB


 
  Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno (kedua kiri) didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) saat flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa di Surabaya (12/11).
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Antara Rocky Gerung dan Jokowi 05 Nov 2018 15:56 WIB

Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia