KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniSwasembada Pangan Era Pembangunan, Sebuah Kenangan akan Harapan oleh : Iin Suwandi
04-Mar-2015, 11:53 WIB


 
  KabarIndonesia - Pangan merupakan salah satu kebutuhan primer yang paling mendasar bagi manusia. Kebutuhan pangan sangat penting bagi kehidupan umat manusia yang akan mempengaruhi sendi kehidupan lainnya. Kehidupan sosial politik suatu negara akan terganggu manakala rakyat lapar karena seluruh rakyat
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Derita Hilang, Keluhan Hilang 04 Mar 2015 11:45 WIB

Beras ... Riwayatmu Kini 04 Mar 2015 11:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Banjir Bikin Stres Deera Idol! 18 Feb 2015 20:35 WIB


 

 

Harga Cengkeh di Natuna

 
DAERAH

Harga Cengkeh di Natuna
Oleh : Alamat Berbeda - Riky Rinovsky | 28-Mar-2009, 01:14:42 WIB

KabarIndonesia — Harga cengkeh di sejumlah sentra produksi di kabupaten Natuna berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Belum ada tanda-tanda harga emas hitam tersebut bakal naik. Petani mengeluh, karena ongkos produksi relatif tinggi sehingga margin pendapatan sangat rendah.

Keterangan yang berhasil di kumpulkan di lapangan mencatat bahwa harga cengkeh masih terpaku pada Rp 42.000 hingga Rp 45.000 perkilogramnya. Menurut salah seorang pedagang pengumpul di Sedanau, Nato harga cengkeh masih rendah karena pedagang di Kalimantan Barat belum berani menimbun stok.

Para pedagang di Pontianak, ujar Nato yang juga pengusaha perikanan tersebut menambahkan, bahwa pedagang masih melihat dulu situasi ekonomi pasca Pemilu Legislatif yang akan digelar 9 April 2009. "Menimbun cengkeh dalam jumlah yang banyak, tentunya memiliki resiko. Harga cengkeh anak naik setelah Pemilu 2009," ujarnya optimis.

Sementara itu, salah seorang petani cengkeh asal Seluan, Amiruddin mengatakan, dengan harga Rp 42.000 perkilogram petani belum dapat dikatakan menikmati hasil panen. Hal ini disebabkan, karena petani masih harus mengeluarkan upah petik yang harus dibayar tunai.

Sebagai catatan, tahun lalu harga cengkeh sempat menembus angka Rp 60.000 perkilogram. Para petani berharap, usai Pemilu 2009 akan menjadi hari yang menguntungkan bagi mereka, pasalnya harga cengkeh diprediksi akan naik. Mudah
mudahan dan kita tunggu menjelang usainya Pemilu.


Jelang Panen Raya

Menjelang musim panen cengkeh tahun ini, petani di Kabupaten Natuna, meminta pemerintah untuk menjaga kestabilan harga terutama pada saat berlangsung panen raya.

"Sekarang sudah memasuki musim panen, dan produksi cengkeh pada musim panen tahun ini juga bakal melimpah," ujar Junaidi, seorang petani di Kecamatan Midai kab Natuna kepulauan Riau, (28/3) Kecamatan Midai merupakan salah satu sentra tanaman cengkeh di Kabupaten Natuna, dan diperkirakan bulan Juli mulai panen. "Hasil panen cengkeh sangat diandalkan. Terlebih musim panen kali ini bersamaan dengan musim menyekolahkan anak," katanya.

Persiapan memasuki musim panen juga terlihat di sentra-sentra produksi lainnya di Purwakarta, seperti Kecamatan serasan dan subi. Akan tetapi para petani merasa khawatir harga cengkeh merosot, ditengah melimpahnya produksi pada musim panen tahun ini. Oleh sebab itu mereka berharap pemerintah menjaga kestabilan harga cengkeh, terutama saat panen raya berlangsung.

"Kita khawatir harga anjlok, saat ramainya musim panen," ujar petani lain H. Abas. Para petani di Natuna selama ini berhubungan dengan tengkulak untuk menjual cengkeh miliknya. Menjelang musim panen, para tengkulak pun mulai berkeliaran di pelosok-pelosok untuk membeli cengkeh petani. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/
   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utaraoleh : Jumari Haryadi
01-Mar-2015, 10:19 WIB


 
  Kecamatan Tanjung Raja Menjadi Juara MTQ ke-42 Lampung Utara Lomba MTQ ke-42 Lampung Utara yang berlangsung sejak 23 Februari 2015 di desa Subik Kecamatan Abung Tengah berakhir pada 27 Februari 2015. Kegiatan yang diikuti 230 peserta dari 23 kecamatan tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tanjung Raja dan menempatkannya sebagai
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Dukung Program Swasembada Pangan 05 Mar 2015 05:55 WIB

Jangan Takut Ancaman Pihak Asing 05 Mar 2015 05:54 WIB

 
Mereka Tak Tahu Terlahir Kaya 02 Mar 2015 02:13 WIB


 

 

 

 

 
NamaKU = JiwaKU 25 Feb 2015 08:26 WIB

 

 

 
Banjir Jakarta dan Harapan 19 Feb 2015 22:25 WIB

 

 
Belajar dari Kehidupan Lebah 18 Feb 2015 20:28 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia